Nasionalisme Didefinisikan
Nationalism Defined
Konsep nasionalisme tidak dapat dipahami tanpa mempelajari cara manusia mengidentifikasi diri dan berhubungan satu sama lain dalam masyarakat. Kajian ini akan memungkinkan dilakukannya pembedaan antara berbagai bentuk pengelompokan dan nasionalisme.
The concept of nationalism cannot be understood without studying the way humans identify and relate to each other in society. This study will enable a differentiation to be made between various forms of grouping and nationalism.
Manusia dapat mengidentifikasi diri atau bergabung dalam kelompok berdasarkan:
Human beings can identify or group together on the basis of:
• Kecintaan terhadap tanah air atau negara tertentu - patriotisme • Suku, garis keturunan atau ras - nasionalisme • Agama - ikatan spiritual • Suatu isu tertentu - ikatan kepentingan • Suatu akidah - ikatan ideologis Patriotisme muncul ketika orang-orang bersatu karena kecintaan terhadap suatu negara. Ini merupakan bentuk persatuan yang timbul ketika negara tersebut berada di bawah ancaman dari luar, misalnya konflik militer dengan negara lain. Akibat dari ikatan ini, orang-orang dari latar belakang yang berbeda mengesampingkan perbedaan mereka untuk membentuk front bersama dalam mendukung pemerintah. Contoh klasik patriotisme terlihat selama apa yang disebut invasi Argentina ke Kepulauan Falkland. Opini publik di Britania Raya digalang melawan Argentina melalui mesin media, sehingga partai-partai politik dari berbagai haluan pun bersatu. Pesannya sederhana: “Kita berjuang untuk Ratu dan negara.” Persatuan yang berlandaskan patriotisme ini segera memudar setelah Kepulauan Falkland berhasil direbut kembali dari Argentina.
• Love of a particular land or a country - patriotism • Tribe, lineage or race - nationalism • Religion - spiritual bond • A particular issue - bond of interest • A creed - ideological bond Patriotism arises when people come together due to the love of a country. It is a form of unity that comes about when that particular country is under external threat e.g. military conflicts with other nations. The effect of this bond results in people of different backgrounds setting their differences aside to form a common front in support of the government. A classical example of patriotism was found during the so-called invasion of the Falkland Islands by Argentina. Public opinion in the United Kingdom was mobilised against Argentina through the media machinery, uniting political parties of all shades in the process. The message was simple: “We are fighting for Queen and country.” This unity, based on patriotism, soon evaporated after the Falkland Islands were captured from Argentina.
Kelemahan mendasar patriotisme sebagai dasar pemersatu manusia adalah bahwa ia hanya mempersatukan manusia untuk sementara, dan itu pun hanya ketika ancaman dari luar tampak mengintai di cakrawala. Oleh karena itu, patriotisme tidak memiliki peran apa pun di masa damai, sehingga ia tidak dapat menjadi dasar bagi persatuan yang permanen.
The inherent weakness of patriotism, as a basis of uniting people, is that it unites people temporarily, and only then if an external threat is looming in the horizon. Hence, patriotism has no role to play during peace time, and it cannot, therefore, be a basis of a permanent unity.
Nasionalisme adalah ikatan antara manusia yang didasarkan pada hubungan kekeluargaan, kesukuan, atau kesukuan besar.
Nationalism is a bond between people that is based upon family, clan or tribal ties.
Nasionalisme muncul di tengah masyarakat ketika pemikiran yang mendominasi di benak mereka adalah keinginan untuk meraih dominasi. Hal ini bermula dari keluarga, di mana salah seorang anggotanya menegaskan otoritasnya untuk mencapai kepemimpinan dalam urusan keluarga. Setelah hal itu tercapai, individu tersebut memperluas kepemimpinannya ke lingkup keluarga yang lebih luas. Dengan cara ini, keluarga-keluarga pun berupaya meraih kepemimpinan di tengah masyarakat tempat mereka tinggal. Tahap berikutnya adalah persaingan antarsuku, masing-masing berusaha mendominasi yang lain demi menikmati keistimewaan dan prestise yang datang bersama otoritas tersebut.
Nationalism arises among people when the predominant thought they carry is that of achieving domination. It starts from the family, where one member asserts his authority to achieve leadership in the affairs of the family. Once this is achieved, the individual extends his leadership to the wider family. In this way, the families would also try to achieve leadership in the community they reside in. The next stage is that of tribes competing with each other, all trying to dominate others in order to enjoy the privileges and the prestige that comes with this authority.
Nasionalisme tidak dapat mempersatukan umat, karena ia didasarkan pada upaya merebut kepemimpinan. Upaya merebut kepemimpinan ini menciptakan perebutan kekuasaan di antara masyarakat, dan hal itu menimbulkan konflik di antara berbagai lapisan masyarakat. Contoh perebutan kekuasaan dapat dengan jelas dilihat di banyak negara Muslim, seperti di Arab Saudi, di mana keluarga Saud meraih kepemimpinan atas yang lain dengan kekerasan, dan di Sind, Pakistan, di mana keluarga Bhutto memperoleh pengaruh besar melalui feodalisme.
Nationalism cannot unite the people because it is based on quest for leadership. This quest for leadership creates a power struggle between the people and this leads to conflicts among various strata of society. Examples of power struggles can be clearly seen in many Muslim countries, such as in Saudi Arabia where the Saud family has achieved leadership over others by force, and in Sind, Pakistan, where the Bhutto’s have secured massive influence through feudalism.
Kelemahan lain dari nasionalisme adalah bahwa ia memunculkan rasisme. Hal ini wajar terjadi jika orang-orang dibiarkan saling bersaing berdasarkan ras mereka. Sebagian orang kulit putih, misalnya, mungkin memandang diri mereka lebih unggul daripada orang kulit hitam, atau sebaliknya, sehingga menimbulkan polarisasi antar-ras dan masyarakat yang terpecah belah.
Another drawback of nationalism is that it gives arise to racism. This is expected if people are allowed to compete with each other on the basis of their race. Some whites, for example, may see themselves as superior to the blacks, or vice-versa, leading to polarisation of the races and a divided society.
Hukum Islam tentang nasionalisme disajikan di bagian akhir buku ini.
The Islamic verdict on nationalism is presented at the end of the book.
Ikatan spiritual adalah pengelompokan orang berdasarkan 'keyakinan agama' mereka, yang bukan merupakan keyakinan menyeluruh yang mencakup setiap aspek kehidupan. Contoh ikatan spiritual adalah ketika orang-orang saling mengidentifikasi diri satu sama lain atas dasar sebagai seorang Kristen, seorang Hindu, atau seorang Yahudi.
The spiritual bond is a grouping of people based on their ‘religious belief’ which is not a comprehensive belief covering every aspect of life. An example of a spiritual bond is when people identify with each other on the basis of being a Christian, a Hindu or a Jew.
Ikatan spiritual tidak mempersatukan manusia dalam perkara selain perkara akidah dan ibadah, sehingga ikatan ini terbatas dan tidak dapat menjadi dasar bagi persatuan yang langgeng.
Spiritual bond does not unite people on issues other than matters of belief and worships, hence it is limited and cannot be the basis of any lasting unity.
Cara lain orang berkelompok adalah atas dasar kepentingan bersama. Kelompok penekan (pressure group) adalah contoh pengelompokan semacam ini, di mana orang-orang bersatu karena suatu isu tertentu yang memengaruhi kehidupan mereka. Contoh kelompok tersebut pada masa lampau adalah kaum Suffragettes, dan yang lebih baru adalah Campaign for Nuclear Disarmament (CND), Anti-Nazi League, Farm Animal Welfare Council, dan sebagainya. Biasanya, setelah isu tersebut terselesaikan, pengelompokan jenis ini pun bubar.
Another way people group together is on the basis of some common interest. Pressure groups are an example of such groupings, where people unite over a particular issue which affects their life. Examples of such groups are the Suffragettes from the past and, more recently, the Campaign for Nuclear Disarmament (CND), Anti-Nazi League, Farm Animal Welfare Council and so on. Normally, once the issue has been resolved this type of grouping disappears.
Bersatu atas dasar kepentingan bersama tidak menyatukan orang-orang secara permanen, karena ketika persoalan itu selesai, orang-orang akan berpencar. Selain itu, orang dapat memiliki pendapat yang berbeda mengenai isu yang sama, sehingga menimbulkan benturan. Misalnya, sebagian orang mungkin mendukung penempatan senjata nuklir sebagai sarana keamanan, sementara yang lain, seperti anggota CND, menyerukan perlucutan senjata nuklir. Oleh karena itu, isu-isu bersama tidak memberikan landasan bagi persatuan yang permanen.
Uniting over common interest does not serve to unite people permanently because when the issue is resolved, people will disperse. Besides, people can hold different opinions over the same issue, thus leading to a clash. For example, some people may support the deployment of nuclear weapons as a means of security whilst others, like members of CND, will call for nuclear disarmament. Hence, common issues do not provide the basis of a permanent unity.
Cara terakhir yang dapat digunakan manusia untuk berkelompok adalah atas dasar ideologi. Ideologi adalah sebuah akidah yang menyediakan seperangkat aturan dan peraturan yang menjadi pedoman hidup manusia dan yang ia rujuk untuk memecahkan persoalan-persoalannya. Hal ini umumnya dikenal sebagai ikatan ideologis. Ikatan ini hanya memperhatikan akidah dan tidak memperhatikan hal lain selain akidah.
The final way in which people can group together is on the basis of an ideology. An ideology is a creed that provides a set of rules and regulations according to which man lives and which he refers to in order to solve his problems . This is commonly known as an ideological bond. It only takes into account the creed and nothing but the creed.
Warna kulit, ras, dan jenis kelamin tidak relevan. Ikatan semacam ini ditemukan di kalangan kaum Muslim, kaum Kapitalis, dan kaum Komunis.
Colour, race and gender are irrelevant. This type of bond is found amongst Muslims, Capitalists and Communists.
Ikatan ideologis adalah ikatan yang bersifat permanen karena lahir dari akidah, yaitu keyakinan intelektual yang berkaitan dengan makna kehidupan. Akidah tidak pernah dipengaruhi oleh warna kulit, ras, bahasa, kecintaan terhadap tanah air, atau persoalan-persoalan lokal. Oleh karena itu, ikatan inilah satu-satunya dasar bagi persatuan yang permanen. Islam menyerukan persatuan jenis ini, sebagaimana akan terlihat nanti dalam buku ini.
Ideological bond is a permanent bond because it arises from a creed, which is an intellectual conviction pertaining to the meaning of life. The creed is never influence by colour, race, language, love of a land or local issues. Hence, it is the only basis for permanent unity. Islam calls for this type of unity, as it will be seen later in the book.