Doa
The Du’aa
Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits dari al-Hasan bin 'Ali ( ) bahwa beliau berkata:
Aboo Daawood recorded a Hadeeth from al-Hasan Ibn ‘Alee ( ) that he said:
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku beberapa kalimat untuk diucapkan dalam doa Qunut pada shalat Witir.
Allaah’s Messenger () taught me some words to say3 during the Qunoot of the Witr prayer:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, sembuhkanlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau sembuhkan, peliharalah aku sebagai wali bersama orang-orang yang telah Engkau pelihara, berkahilah bagiku apa yang telah Engkau berikan, dan lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau cintai tidak akan pernah terhina, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan pernah mulia. Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Engkau Maha Tinggi (dari segala kekurangan).”4
“O Allaah, guide me with those You have guided, heal me with those You have healed, care for me as a companion with those You have cared for, bless me in what You have given, and protect me from the evil of what You have decreed. Indeed, You decree while no one decrees against You. Whomever You show loyalty towards will never be humiliated, and whoever You show enmity towards will never be honored. Blessed are You, our Lord, and You are exalted far above (any deficiencies).”4
3 Untuk memudahkan hafalan doa ini, dua halaman terakhir dokumen ini memuat teks Arab serta transliterasi dan terjemahan maknanya dalam Bahasa Inggris dengan format sederhana per baris.
3 In order to facilitate the memorization of this Du’aa, the final two pages of this document contain the Arabic text as well as the transliteration and English meanings in a simple, line-by-line format.
4 Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1425, 1426) dan al-Albani menyatakan bahwa hadis ini sahih dalam kitab "Shahih Sunan Abi Dawud" (no. 1263). Hadis ini juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 467) – "Shahih Sunan at-Tirmidzi" (no. 411), dan oleh an-Nasa'i (no. 1745, 1746) – "Shahih Sunan an-Nasa'i" (no. 1647). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad (1/199) dan ad-Darimi. Syaikh Ahmad Syakir juga menyatakan bahwa hadis ini sahih dalam catatan kakinya terhadap "Sunan at-Tirmidzi."
4 This Hadeeth is recorded by Aboo Daawood (no. 1425, 1426) and al-Albaanee said it is authentic in “Saheeh Sunan Abee Daawood” (no. 1263). It is also recorded by At-Tirmidhee (no. 467) – “Saheeh Sunan at- Tirmidhee” (no. 411), and by an-Nasaaee’ (no. 1745, 1746) – “Saheeh Sunan an-Nasaaee” (no. 1647). The Hadeeth is also recorded by Ahmad (1/199) and ad-Daarimee. Shaykh Ahmad Shaakir also said it is authentic in his notes of “Sunan at-Tirmidhee.”