Hari pertama Haji di Mina
The 1st day of Hajj in Mina
HARI PERTAMA HAJI. 8 Dzulhijjah.
THE FIRST DAY OF HAJ. 8th ZIL HAJ.
Pada hari ini, setelah matahari terbit, seluruh Hujjaj akan pergi ke Mina setelah berada dalam keadaan Ihram untuk haji.
On this day, after sunrise, all Hujjaaj will go to Mina after being in the state of Ihraam for Haj.
1) Orang yang melakukan ifrad dan orang yang melakukan qiran keduanya sudah memakai ihram mereka.
1) The mufrid and the Qaarin will both have their Ihraams on already.
2) Kaum Mutamatti' dan mereka yang tinggal di Makkah semuanya akan memakai pakaian Ihram mereka untuk Haji pada hari ini. Disunnahkan untuk mandi (ghusl) sebelum memakai pakaian Ihram. Setelah itu hendaknya seseorang shalat dua rakaat Ihram, berniat untuk Haji, kemudian membaca Talbiyah. Seseorang telah memasuki keadaan Ihram setelah membaca Talbiyah. Sejak saat ini, seluruh larangan Ihram yang telah disebutkan sebelumnya berlaku.
2) The Mutamatti and those residing in Makkah will all adorn their Ihraams for Haj on this day. It is Sunnat to take ghusl before adorning the clothes of Ihraam. Thereafter one should read two rakaats of Ihraam and make the intention for Haj and then recite the Talbiyaah. One has entered the state of Ihraam after reading the Talbiyaah. From this moment, all the previously mentioned prohibitions of Ihraam apply.
Dalam keadaan waspada ini, lanjutkan perjalanan ke Mina. Mina berjarak sekitar tiga mil dari Makkah Mukarramah. Mina adalah padang luas yang terletak di antara dua gunung. Seseorang hendaknya tetap berada di Mina sejak waktu Zuhur pada tanggal delapan Zulhijah hingga pagi hari tanggal sembilan Zulhijah. Melaksanakan lima salat di Mina dan bermalam di Mina adalah sunnah.
In this state of caution proceed to Mina. Mina is about three miles away from Makkah Mukarramah. It is a wide field between two mountains. One should remain in Mina from Zuhr time on the eighth of Zil Haj upto the morning of the ninth of Zil Haj. To perform five salaats in Mina and to stay the night in Mina is Sunnat.
Jika seseorang bermalam di Makkah atau berangkat ke Arafah pada malam ini, maka hal itu makruh.
If one stayed the night in Makkah or went ahead to Arafaat on this night, then it is Makrooh.
Pada hari ini, setelah matahari terbit, seluruh Hujjaj akan pergi ke Mina setelah berada dalam keadaan Ihram untuk Haji.
On this day,after sunrise,all Hujjaaj will go to Mina after being in the state of Ihraam for Haj.
1) Orang yang melakukan ifrad dan orang yang melakukan qiran keduanya sudah memakai ihram mereka.
1) The mufrid and the Qaarin will both have their Ihraams on already.
Para mutamatti' dan orang-orang yang bermukim di Makkah akan mengenakan ihram mereka untuk haji pada hari ini.
2) The Mutamatti and those residing in Makkah will all adorn their Ihraams for Haj on this day.
Termasuk sunnah untuk mandi (ghusl) sebelum mengenakan pakaian ihram.
It is Sunnat to take ghusl before adorning the clothes of Ihraam.
Setelah itu, hendaknya seseorang shalat dua rakaat Ihram, berniat untuk haji, lalu membaca Talbiyah. Seseorang telah memasuki keadaan Ihram setelah membaca Talbiyah. Sejak saat ini, seluruh larangan Ihram yang telah disebutkan sebelumnya berlaku.
Thereafter one should read two rakaats of Ihraam and make the intention for Haj and then recite the Talbiyaah. One has entered the state of Ihraam after reading the Talbiyaah. From this moment, all the previously mentioned prohibitions of Ihraam apply.
Dalam keadaan waspada ini, lanjutkan perjalanan ke Mina. Mina berjarak sekitar tiga mil dari Makkah Mukarramah. Mina adalah padang luas yang terletak di antara dua gunung. Seseorang hendaknya tetap berada di Mina sejak waktu Zuhur pada tanggal delapan Zulhijah hingga pagi hari tanggal sembilan Zulhijah. Melaksanakan lima salat di Mina dan bermalam di Mina adalah sunnah.
In this state of caution proceed to Mina. Mina is about three miles away from Makkah Mukarramah. It is a wide field between two mountains. One should remain in Mina from Zuhr time on the eighth of Zil Haj upto the morning of the ninth of Zil Haj. To perform five salaats in Mina and to stay the night in Mina is Sunnat.
Jika seseorang bermalam di Makkah atau berangkat ke Arafah pada malam ini, maka hal itu makruh.
If one stayed the night in Makkah or went ahead to Arafaat on this night, then it is Makrooh.
Cobalah menggunakan fasilitas toilet pada waktu yang tidak ramai. Air dari keran toilet yang telah membuat Anda bersih setelah buang air kecil dan besar juga dapat digunakan untuk berwudhu. Bantulah orang di depan Anda di jalur wudhu dengan memegang kain ihram, jam tangan, kacamata, dan sebagainya miliknya. Jangan menyerobot antrean, tetapi biarkan kasus-kasus darurat untuk didahulukan. Jika antrean wudhu sangat panjang dan waktu salat hampir habis, dianjurkan untuk hanya melakukan fardhu wudhu saja. Sebagian besar fasilitas di sepanjang jalan yang terhubung dengan kemah-kemah kami mudah dijangkau dan lebih sepi.
Try to use the toilet facilities in non-busy times. The water in the toilet tap which has made you clean after passing urine and stool can be used for wudhu also. Aid the one in front of you in the wudhu lane, hold his Ihraam cloth, watch, specs etc. Do not jump the queue, but rather allow the emergency cases to go through. If the queue for wudhu is very long and the time of Salaat is running out encouragement towards making only the Fardh of wudhu should be given. Most of the time the facilities along the road attached to our camps are easily accessible and quiet.
Para wanita dan mereka yang kesulitan berpindah dari satu tempat ke tempat lain sebaiknya diajari cara pergi dan kembali dari area tenda/toilet. Jika Anda keluar dari area tenda Afrika Selatan, pergilah dalam kelompok, buat penanda di dalam pikiran, dan hindari hal ini ketika sedang ramai di luar.
The ladies and those who have difficulty in moving from one spot to another should be taught how to go to and from the tent/ toilet areas. If you go outside the South African tent area, go in groups, make mental markers and avoid this when there is a rush outside.
Hindari waktu-waktu yang berpotensi terjadi desakan (stampede), seperti sebelum dan sesudah waktu awal maupun akhir pelaksanaan lempar jamarat.
Avoid times of possible stampede occurrences like before and after early/late times of stoning jamaraats.
Atur kelompoknya, dan jika memungkinkan, undang seorang alim yang terpercaya untuk memberikan ceramah setelah setiap shalat. Jangan buang-buang waktumu, dan perbanyaklah membaca Talbiyah.
Organise the group, get a reliable Aalim to lecture after every Salaat, if possible. Do not waste your time, read Talbiyyah a lot.
Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan berzikir. Hindarilah makan berlebihan, berbicara berlebihan, bergosip, menggunjing, bertengkar, berselisih, membuang-buang dan menyia-nyiakan makanan, berebut masuk ke toilet atau bus, berteriak tanpa keperluan, dan sebagainya. Kantong kesabaranmu dapat digunakan di sini.
Make Quraan Tilaawat and zikr. Avoid, over eating, over talking, gossiping, back biting, fighting, quarrelling, dashing and wasting the food, pushing to get into the toilet or busses, shouting unnecessarily etc Your bags of patience can be used here.
Jangan membahayakan, menyakiti, atau melukai siapa pun, dan jangan biarkan orang lain membahayakanmu.
Do not harm, hurt or injure anyone and do not let others harm you.
Jangan khawatir tentang apa yang dimakan dan diminum oleh kelompok lain.
Do not worry about what other groups are eating and drinking.
Banyak orang membuat pernyataan yang tidak masuk akal seperti ‘di tenda kami ada Moulana besar sekian, hanya kami yang amalan mabitnya di Mina diterima’; ‘Hanya di tenda kami rahmat khusus Allah turun’; ‘Hanya di tenda kami kami telah memahami tujuan sebenarnya dari Haji, yang lain membuang-buang waktu’; ‘Di tenda kami ada orang-orang besar’ dan seterusnya. Ini adalah tipu daya Setan. Hindarilah.
Many make ludicrous statements such as ‘in our tent so and so big Moulana is with us, only our stay in Mina is accepted’; ‘Only in our tent the special mercy of Allaah is descending’; ‘Only in our tent we have understood the real purpose of Hajj, others are wasting time’; ‘In our tent the big ‘cats’ are with us’ and so on and so on. This is the Satans deception. Avoid it.
Juga di malam hari, banyak kemah yang terlibat dalam bid'ah. Hindarilah menghadiri majelis-majelis ini. Amalan apa pun yang merupakan bid'ah di rumah tidak lantas menjadi amalan yang mendatangkan pahala (thawaab) di Mina/Arafah dan sebagainya. Jika engkau tidak dapat menyibukkan diri dengan tilawah Al-Qur'an dan sejenisnya, maka tidurlah. Jangan membuang waktu dengan pembicaraan yang sia-sia dan tidak berfaedah. Usahakanlah untuk bangun untuk shalat Tahajud. Hargailah dirimu, pahami kedudukanmu, dan berdoalah untuk seluruh umat manusia.
Also in the night many tents engage in Bid’at. Avoid attending these gatherings. Any action which is a Bid’at at home does not all of a sudden become an action of ‘Thawaab’ (reward earning) in Mina/ Arafaat etc. If you cannot engage yourself in Tilaawat of Quraan etc, then sleep. Do not waste time in vain and futile talk which leads to nothing. Try to get up for Tahajjud. Value yourself, understand your status, and make duaa for Mankind.