Ilmu Tafsir Al-Qur'an
The Science Of Qur’anic Exegesis
Al-Qur'an, seperti setiap kitab hukum dan spiritual lainnya, memerlukan tafsir. Tafsir Al-Qur'an, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai tafsir, pada dasarnya adalah ilmu yang melaluinya seseorang meningkatkan pemahamannya terhadap Al-Qur'an dan memahami perintah-perintah serta hikmahnya.6 Tafsir Al-Qur'an adalah cabang ilmu yang membahas "cara penyampaian lafaz-lafaz Al-Qur'an, penafsirannya, bentuk-bentuk lafaz baik secara tunggal maupun tersusun, serta hal-hal yang bermanfaat di dalamnya."7 Melalui ilmu inilah Al-Qur'an dipahami, makna-maknanya dijelaskan, dan hukum-hukumnya diistinbath. Dengan demikian, Al-Qur'an menjadi mudah diakses dan dapat dipahami oleh pembacanya.
The Qur’an, like any other legislative and spiritual book, requires exegesis. Qur’anic exegesis, known as tafsir in Arabic, is essentially the knowledge through which one increases an understanding of the Qur’an and a comprehension of its commandments and wisdom.6 Qur’anic exegesis is a branch of knowledge dealing with “the method of the delivery of the words of the Qur’an, their interpretation, their individual and composite forms and expediencies.” 7 It is this science by which the Qur’an is understood, its meanings explained and its rulings derived. Thus the Qur’an is made accessible and intelligible to the reader.
Berikut ini adalah sumber-sumber tafsir Al-Qur'an yang digunakan oleh para mufassir untuk menafsirkan Al-Qur'an:
What follows are the sources of qur’anic exegesis used by exegetes to interpret the Qur’an:
1. AL-QUR'AN:
1. THE QUR’AN:
Sumber pertama tafsir adalah Al-Qur'an itu sendiri. Banyak ayat dalam Al-Qur'an yang saling melengkapi dan menjelaskan makna ayat-ayat lainnya.8
The first source of exegesis is the Qur’an itself. Many verses in the Qur’an compliment and clarify the meaning of other verses8
Penggunaan intertekstualitas ini dianggap penting dalam kajian linguistik9
This use of intertextuality is considered significant in the study of linguistics9
Berikut ini adalah contoh Al-Qur'an yang menjelaskan dirinya sendiri melalui ayat-ayat yang relevan:
The following is an example of the Qur’an explaining itself through relevant verses:
a. "Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat" tidak dijelaskan di sini, tetapi kemudian diuraikan dalam ayat lain dalam Al-Qur'an. 10 [See below]
a. “The path of those you have favoured” is here unexplained but then elaborated upon in a verse elsewhere in the Qur’an. 10 [See below]
b. "Mereka adalah orang-orang yang telah dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh. Alangkah baiknya mereka sebagai teman." Note: the rules say the original's "God" must be written as the Indonesian word for God, never "Allah". Correcting my draft accordingly: b. "Mereka adalah orang-orang yang telah dianugerahi nikmat oleh Tuhan, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh. Alangkah baiknya mereka sebagai teman."
b. “Those whom God has favoured, such as the Prophets, loyal persons, martyrs and honourable men. How fine are such companions”
2. TRADISI KENABIAN:
2. THE PROPHETIC TRADITIONS:
Sumber kedua adalah hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ 12. Al-Qur'an sering menyebut peran Nabi ﷺ dalam menjelaskan Al-Qur'an melalui ucapan dan perbuatan beliau. 13
The second source is the traditions of the Prophet Muhammad ﷺ 12. The Qur’an often mentions the Prophet’s ﷺrole of expounding upon the Qur’an in word and deed. 13
3. PERNYATAAN PARA SAHABAT:
3. THE STATEMENTS OF THE COMPANIONS:
Sumber ketiga adalah penjelasan para sahabat Nabi ﷺ, yang mempelajari Al-Qur'an langsung dari beliau. Banyak di antara mereka yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk mempelajari Al-Qur'an, tafsirnya, dan ilmu-ilmu yang terkait dengannya. 14
The third source is the explanations of the companions of the Prophet ﷺ, who learnt the Qur’an directly from him. Many of them devoted their entire lives to studying the Qur’an, its exegesis and related knowledge. 14
4. BAHASA ARAB
4. THE ARABIC LANGUAGE:
Sumber tafsir lainnya adalah bahasa Arab, bahasa tempat Al-Qur'an diturunkan. Sebuah ayat ditafsirkan dengan menggunakan bahasa Arab sebagai alat analisis apabila sumber-sumber lain tidak memberikan penafsiran.
Another source of exegesis is the Arabic language in which the Qur’an was revealed. A verse is interpreted using the Arabic language as a tool for analysis if the other sources do not offer an interpretation.