5.4. Indra Keempat
5.4. The Fourth Sense
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu (yaitu kehidupan setelah mati) adalah benar, dan hisab serta pembalasan itu pasti terjadi.
Verily, that which you are promised (that is, life after death) is true, and deep (the reckoning and the judgement and retribution) must indeed come to pass.
(adh-Dhaariyaat 51:5-6)
Apakah kamu pernah memperhatikan orang yang mendustakan agama (hari pembalasan)? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
Have you noticed the person who denies Deen (the life after death)? He is one who spurns the orphan, and does not urge people to feed the needy and the indigent.
(al-Maa’oon 107:1-3)
Dan apa yang kamu ketahui tentang Hari Pembalasan? Ya, apa (sedikit) yang kamu ketahui tentang Hari Pembalasan itu. Itulah hari ketika tidak seorang pun manusia dapat memberi manfaat kepada orang lain, hari ketika segala kekuasaan dan keputusan sepenuhnya berada di tangan Allah. (al-Infithar 82:17-19)
And what do you know of the Day of Deen? Yea, what (little) do you know of the Day of deen. That is the Day when no human being shall be able to be of any service to another, the Day on which all authority and dispensation will tangibly be in the hands of Allah. (al-Infitaar 82:17-19)
Jelas sekali, dalam ayat-ayat ini kata tersebut digunakan untuk menunjukkan dua makna sekaligus: hari perhitungan akhir ketika manusia telah dibangkitkan dari kubur, serta balasan berupa pahala atau siksa yang akan menyusulnya.
Obviously, in these verses, the word has been used to imply both the final reckoning when men shall have been raised from the dead as well as the reward or punishment which will follow.