Sawm
Sawm
Yaitu menahan diri seharian penuh di bulan Ramadhan dengan niat berpuasa dari segala hal yang membatalkan puasa.
It is to abstain whole day during the month of Ramadhan with the intention of fasting from all things that invalidate the Sawm.
Siapa yang Wajib Berpuasa
Who Should Fast
Puasa (sawm) itu wajib bagi setiap Muslim yang berakal dan telah baligh, yang mampu menjalankannya serta suci dari haid dan nifas.
Sawm is Wajib for every sane and adult Muslim who is capable and cleansed from Haidh and Nifaas.
Kapan Mulai Berpuasa
When To Begin With Fasting
Ketika tiga puluh hari bulan Sya'ban telah genap atau hilal Ramadhan telah terlihat, maka puasa wajib dilaksanakan mulai keesokan harinya.
When the thirty days of Sha’baan month completes or the new moon of Ramadhaan is sighted, the Sawm should be observed from the next day.
Faktor-Faktor yang Membatalkan Puasa
Factors That Invalidate Sawm
1. Muntah dengan sengaja
1. To vomit intentionally
2. Mencapai sesuatu ke tenggorokan melalui mulut atau hidung
2. To reach something to the throat through mouth or nose
3. Melakukan hubungan seksual
3. To have sexual intercourse
4. Melakukan masturbasi
4. To masturbate
5. Menjalankan masa haid bulanan
5. To observe monthly period
6. Mengeluarkan darah setelah melahirkan
6. To discharge blood after birth
7. Murtad
7. To apostatize
Orang-Orang yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa
People Who Are Permitted Not To Keep Sawm
1. Orang sakit yang khawatir puasa dapat menyebabkan bahaya serius baginya.
1. A sick person who fears that fasting may cause serious harm to him.
2. Orang yang bepergian jauh.
2. One who sets for a long journey.
3. Wanita hamil atau menyusui yang khawatir bahwa berpuasa dapat menimbulkan bahaya serius bagi dirinya sendiri atau bagi bayinya.
3. A pregnant or breastfeeding woman who fears that fasting may cause serious harm to her own self or to the baby.
4. Orang yang terlalu tua untuk berpuasa.
4. One who is too old to observe Sawm.
Qadhaa Puasa yang Terlewat
Qadhaa Of Missed Sawm
Orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa hanya wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya di kemudian hari. Namun wanita hamil dan wanita menyusui wajib mengqadha dan membayar fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, yang besarnya sama dengan zakat fitrah, apabila mereka tidak berpuasa karena khawatir akan membahayakan anak-anak mereka. Orang yang sudah terlalu tua untuk berpuasa atau yang sakitnya tidak kunjung sembuh, maka orang tersebut wajib membayar fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkannya.
One who is permitted not to keep Sawn should make only Qadhaa of the missed Sawm later. But pregnant and breastfeeding woman should make Qadhaa and give Fidyah for every Sawm equal to that of Zakaatul Fitr when they do not fast because of the fear of harm to their children. One who is too old to observe fast or too sick to get recovery then such a person should give Fidyah for every Sawm.
Sunnah Puasa
Sunnah Of Sawm
1. Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa
1. To make delay in partaking of Sahoor and make fast in breaking the Sawm
2. Berbuka puasa dengan kurma atau air
2. To make Iftaar with dates or water
3. Menahan diri dari perkataan yang menyakitkan
3. To refrain from offensive talk
4. Memberi sedekah dan membaca Al-Qur'an yang Mulia sebanyak mungkin
4. To give Sadaqah and recite the Glorious Qur’aan as much as possible
Membatalkan Puasa dengan Hubungan Seksual
Invalidating Sawm By Sexual Intercourse
Orang yang membatalkan puasanya dengan melakukan hubungan seksual wajib mengqadha dan membayar kaffarah atas puasa tersebut.
One who invalidates the Sawm by making sexual intercourse must make both Qadhaa and Kaffaraah of that Sawm.
Kaffarah
Kaffaarah
Membebaskan seorang budak perempuan Muslim. Jika seseorang tidak mampu melakukannya, hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu juga, hendaklah ia memberi makan enam puluh orang miskin atau memberi setiap orang (2) kg makanan pokok.
It is to set free a Muslim maid slave. If one cannot afford the one should observe Sawm for two months continuously. If not then one should feed sixty poor or give every one (2) kg of the normal food.
Hari-Hari yang Diharamkan untuk Berpuasa
Days Prohibited To Fast
1. Hari Raya Idul Fitri
1. Day of Eidul Fitr
2. Hari Raya Idul Adha dan Hari-hari Tasyrik; 3 hari setelah Idul Adha
2. Day of Eidul Adhaa and Days of Tashreeq; 3 days following Eidul Adhaa
3. Hari yang meragukan dan paruh kedua bulan Sya'ban, kecuali bagi orang yang memiliki kebiasaan berpuasa sebelumnya dan hari yang meragukan atau paruh kedua bulan Sya'ban jatuh pada hari yang biasa ia berpuasa.
3. Day of doubt and the second half of Sha’baan, except one who has a past habit of fasting and the day of doubt or second half of Sha’baan fall under the day he is habitual of fasting.
Hari-Hari yang Dianjurkan untuk Berpuasa
Days Recommended To Fast
1. Setiap hari Senin
1. Every Monday
2. Setiap Hari Kamis
2. Every Thursday
3. Tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas setiap bulan Hijriah
3. Thirteenth, fourteenth and fifteenth of each lunar month
4. Enam hari (puasa Syawal) diikuti dengan hari Idul Fitri
4. The six days followed by the day of Eidul Fitr
5. Hari Arafah – 9 Dzulhijjah
5. The day of Arafah-9th of Dhul-Hijjah
6. Hari 'Asyura — tanggal 10 Muharram — yang didahului atau diikuti oleh satu hari
6. The day of Ashuraah-10th of Muharram preceded or followed by a day
Puasa Atas Nama Orang yang Telah Meninggal
Sawm On Behalf Of A Dead Person
Barangsiapa meninggal dunia tanpa mengqadha puasa yang telah ia tinggalkan, maka ahli warisnya atau kerabat dekatnya wajib memberi makan enam puluh orang miskin atau berpuasa atas namanya. Orang yang telah mendapat izin dari si mayit atau ahli warisnya untuk berpuasa diperbolehkan berpuasa atas nama almarhum.
One who dies without making Qadhaa of the Sawm which he has missed, the heirs or close relatives must feed sixty poor or keep fast on his behalf. A person who has got permission from the deceased or his heirs to fast is permitted to fast on behalf of the demised.
Pertanyaan
Questions
1. Apa arti dari Sawm?
1. What is the meaning of Sawm?
2. Kepada siapakah kewajiban itu berlaku?
2. On whom is it Wajib?
3. Kapan sebaiknya hal itu dimulai?
3. When should it be commenced?
4. Apa saja hal-hal yang membatalkan puasa (Sawm)?
4. What are the factors that invalidate the Sawm?
5. Siapa saja yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa?
5. Who are permitted not to keep Sawm?
6. Siapa yang wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan?
6. Who should make the Qadhaa of missed Sawm?
7. Apa saja Sunnah-sunnah puasa (Sawm)?
7. What are the Sunnah of Sawm?
8. Apa hukum membatalkan puasa dengan berhubungan seksual?
8. What is the ruling concerning breaking the Sawm by sexual intercourse?
9. Apa itu Kaffaraah?
9. What is Kaffaraah?
10. Hari-hari apa saja yang diharamkan untuk berpuasa?
10. Which days are prohibited to fast?
11. Hari-hari apa saja yang dianjurkan untuk berpuasa?
11. Which days are recommended to fast?
12. Apa hukum berpuasa atas nama orang yang telah meninggal?
12. What is the ruling concerning fasting on behalf of a dead person?
Referensi: Umar Abdul Jabbaar - Elements of Shaafi Fiqh
Reference: Umar Abdul Jabbaar - Elements of Shaafi Fiqh