3. Rabb
3. Rabb
Istilah "Rabb," yang sering diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "Pemelihara" dalam bahasa Arab, memiliki makna yang sangat penting dalam teologi Islam. Dalam kajian yang menyeluruh ini, kita menelaah berbagai makna yang dikandungnya. Dari makna umumnya hingga implikasinya bagi Rububiyyah (ketuhanan dalam hal pemeliharaan dan pengaturan), kita melihat bagaimana istilah ini telah disalahpahami dalam berbagai konteks sejarah dan keagamaan.
The term "Rabb," often translated as "Lord" or "Sustainer" in Arabic, holds profound significance in Islamic theology. In this comprehensive exploration, we delve into its multifaceted meanings. From its general connotations to its implications for Rububiyyah (Lordship), we examine how this term has been misunderstood in various historical and religious contexts.
Salah satu aspek kunci yang kami teliti adalah maraknya pemahaman keliru seputar Rububiyyah. Dengan mengambil contoh dari kaum Nabi Nuh hingga kaum musyrik Makkah, kami menyingkap bagaimana salah tafsir telah membentuk keyakinan dan praktik keagamaan dari waktu ke waktu.
One key aspect we investigate is the prevalence of false notions surrounding Rububiyyah. Drawing examples from Hazrat Nuh's people to the Meccan Pagans, we unveil how misinterpretations have shaped religious beliefs and practices over time.
Pada akhirnya, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat sejati dari "Rabb" sebagaimana disampaikan dalam Al-Qur'an, dengan menekankan peran sentralnya dalam ajaran Islam.
Ultimately, this article aims to shed light on the true essence of "Rabb" as conveyed in the Qur'an, emphasizing its central role in Islamic teachings.