Keutamaan Puasa
The Benefits Of Fasting
(4) Puasa mengandung banyak hikmah dan manfaat, yang berkaitan dengan takwa sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya (terjemahan maknanya): "… agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa." [al-Baqarah 2:183] Maksudnya, jika seseorang menahan diri dari hal-hal yang halal dengan harapan memperoleh ridha Allah dan karena takut akan azab-Nya, maka akan lebih mudah baginya untuk menahan diri dari melakukan hal-hal yang haram.
(4) There is much wisdom and many benefits in fasting, which have to do with the taqwa mentioned by Allaah in the aayah (interpretation of the meaning): “… that you may become al-muttaqoon (the pious).” [al-Baqarah 2:183] The interpretation of this is that if a person refrains from halaal things hoping to earn the pleasure of Allaah and out of fear of His punishment, it will be easier for him to refrain from doing haraam things.
Jika perut seseorang lapar, hal ini akan mencegah banyak anggota tubuhnya yang lain merasakan lapar atau keinginan; tetapi jika perutnya kenyang, lidah, mata, tangan, dan kemaluannya akan mulai merasa lapar. Puasa membawa kepada kekalahan Syaithan; ia mengendalikan syahwat dan melindungi anggota tubuh seseorang.
If a person’s stomach is hungry, this will keep many of his other faculties from feeling hunger or desires; but if his stomach is satisfied, his tongue, eye, hand and private parts will start to feel hungry. Fasting leads to the defeat of Shaytaan; it controls desires and protects one’s faculties.
Ketika orang yang berpuasa merasakan sakitnya lapar, ia merasakan bagaimana rasanya orang-orang miskin, sehingga ia menaruh belas kasihan kepada mereka dan memberi mereka sesuatu untuk menghalau lapar mereka. Mendengar tentang mereka tidak sama dengan ikut merasakan penderitaan mereka, sebagaimana orang yang berkendara tidak memahami beratnya berjalan kaki kecuali ia turun dan berjalan.
When the fasting person feels the pangs of hunger, he experiences how the poor feel, so he has compassion towards them and gives them something to ward off their hunger. Hearing about them is not the same as sharing their suffering, just as a rider does not understand the hardship of walking unless he gets down and walks.
Puasa melatih kemauan untuk menahan diri dari keinginan dan menjauhkan diri dari dosa; ia membantu seseorang untuk mengatasi watak dasarnya sendiri dan melepaskan dirinya dari kebiasaan-kebiasaannya. Puasa juga melatih seseorang untuk terbiasa hidup teratur dan tepat waktu, yang akan mengatasi masalah banyak orang yang tidak teratur, seandainya saja mereka menyadarinya.
Fasting trains the will to avoid desires and keep away from sin; it helps a person to overcome his own nature and to wean himself away from his habits. It also trains a person to get used to being organized and punctual, which will solve the problem that many people have of being disorganized, if only they realized.
Puasa juga merupakan wujud persatuan kaum Muslimin, karena umat Islam berpuasa dan berbuka pada waktu yang sama.
Fasting is also a demonstration of the unity of the Muslims, as the ummah fasts and breaks its fast at the same time.
Puasa juga memberikan kesempatan besar bagi mereka yang menyeru manusia kepada Allah. Pada bulan ini banyak orang datang ke masjid, ada yang datang untuk pertama kalinya, ada pula yang sudah lama tidak ke masjid, dan hati mereka terbuka. Maka kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan berdakwah secara lembut, memberikan pelajaran yang sesuai, dan mengucapkan kata-kata yang bermanfaat, sambil saling tolong-menolong dalam kebaikan dan amal saleh. Seorang dai janganlah terlalu sibuk dengan orang lain sehingga ia melupakan jiwanya sendiri, lalu menjadi seperti sumbu lilin yang menerangi jalan orang lain sementara dirinya sendiri terbakar habis.
Fasting also provides a great opportunity for those who are calling others to Allaah. In this month many people come to the mosque who are coming for the first time, or who have not been to the mosque for a long time, and their hearts are open, so we must make the most of this opportunity by preaching in a gentle manner, teaching appropriate lessons and speaking beneficial words, whilst co-operating in righteousness and good deeds. The dai’yah should not be so preoccupied with others that he forgets his own soul and becomes like a wick that lights the way for others while it is itself consumed.