Sifat-Sifat Sang Pencipta
Attributes Of The Creator
Ketika kita merenungkan Sang Pencipta, kita menyimpulkan bahwa Ia hanya bisa salah satu dari tiga kemungkinan: diciptakan oleh sesuatu yang lain, menjadi pencipta dan sekaligus ciptaan pada waktu yang sama, atau abadi dan berdiri sendiri. Diciptakan berarti terbatas, sehingga termasuk bagian dari ciptaan dan bukan Pencipta yang mutlak. Adalah hal yang tidak masuk akal bahwa sesuatu menciptakan dirinya sendiri dan sekaligus ada.
When we contemplate upon the Creator, we deduce that it can only be either of three things; Created by something else, Creator and created at one and the same time, or eternal self-subsisting. To be created means that it is limited and therefore part of the creation and therefore not the ultimate Creator. It is absurd that something can be creating itself and exist at the same time.
Oleh karena itu, Sang Pencipta hanya dapat bersifat kekal dan tidak bergantung pada apa pun, dalam waktu maupun ruang apa pun. Sifat kekal, atau sifat tak terbatas ini, tidak dapat sepenuhnya kita pahami; manusia terbatas dan tidak mampu memahami segala sesuatu. Jika kita mendengar ketukan di pintu, kita merasa yakin bahwa ada seseorang di balik pintu itu, tetapi kita tidak tahu siapa dia, kita hanya dapat menduga-duga. Menduga-duga tentang hakikat atau sifat Sang Pencipta tidaklah diperlukan, dan hanya akan sia-sia. Yang menjadi perhatian kita adalah membuktikan keberadaan Sang Pencipta, bukan menduga-duga tentang rincian sifat Sang Pencipta yang bagaimanapun juga berada di luar jangkauan kita.
Therefore the Creator can only be eternal and not dependant on anything in any time or space. This attribute of eternity, or of infinity cannot be fully perceived by us, man is limited and cannot perceive everything. If we hear a knock at the door, we have a strong feeling that there is someone behind the door, but we do not know who, we can only speculate. To speculate upon the essence or description of the Creator is not necessary, and can only be unproductive. We are concerned to prove the existence of a Creator, rather than speculate upon that Creators detailed description which is in any event beyond us.
Keinginan untuk memahami lebih dalam tentang sesuatu yang begitu penting dalam hidup kita adalah hal yang wajar. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu yang tidak dapat kita indera, dan kita tidak dapat mengindera sesuatu yang tak terbatas dan sepenuhnya mandiri, mengharuskan kita untuk hanya mencari data yang dapat diverifikasi dari Sang Pencipta itu. Berspekulasi tentang Sang Pencipta hanya dapat membawa kepada kesengsaraan dan kesesatan, karena yang tidak diketahui tidak dapat disimpulkan oleh akal kita yang terbatas.
The desire for greater understanding of something so important in our lives is only natural. To gain greater understanding of something we cannot perceive, and we cannot perceive something that is infinite and totally independent, requires that we seek only verifiable data from that Creator. To speculate about the Creator can only lead to misery and error as the unknown cannot be deduced by our limited minds.
Selanjutnya, kita belum membahas pertanyaan yang menyeluruh: apa itu manusia, kehidupan, dan alam semesta, apa yang ada sebelum kehidupan dan apa yang ada sesudahnya, serta bagaimana hubungan di antara semuanya. Jawaban atas pertanyaan yang menyeluruh ini akan menjadi dasar, atau akidah, bagi seluruh persoalan yang berkaitan dengan kehidupan, dan menjadi rujukan bagi seluruh sistem kehidupan kompleks yang diterapkan manusia: sistem sosial, ekonomi, politik, kebijakan luar negeri, peradilan, dan lainnya. Singkatnya, ini akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya, dan memberi kita arah menuju kemajuan yang sejati.
Further, we have not yet addressed the comprehensive question; of what is man, life, and the universe, what was before the life and what was after it, and what is the relationship between them all. The answer to this comprehensive question will act as the basis, or creed for all sub problems relating to life, and act as the reference for all the complex systems of life that man implements; social systems, economic, political, foreign policy, judicial, etc. In short this will explain mans very purpose in life, and give us direction for true progress.
Sejauh ini kita telah membahas keberadaan Sang Pencipta. Apa hubungan dengan Sang Pencipta? Dan bagaimana keterkaitan antara manusia, kehidupan, serta apa yang terjadi setelah penciptaan?
So far we have examined the existence of a Creator, what is the relationship with the Creator? and interrelationships with man, life, and what is after creation?