8 Masyarakat
8 Society
50. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang di antara mereka timbul hubungan-hubungan yang tetap. Satu orang bersama orang lain hanya membentuk suatu kelompok. Namun, jika terjadi hubungan-hubungan yang tetap di antara individu-individu ini, maka mereka membentuk suatu masyarakat. Jika tidak timbul hubungan-hubungan yang tetap, maka mereka tetap menjadi kelompok dan tidak akan menjadi masyarakat. Yang menjadikan sekelompok manusia sebuah masyarakat adalah hubungan-hubungan yang tetap. Hubungan-hubungan ini timbul karena kepentingan mereka. Dengan demikian, kepentinganlah yang melahirkan hubungan; tanpanya tidak akan ada hubungan. Yang menentukan apakah hal-hal tersebut dipandang sebagai kepentingan atau kemudaratan adalah pandangan manusia terhadap kepentingan tersebut. Jika seseorang memandang suatu perkara sebagai kepentingan, maka hubungan itu timbul; jika tidak, maka hubungan itu tidak akan timbul. Jadi, konseplah yang menentukan apa yang merupakan kepentingan. Dengan demikian, konsep yang melahirkan hubungan. Karena konsep adalah makna dari pemikiran, pemikiranlah yang menentukan kepentingan, dan dengan demikian pemikiran melahirkan hubungan. Pemikiran bersama sekelompok manusia melahirkan pandangan bersama terhadap kepentingan, yang pada gilirannya melahirkan hubungan. Namun, pemikiran bersama saja tidak dapat melahirkan hubungan tanpa emosi bersama. Dengan kata lain, agar hubungan ini terjadi antara dua orang, mereka harus memandang kepentingan tersebut dengan rasa senang, yakni emosi mereka harus menyatu dalam pandangan terhadap kepentingan tersebut, dalam hal persetujuan, kemarahan, kesedihan, dan rasa sakit, di samping pemikiran bersama, sehingga kepentingan itu ada dan akibatnya hubungan itu timbul. Namun, pemikiran dan emosi bersama saja belumlah cukup; harus pula ada sistem bersama yang mengatur kepentingan-kepentingan ini sehingga hubungan itu ada. Dengan kata lain, mereka harus sepakat tentang cara memperlakukan kepentingan ini agar hubungan itu terwujud. Dengan demikian, agar hubungan antarmanusia dapat terjadi, harus ada pemikiran, perasaan, dan sistem yang menyatu. Ketika ketiga hal ini tidak ada, maka tidak ada hubungan. Oleh karena itu, masyarakat tersusun dari orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama, perasaan yang sama, dan satu sistem. Dengan demikian, masyarakat terdiri dari manusia, pemikiran, perasaan, dan sistem. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang memiliki hubungan yang tetap; namun hubungan-hubungan yang tetap ini dihasilkan oleh pemikiran, perasaan, dan sistem yang sama. Masyarakat terbentuk berdasarkan ketiga unsur ini; karena itu masyarakat satu dengan yang lain berbeda sesuai dengan perbedaan pemikiran, perasaan, dan sistemnya.
50. Society is a group of people amongst whom permanent relationships arise. One person together with another person constitutes only a group. However, if permanent relationships occur between these individuals they then form a society. If no permanent relationships arise then they remain as a group and will not become a society. What makes a group of people into a society are the permanent relationships. These relationships arise due to their interests. Thus, it is the interest that produces a relationship; without it there would be no relationship. What determines whether such interests are seen as interests or harms is the people’s view towards such an interest. If a person views a matter as an interest, then the relationship arises, if not then the relationship will not arise. So it is the concept that determines what constitutes an interest. Accordingly, it is the concept that produces the relationship. Since concepts are the meanings of thoughts, thoughts are what determine the interest, and accordingly thoughts produce the relationship. The common thoughts of a group of people produce a common viewpoint towards the interest, which in turn produces a relationship. However, common thoughts on their own cannot produce relationships without common emotions. In other words, in order for this relationship to take place between two people, they must view the interest with pleasure, i.e. their emotions must be united in their viewpoint towards the interest, in terms of approval, anger, sadness and pain, in addition to the common thoughts, so that the interest exists and consequently the relationship arises. However, common thoughts and emotions on their own are still not enough; there must also be a common system that treats these interests so that a relationship exists. In other words, they must agree on the manner of treating this interest so that a relationship exists. Thus, for a relationship to take place between people there must be united thoughts, emotions and a system. When these three things do not exist there is no relationship. Therefore, society is composed of people who have common thoughts, common emotions and a single system. Thus, a society comprises of people, thoughts, emotions and systems. It is a group of people who have permanent relations; however these permanent relationships have been produced by common thoughts, emotions and systems. It is according to these three elements that societies are formed; hence societies differ from each other according to the difference in thoughts, emotions and systems.
51. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang hubungan-hubungannya sesuai dengan pemikiran, perasaan, dan sistem Islam. Dengan kata lain, hubungan yang timbul antara sesama Muslim, dan antara Muslim dengan pihak lain, harus sesuai dengan akidah Islam dan hukum-hukum Syari'ah. Keberadaan kaum Muslim semata, tanpa adanya pemikiran, perasaan, dan sistem Islam dalam hubungan mereka, tidak menjadikan masyarakat tersebut sebagai masyarakat Islam. Sebaliknya, pemikiran, perasaan, dan sistem yang mengatur hubungan mereka harus merupakan pemikiran, perasaan, dan sistem Islam. Bahwa pemikiran, perasaan, dan sistem yang mengatur hubungan harus bersifat Islami merupakan syarat mendasar bagi suatu masyarakat untuk menjadi masyarakat Islam. Tidak cukup bagi masyarakat hanya beranggotakan kaum Muslim; pemikiran, perasaan, dan sistemnya juga harus bersifat Islami, karena masyarakat tersusun dari pemikiran, perasaan, dan sistem. Oleh karena itu, masyarakat tempat kaum Muslim hidup dewasa ini, di seluruh wilayah dunia, bukanlah masyarakat Islam, meskipun penduduknya beragama Islam. Hal ini karena tidak semua hubungan berjalan sesuai dengan pemikiran, perasaan, dan sistem Islam. Bahkan negara-negara yang masih menyelesaikan sengketa di peradilan berdasarkan ahkaam syar'iyyah pun bukanlah masyarakat Islam, karena mereka tidak menjalankan hubungan-hubungan lainnya sesuai dengan pemikiran dan hukum Islam. Agar suatu masyarakat menjadi masyarakat Islam, diperlukan agar seluruh hubungan berjalan sesuai dengan Akidah Islam dan hukum-hukum Syari'ah.
51. The Islamic society is the society in which the relationships are according to the Islamic thoughts, emotions and systems. In other words, the relationships that arise between the Muslims, and between the Muslims and others are according to the Islamic ‘aqeedah and the Sharee’ah rules. The mere presence of Muslims, without the presence of the Islamic thoughts, emotions and systems in their relationships, does not make the society an Islamic society. Rather the thoughts, emotions and systems that control their relationships must be Islamic thoughts, emotions and systems. The fact that the thoughts, emotions and systems that control the relationships must be Islamic is a fundamental condition for a society to be Islamic. It is not enough for the people to be Muslims; rather the thoughts, emotions and systems must also be Islamic, since society is comprised of thoughts, emotions and systems. Consequently, the society in which Muslims live today, in all regions of the world, is not an Islamic society, though the people are Muslims. This is because not all of the relationships proceed according to Islamic thoughts, emotions and systems. Even the countries that still settle disputes in judiciary according to the ahkaam shar’iyyah are not an Islamic society, because they do not conduct other relationships according to the thoughts and rules of Islam. It is necessary that all the relationships proceed according to the Islamic ‘Aqeedah and the Sharee’ah rules, in order that a society be an Islamic society.
52. Metode untuk mengubah masyarakat non-Islam tempat kaum Muslim hidup saat ini menjadi masyarakat Islam adalah dengan mengubah seluruh hubungan sekaligus, yakni menurut metode radikal dan bukan dengan gradualisme. Hal ini terjadi dengan menghapus seluruh hubungan yang ada sekarang dan menggantinya dengan hubungan Islami sekaligus dalam satu langkah. Perubahan ini dimulai dari sistem pemerintahan, dan pada saat yang sama bergerak ke sistem-sistem lainnya. Tindakan pertama haruslah menghancurkan secara total struktur pemerintahan yang ada, lalu menggantinya dengan struktur pemerintahan Islam. Struktur pemerintahan itu akan mewajibkan rakyat untuk mengikuti pemikiran dan hukum-hukum Islam, serta mewajibkan kaum Muslim untuk mengatur perbuatan mereka sesuai perintah dan larangan Allah ﷻ? Kriteria dalam menilai suatu perkara adalah halal dan haram. Perubahan ini diwujudkan melalui pengarahan dan penerapan sanksi. Dengan demikian, negara mengingatkan kaum Muslim akan Islam dan menjelaskan kepada seluruh rakyat pemikiran dan hukum-hukum Islam. Pada saat yang sama, negara menjatuhkan hukuman kepada mereka yang melanggar syariat melalui hudud, jinayat, dan ta'zir (hukuman diskresioner). Namun, agar kaum Muslim mematuhi pemikiran dan hukum-hukum Islam, negara bertumpu pada keyakinan mereka, yaitu pada motivasi internal. Jika dorongan internal ini tidak ada, negara akan menempuh jalan paksaan dan penerapan hukuman, demi menjamin kepatuhan.
52. The method to change a non-Islamic society in which Muslims live today and create an Islamic society is to change all the relationships at one time, i.e. according to a radical method and not by gradualism. This takes place by abolishing all present relationships and replacing them with Islamic relations all in one go. This will begin with the ruling system and then at the same time move to the rest of the systems. The first action should be to completely destroy the existing ruling structure, replacing it with the Islamic ruling structure. The ruling structure will oblige the people to follow the thoughts and rules of Islam and oblige the Muslims to organise their actions according to the orders and prohibitions of Allah ? The criteria for judging matters will be the Halaal and the Haraam. It proceeds in generating this change through direction and implementing punishments. So it reminds the Muslims of Islam and explains to all the people the thoughts and rules of Islam. At the same time, it punishes those who contravene the Sharee’ah by Hudood, Jinayaat and Ta’zeer (discretionary punishment). But to make the Muslims comply with the thoughts and rules of Islam, it relies on their belief, i.e. on the internal motivation. If this internal incentive does not exist, the state will resort to force and implementing punishment, so as to insure compliance.