Pendahuluan
Introduction
Sesungguhnya segala puji dan syukur hanya milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan Rasul-Nya, semoga shalawat dan keberkahan Allah tercurah kepadanya ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga Hari Kiamat.
Indeed, all praise and thanks are due to Allaah. We praise Him; seek His help and His forgiveness. We seek protection from Him from the evils of our own souls and from our bad deeds. Whomever Allaah guides, no one can misguide him, and whomever He sends astray, there is no other guide for him. I testify that nothing has any right to be worshipped except Allaah alone, having no partner, and I testify that Muhammad is His servant and Messenger-may the peace and blessings of Allaah be upon him, his family, companions and those who follow them in goodness until the Day of Judgment.
Saya siap menerjemahkan. Silakan kirimkan teks yang ingin diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
To proceed:
Ini adalah penjelasan singkat tentang Doa Qunut, atau doa yang dibaca dalam shalat Witir. Penjelasan ini disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, semoga Allah merahmatinya, dalam kajian-kajian yang beliau sampaikan di Masjid Pusat di Mekah (al-Masjid al-Haram) pada bulan Ramadhan yang penuh berkah.
This is a concise explanation of the Du’aa, or supplication that is said during the Witr prayer.2 This explanation was given by Shaykh Muhammad Ibn Saalih al-‘Uthaymeen, may Allaah have mercy on him, during his lectures which he used to present in the central mosque in Mecca (al-Masjid al-Haraam) during the blessed month of Ramadhaan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada asy-Syaikh Muhammad bin Shalih bin Muhammad al-Harbi, semoga Allah memberinya balasan kebaikan, karena telah memeriksa kitab ini bersama Syaikh yang mulia, penulisnya—semoga Allah merahmatinya—serta karena perhatiannya terhadap penerbitan cetakan pertamanya pada tahun 1417 H. Semoga Allah memberinya balasan atas hal ini.
Thanks is given to ash-Shaykh Muhammad bin Saalih bin Muhammad al-Harbee may Allaah reward him with good for reviewing it over with his eminence, the Shaykh, the author-may Allaah have mercy upon him-as well as his looking after its first printed publication in the year 1417-may Allaah reward him for this.
Demi menyebarkan manfaat dari penjelasan sederhana ini, dan setelah membandingkan naskah tertulis yang telah ditinjau dan dijadikan rujukan oleh Syaikh yang mulia, penulis kitab ini—semoga Allah merahmatinya—maka dimudahkanlah bagi Lajnah ‘Ilmiyyah (Komite Riset Keilmuan) untuk menggabungkan secara tersendiri risalah ini dan menerbitkannya kembali disertai fatwa yang diberikan oleh Syaikh yang mulia—semoga Allah merahmatinya—mengenai dua pertanyaan yang berkaitan dengan topik tersebut.
For the sake of spreading benefit of this simple explanation, and after comparing the written copy that was reviewed and relied upon by his eminence, the Shaykh, the authormay Allaah have mercy upon him, then facilitated for the Lajnah ‘Ilmiyyah (The Committee of Scholarly Research) to combine distinctly this treatise and reinstate it’s publication with a fatwa given by his eminence-may Allaah have mercy upon himconcerning two questions related to the topic.
Kami memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi agar menjadikan amal ini semata-mata untuk Wajah-Nya yang Mulia, sebagai manfaat bagi hamba-hamba-Nya, dan agar Dia memberi balasan terbaik kepada Syaikh kami yang mulia, sang Penulis, sebagai tambahan bagi Islam dan kaum Muslimin, serta menempatkannya untuk tinggal di surga-Nya yang luas. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Dekat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga shalawat, salam, dan keberkahan tercurah kepada Nabi kami Muhammad ﷺ, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
We ask Allaah Most High to place this action purely for His Noble Face, as a benefit to His servants, and that He reward his eminence, Our Shaykh, the Author in addition to Islaam and the Muslims, with the best of rewards, and that He place him to dwell in His spacious paradise, Verily He is All Hearing, All Near. All praise is to Allaah, Lord of all the worlds, and may the salutations, peace, and blessings be upon our Prophet Muhammad as well as his family and all of his companions.
Al-Lajnah al-‘Ilmiyyah untuk Yayasan Amal Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.
Al-Lajnah al-‘Ilmiyyah for the ash-Shaykh Muhammad bin Saalih al-Uthaymeen Charitable Organization.
Ceramah ini disediakan oleh Yayasan Amal Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin. Untuk informasi lebih lanjut, atau untuk mendengarkan atau membaca (dalam bahasa Arab) lebih banyak dari Syaikh Ibnu al-‘Utsaimin, silakan kunjungi:
1 This lecture was provided by the Muhammd Ibn Saalih al-‘Uthaymeen Charitable Foundation. For more information or to listen or read (in Arabic) more from Shaykh Ibn al-‘Uthaymeen, please visit:
http://www.ibnothaimeen.com/index.shtml.
http://www.ibnothaimeen.com/index.shtml.
2 Shalat Witir atau shalat "ganjil" adalah shalat terakhir yang boleh dikerjakan pada malam hari, sebelum Shalat Subuh, yang terdiri dari jumlah rakaat yang ganjil. Nabi ﷺ terkadang membaca doa Qunut sambil berdiri ketika shalat Witir. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, dan terkadang melakukannya sebelum rukuk atau sesudah rukuk.
2 The Witr or “Odd” prayer is the last prayer one may pray at night, before the Morning Prayer, consisting of an odd number of Raka’hs, or units of prayer. The Prophet () used to say the Du’aa of Qunoot sometimes while standing during the Witr prayer. He would raise his hands while supplicating and would sometimes do it before bowing or after bowing.