Pendahuluan
Introduction
Salah satu karunia yang telah Allah (swt) anugerahkan kepada Ummat Islam yang mulia adalah dijadikannya seluruh bumi ini suci, sebagai masjid dan mihrab agung bagi mereka, tempat Allah (swt) disembah di setiap sudutnya, baik di masjid-masjid, di pasar-pasar, di jalan-jalan, di sekolah dan universitas, di rumah-rumah, di perbatasan, dan sebagainya. Oleh karena itu, seluruh bumi adalah masjid, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: aku ditolong dengan rasa gentar (musuh) dari jarak satu bulan perjalanan; bumi dijadikan bagiku suci dan sebagai masjid, maka siapa pun dari umatku yang telah tiba waktu shalat, hendaklah ia shalat di mana pun ia berada; harta rampasan perang dihalalkan bagiku, padahal tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku; aku diberi syafa‘at; dan setiap nabi diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia.” Rasulullah ﷺ diutus kepada seluruh manusia, sebagaimana firman Allah (swt), “Dan Kami tidak mengutus engkau kecuali sebagai rasul kepada seluruh manusia.” [TMQ 34:28] Dan Allah (swt) telah mewajibkan atas Ummat Islam untuk membawa Islam sebagai jalan hidup kepada seluruh dunia, sebagaimana firman-Nya, “Demikianlah Kami telah menjadikan kamu umat yang adil agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia, dan Rasul menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” [TMQ 2:143] Oleh karena itu, salah satu kewajiban terpenting Ummat ini adalah berupaya menyebarkan dien Allah (swt), sebagaimana firman-Nya, “???” [TMQ : ] Hal ini dapat dicapai dengan memberikan kepemimpinan kepada dunia, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan dan menuntun mereka kepada cahaya, serta mengibarkan tinggi-tinggi panji Islam, yakni panji tauhid (keesaan Allah), keadilan dan keamanan, di atas segala sesuatu yang lain. Rasulullah ﷺ bersabda, "Islam itu tinggi dan tidak ada yang bisa mengungguli-nya." Dan karena bumi ini dimaksudkan sebagai masjid yang agung, sebagaimana disebutkan dalam hadis sebelumnya, maka umat hendaknya berupaya menyucikan bumi, masjid yang agung ini, serta menyampaikan risalah ke seluruh penjuru bumi, untuk membebaskan manusia dari penyembahan berhala dan manusia, menuju penyembahan dan pengikutan kepada Pencipta alam semesta, Allah (swt).
One of the many graces which Allah (swt) has bestowed upon the generous Muslim Ummah is the making of the whole earth pure, a mosque and a grand mihrab for her where Allah (swt) is worshipped in every single corner of it, whether in the mosques, in the markets, in the streets, or at schools and universities, in the houses, at the frontiers and so on. Therefore, the whole earth is a mosque, and this is indicated by the hadith reported by Bukhari and Muslim on the authority of Jabir ibn ‘Abdullah that the Messenger of Allah (saw) said, “I have been granted upon five things which were not granted to any other prophet before me: I have gained victory with awe from the distance of one month; the earth has been made sacred and pure and mosque for me, so whenever the time of prayer comes for anyone of you, he should pray wherever he is; the spoils of war have been made lawful for me, and these were never made lawful to anyone before; I have been granted shafa‘a (intercession); and every prophet was sent particularly to his own people, whereas I have been sent to all mankind.” The Messenger of Allah (saw) had been sent to all mankind, for Allah (swt) says, “And we have not sent you but as a Messenger to all mankind.” [TMQ 34:28] And Allah (swt) had made it an obligation upon the Muslim Ummah to carry Islam as a way of life to the whole world, for Allah (swt) says, “Thus We have made you into a just Ummah so that you can be witness against other nations, and the Messenger a witness over yourselves.” [TMQ 2:143] Therefore, one of the most important duties of this Ummah would be to work towards spreading the deen of Allah (swt), for He (swt) says, “???” [TMQ : ] This can be achieved by providing leadership to the world, in order to bring mankind out of the darkness and guide it to the light, and to fly high the banner of Islam, i.e. the banner of the tawheed (oness of Allah), of justice and security, above everything else. The Messenger of Allah (saw) said, “Islam stands highest and nothing else can stand above it.” And since the earth is meant to be a grand mosque, as mentioned in the hadith earlier, the Ummah should work towards purifying the earth, this grand mosque, and to carry the Message all over it, in order to lead people out of the worshipping of idols and people to the worshipping and the following the Creator of the universe, Allah (swt).
Karena pandangan Islam tentang kehidupan bersifat umum dan menyeluruh, maka masjid harus menjadi pusat dari seluruh kegiatan kehidupan yang positif dan konstruktif, demi membentuk generasi yang saleh.
Since Islam’s viewpoints in life are general and comprehensive, the mosques had to be at the heart of all life’s positive and constructive activities, in order to shape the righteous generations.
Oleh karena itu, merupakan kewajiban Negara Islam, dan perbuatan yang dianjurkan bagi seluruh kaum Muslim, untuk membangun masjid-masjid di seluruh dunia. Masjid-masjid ini akan berfungsi sebagai cabang dari masjid agung ini, menjadi batu loncatan untuk meluncurkan penyebaran Risalah dan penerapannya. Inilah sebabnya kita mendapati bahwa Al-Qur'an mendorong pembangunan masjid, menjadikannya sebagai tanda keimanan. Allah (SWT) berfirman, "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat..." [TMQ 9:18] Rasulullah ﷺ juga mendorong pembangunan masjid dan menjadikannya sangat menarik, dengan menekankan bahwa perbuatan itu berpahala. Diriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa membangun sebuah masjid karena Allah, mencari keridhaan Allah, maka Allah akan membalasnya dengan rumah di Surga." Pembangunan masjid merupakan titik awal bagi perluasan dan penaklukan Islam yang meliputi sebagian besar dunia, karena masjid memainkan peran vital dalam kehidupan umat Islam. Hal ini dapat dilihat dari teladan Rasulullah ﷺ, yang mulai membangun masjid segera setelah beliau ﷺ mendirikan Negara Islam di Madinah. Untuk menegaskan betapa besarnya peran masjid dalam membentuk masyarakat Islam, beliau ﷺ ikut serta secara langsung dalam pekerjaan pembangunannya. Masjid ini menjadi titik peluncuran menuju penerapan Islam secara praktis, baik dalam negara maupun masyarakat.
Therefore, it is the duty of the Islamic State, and a desirable act for all the Muslims to build mosques all over the world. These mosques would serve as branches for this grand mosque, acting as a springboard to launch the spreading of the Message and its implementation. This is why we find that the Qur’an exhorts the building of mosques, making it a sign of belief. Allah (swt) says, “The mosques of Allah shall be visited and maintained by such as believe in Allah and the Last Day, and establish regular prayers, and pay zakat.” [TMQ 9:18] The Messenger of Allah (saw) also encouraged the building of mosques and made it very appealing, stressing that it is a rewarding act. It has been reported on the authority of ‘Uthman ibn ‘Affan that the Messenger of Allah (saw) said, “He who builds a mosque for the sake of Allah, seeking the pleasure of Allah, Allah would reward him with a dwelling in Heaven.” The building of a mosque was the starting point to the expansion and the Islamic conquests which engulfed most of the world, as it plays a vital part in the life of the Muslim Ummah. This can be seen from the example of the Messenger of Allah (saw), who began to build a mosque as soon as he (saw) established the Islamic State in Madinah. To emphasise the great importance of the mosque in the shaping of the Islamic society, he (saw) took part in the building work personally. This mosque served as the launching point towards the practical implementation of Islam within both the State and society.
Masjid pertama sangat sederhana dan bersahaja; tiangnya terbuat dari batang pohon kurma dan dindingnya dari tanah liat. Namun masjid yang sederhana ini adalah madrasah pertama dalam dakwah Islam sekaligus markas Negara Islam. Di sanalah Rasulullah ﷺ membimbing para Sahabatnya, penghuni surga, yang kemudian mendisiplinkan para tiran. Di bangunan yang sederhana itu, beliau ﷺ mendidik kaum Muslimin dengan Islam, membersihkan jasad dan jiwa mereka, serta menjelaskan Kebenaran, yang fardu (wajib), yang mandub (sunnah yang dianjurkan), yang mubah (boleh), yang makruh (dibenci), dan yang haram (terlarang).
The first mosque was very modest and basic, its pillars were palm trees and its walls were made of clay, but this modest mosque was the first school of the Islamic campaign, and the headquarters of the Islamic State. It was the school where the Messenger of Allah (saw) instructed his Sahabah, the dwellers of Heaven, who disciplined the tyrants. In that modest building, he (saw) cultured the Muslims with Islam, he (saw) purified the bodies and the souls, and defined the Truth, the fard (obligations), the mandub (recommended), the mubah (permitted), the makruh (disliked) and the haram (forbidden).