Pendahuluan
Introduction
Amerika Serikat memulai abad ke-21 sebagai negara adidaya dunia yang tidak tertandingi. Secara global, Amerika Serikat menyentuh semua orang dengan berbagai cara, melalui Hollywood, teknologi AS seperti Microsoft, makanan cepat saji seperti McDonald's, minuman bersoda seperti Coca-Cola, media berita seperti CNN, media cetak seperti The New York Times dan International Herald Tribune, internet seperti Google dan Yahoo, serta keuangan seperti Wall Street. Selama lebih dari satu abad, Amerika Serikat telah mendominasi politik, ekonomi, kebijakan luar negeri, dan globalisasi.
The USA began the 21st century as the world’s unrivalled superpower. Globally the USA touched everyone in different ways, through Hollywood, US technology - Microsoft, fast food - MacDonald’s, fizzy drinks - Coca Cola, news media - CNN, print media - the New York Times, International Herald Tribune, internet - Google, Yahoo, and finance - Wall Street. For over a century the United States of America has dominated politics, economics, foreign policy and globalisation.
Ketika George W. Bush menjadi presiden Amerika Serikat pada tahun 2001, kaum Neokonservatif yang mengisi pemerintahannya berbicara tentang perlunya memproyeksikan kekuatan AS jauh ke abad berikutnya. Dalam "proyek untuk abad ke-21" mereka, mereka membicarakan komitmen internasional, hukum internasional, dan perjanjian global sebagai sesuatu yang menghambat keunggulan AS, dan menganggap AS tidak membutuhkannya karena AS adalah negara adidaya dunia.
When George W Bush became president of the US in 2001 the Neoconservatives, who filled his government, spoke of the need to project US power well into the next century. They spoke of international commitments, International law and global treaties in their ‘project for the 21st century,’ hindering US prowess and the US didn’t need them as it was the world superpower.
Pada tahun 2010 posisi Amerika Serikat di dunia sudah sangat berbeda. Peran Amerika di dunia kini dipertanyakan oleh rakyat Amerika sendiri. Perang melawan terorisme dan perang-perang yang menyusul telah menciptakan jurang pemisah, karena Amerika terus dibebani oleh dua perang yang kini telah berlangsung lebih lama daripada Perang Dunia II dan tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Cara Amerika berperilaku dalam perang-perang tersebut membuat banyak orang mempertanyakan pandangan mereka sebelumnya tentang peran global Amerika. Teluk Guantanamo, Abu Ghraib, penyerahan tahanan secara luar biasa (extraordinary rendition), penyiksaan, undang-undang antiterorisme, dan persidangan rahasia kini menjadi simbol Amerika, jauh berbeda dengan citra Hollywood, Hak Asasi Manusia, Demokrasi, dan Pasar Bebas yang melekat pada Amerika selama beberapa dekade terakhir.
In 2010 the US position in the world is very different. America’s role in the world is being questioned by the US public themselves. The war on terror and its subsequent wars have caused a fault line as the US continues to be consumed with two wars which have now lasted longer than WW2 and show little signs of ending anytime soon. US conduct in the wars has led to many questioning their previously held views on America’s global role. Guantanamo Bay, Abu Ghraib, extraordinary rendition, torture, anti-terror legislation and secret trials have now become symbols of America, a far cry from Hollywood, Human Rights, Democracy and the Free Market America was known for the last few decades.
Di Khilafah.com kami terus menerima banyak pertanyaan mengenai status Amerika Serikat: apakah ia akan tetap menjadi negara adidaya dunia? Banyak yang bertanya kepada kami apakah Amerika Serikat sedang mengalami kemunduran dan apakah ia berada di ambang digantikan sebagai negara adidaya. Banyak pula yang bertanya siapa kiranya yang akan menggantikan Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa selama beberapa dekade terakhir, bangkitnya India, kebangkitan kembali Rusia, Jerman yang sejak lama menjadi eksportir terbesar dunia, serta negara-negara seperti Brasil dan Turki, semuanya telah diajukan oleh berbagai pemikir sebagai calon kekuatan baru yang akan bersaing merebut takhta Amerika ketika hal yang tak terelakkan itu terjadi.
At Khilafah.com we continue to receive many questions regarding the status of the US, will it remain the world’s superpower? Many have asked us if the US is in decline and is it on the verge of being replaced as the words superpower. Many have also asked us who possibly will replace the US. China’s phenomenal economic growth in the last few decades, the rise of India, Russia’s resurgence, Germany for long the world’s largest exporter and countries such as Brazil and Turkey have all been proposed by various thinkers as possible emerging powers vying for America’s throne when the inevitable happens.
Dalam buku ini kami menilai status Amerika Serikat saat ini, bagaimana ia naik ke posisi sebagai negara adidaya dunia, dan menilai apakah kondisi tersebut sedang memburuk serta apakah benar Amerika Serikat akan berhenti menjadi negara adidaya dunia. Kami juga menilai kemungkinan penantang Amerika Serikat dan prospek mereka untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai negara adidaya, serta menilai tantangan dan rintangan yang dihadapi negara-negara tersebut dalam mencapai puncak kekuasaan itu.
In this book we asses the current status of the US, how it rose to the post of the world’s superpower and assess if such conditions are deteriorating and if indeed the US will cease to be the world’s superpower. We also assess the possible challengers to the US and their prospects at replacing the US as the superpower, we will also assess the challenges and obstacles such nations face in reaching such a zenith.
Adnan Khan 1 Rajab 1431
Adnan Khan 1st Rajab 1431
13 Juni 2010
13th June 2010