Abstrak
Abstract
Makalah ini merupakan analisis atas surah Al-Mu'minun ayat 12 sampai 14 dalam Al-Qur'an dengan merujuk pada ilmu embriologi modern. Kajian ini akan memberikan pembahasan linguistik atas ayat-ayat yang relevan dan menghubungkan unsur-unsur linguistik tersebut dengan sains modern. Untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh atas kajian ini, akan disajikan gambaran umum tentang tafsir Al-Qur'an agar pembaca dapat memahami bagaimana Al-Qur'an dijelaskan dan dapat dimengerti. Kajian ini juga akan membahas berbagai sanggahan yang berupaya menggugat kredibilitas wacana Qur'ani dan kesesuaiannya dengan embriologi modern. Di antara tanggapan tersebut akan disertakan bantahan terhadap tesis plagiarisme dari Yunani kuno dan tuduhan bahwa al-Harith bin Kaladah, seorang tabib abad ke-7, merupakan sumber pengetahuan medis Nabi ﷺ.
This paper is an analysis of chapter 23 verses 12 to 14 of the Qur’an in light of modern embryology. This study will provide a linguistic breakdown of the relevant verses and correlate these linguistic items to modern science. To ensure a comprehensive understanding of this study, an overview of qur’anic exegesis will be provided to appreciate how the Qur’an is made accessible and intelligible to the reader. This study will also address various contentions, which attempt to challenge the credibility of the qur’anic discourse and its concurrence with modern embryology. Among these responses will be a refutation of both the ancient Greek plagiarisation thesis and the accusation that al-Harith bin Kalada, a 7th century physician, was the source of the Prophet’s ﷺ medical knowledge.
Dalam surah Al-Mu'minun ayat 12 sampai 14, Al-Qur'an memaparkan delapan poin bermakna yang menggambarkan proses perkembangan embrio manusia:
In chapter 23 verses 12 to 14 the Qur’an provides eight meaningful points describing the process of the developing human embryo:
Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah liat, kemudian Kami jadikan dia air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, kemudian tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia makhluk (yang berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.
We created man from an essence of clay, then We placed him as a drop of fluid in a safe place. Then We made that drop of fluid into a clinging form, and then We made that form into a lump of flesh, and We made that lump into bones, and We clothed those bones with flesh, and later We made him into other forms. Glory be to God the best of creators. 1