Pendahuluan dan Kata Pengantar
Introduction and foreword
Perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan terhadap keadaan yang berlaku saat ini di negeri-negeri Islam, berupa sistem-sistem sekuler, pemikiran dan selera Barat yang rusak, serta para penguasa kafir atau fasik yang menjadi agen kolonialisme Barat yang kafir.
The change that is intended here is the changing of the current prevailing situation that exists within the lands of Islaam in respect to the secular systems, the corrupt western thoughts and tastes, in addition to the disbelieving or Faasiq rulers who are agents to the disbelieving western colonialism.
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang menyelamatkan Umat Islam dari keadaan perpecahan dan kehinaan yang telah dipaksakan atasnya oleh negara-negara penjajah yang kafir. Perubahan itu juga berarti berubah dan terselamatkan dari keadaan tersesat, berkelana tanpa arah, serta dari ketergantungan yang menghamba kepada negara-negara yang memiliki ambisi serakah terhadap kaum Muslimin.
The change that is intended is that which saves the Islamic Ummah from the condition of fragmentation and humiliation that has been enforced upon her by the disbelieving colonialist States. It also means changing and being saved from the condition of being lost, wandering aimlessly and from slavish dependence upon those States that have greedy ambitions over the Muslims.
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang mengembalikan kekayaan dan sumber daya alam kaum Muslimin kepada kaum Muslimin, alih-alih dijarah oleh para penjajah kafir yang menikmati manfaat dari kekayaan tersebut sementara kaum Muslimin dibiarkan dalam kemiskinan yang amat memprihatinkan, terbelit utang bermiliar dolar dari negara-negara rakus ini.
The change that is intended is that which restores the treasures and natural resources of the Muslims back to the Muslims instead of being plundered by the disbelieving colonialists who enjoy the benefits of these treasures whilst leaving the Muslims in wretched extreme poverty languishing in billions of dollars of loans taken from these greedy States.
Perubahan (taghyeer) yang dimaksud adalah perubahan yang dengannya Ummah Islam bangkit kembali di atas landasan Islam, dan dengannya setiap pemikiran non-Islam ditolak dan dibuang. Ia adalah perubahan yang akan menghapus sistem-sistem kekufuran dan yang akan menegakkan Khilafah yang akan memerintah dengan apa yang Allah (SWT) telah turunkan. Ia adalah perubahan yang akan menyatukan dan mempersatukan Ummah Islam dan negeri-negeri Islam di bawah kepemimpinan seorang Khalifah tunggal, di bawah panji ‘Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasoolullah’, dan yang akan menyampaikan risalah Islam kepada dunia.
The Taghyeer (change) that is intended is that in which the Islamic Ummah revives upon the basis of Islaam and in which every nonIslamic thought is rejected and thrown aside. It is the change that will remove the systems of Kufr and which will establish the Khilafah which will rule by that which Allah (swt) has revealed. It is the change that will unite and unify the Islamic Ummah and the lands of Islaam under the leadership of a single Khalifah under the banner of ‘Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasoolullah’ and which will carry the message of Islaam to the world.
Subjek pertama dari makalah ini, ‘Akidah: Landasan Perubahan’, menjelaskan pentingnya konsep dan keyakinan dalam proses membawa perubahan. Hal ini terutama dalam kasus ketika mengubah masyarakat dari satu keadaan ke keadaan lain bisa lebih sulit daripada memindahkan sebuah gunung dari satu tempat ke tempat lain.
The first subject from this paper: ‘The Aqeeedah: The basis of change’ explains the importance of the concepts and convictions in the process of bringing change. This is in the case where the changing of societies from one condition to another condition can be more difficult than moving a mountain from one place to another.
Oleh karena itu, tidak seorang pun mampu memikul pekerjaan ini kecuali orang yang memiliki keyakinan mutlak terhadapnya. Ia harus bersandar pada Aqidah Islam dan apa yang bersumber darinya berupa Ahkam, serta apa yang dibangun di atasnya berupa pemikiran, sampai ia siap mengorbankan dirinya dan hartanya demi Allah (SWT).
For this reason nobody is capable of undertaking this work apart from the one who possesses the absolute conviction in it. He must depend upon the Islamic Aqeedah and what emanates from it in terms of Ahkaam and what is built upon it in terms of thoughts to the extent where he is ready to sacrifice himself and his wealth for Allah (swt).
Subjek kedua: 'Jalan perubahan dan kebangkitan' menunjukkan dengan jelas pentingnya memahami hakikat-hakikat yang sebenarnya dan memegangnya dengan erat. Sebab, orang yang tidak mampu membedakan antara hakikat-hakikat dan fakta-fakta yang nyata dengan hal-hal yang bersifat ilusi dan tipuan, tidak akan berhasil dalam setiap upaya untuk membawa perubahan.
The second subject: ‘The path of change and revival’ makes evident the importance of understanding the true realities and grasping hold of them with an iron fist. This is because the person who is unable to distinguish between the true realities and facts from those which are illusionary and deceptions will not be successful in any attempt to bring change.
Subjek ketiga: "Realitas dan Kebatilan yang Benar" merupakan kelanjutan dari subjek kedua, dengan menarik perhatian pada beberapa persoalan mendasar (kebenaran) yang telah difokuskan oleh negara-negara penjajah kafir untuk menyesatkan dan menipu kaum Muslimin serta menjauhkan kaum Muslimin darinya. Hal ini karena persoalan-persoalan tersebut memiliki dampak besar dan pengaruh yang kuat terhadap proses membawa perubahan dan mengembalikan Ummah agar menjadi "Ummat Terbaik yang dilahirkan untuk manusia".
The third subject: ‘True realities and falsehoods’ is a continuation of the second subject by drawing the attention to some of the fundamental issues (truths) which the disbelieving colonialist states have focused upon to mislead and deceive the Muslims and to distance the Muslims from them. This is because they have a great impact and affect upon the process of bringing change and returning the Ummah so that it is the ‘Best Ummah raised up for Mankind’.
Di antara masalah-masalah ini, termasuk pula hakikat-hakikat (haqaa'iq) berikut:
The following are included amongst these issues or Haqaa’iq (truths):
"Kewajiban Kerja Politik", "Persatuan Umat Islam" dan "Penegakan Negara Islam".
‘The obligation of the political work’, ‘The unity of the Islamic Ummah’ and ‘The establishment of the Islamic State’.
Adapun subjek keempat: ‘Talab An-Nusrah’ (Mencari dukungan), maka ini bertujuan untuk menjelaskan cara praktis yang sesuai dengan Syariah, yang pasti akan mengarah pada pengalihan kekuasaan dari tangan para penguasa agen kepada tangan pihak yang meraih kemenangan dan akan mendirikan Negara Islam (Khilafah). Subjek ini merupakan yang paling penting di antara seluruh subjek, dan ia adalah yang paling serius dan paling cermat.
As for the fourth subject: ‘Talab An-Nusrah’ (Seeking the support), then this is to explain the practical Shar’iah manner that would inevitably lead to the transference of the authority from the hands of the agent rulers to the hands of the victorious party that will establish the Islamic State (Khilafah). This subject is the most important of all of the subjects and it is the most serious and precise.
Kami membagikan tulisan ini kepada Ummat Islam di setiap tempat, dan khususnya kepada para pengemban Da'wah Islam yang berjuang untuk menegakkan Dien Islam di muka bumi. Tulisan ini ditujukan kepada mereka yang dipenjara, mereka yang dikejar-kejar karena membawa Da'wah, dan mereka yang dengan sabar tetap teguh di atas Haqq tanpa perubahan maupun penyimpangan. Tulisan ini juga ditujukan kepada generasi muda baru yang merindukan kehormatan dan kejayaan Islam dan kaum Muslimin, kepada keluarga, kerabat dan sahabat, kepada mereka yang sedang berjuang maupun yang sedang menanti. Kami persembahkan ini kepada kalian semua dari lubuk hati, dengan harapan semoga diterima oleh hati, akal pikiran, dan anggota badan.
We are giving out this paper to the Islamic Ummah in every place and particularly to the carriers of the Islamic Da’wah who are working to establish the Deen of Islaam upon the earth. It is for those who are imprisoned, those who are being chased due to their carrying of the Da’wah and those who are patiently persevering upon the Haqq without alteration or distortion. It is directed to the new young generation who yearn for the honour and glory of Islaam and the Muslims and to the families, relatives and friends, those who are working and those who are anticipating. We offer this to you all from the heart hoping that it will be received by the hearts, the minds and the limbs.

Dan Allah bersama kalian dan tidak akan mengurangi (pahala) amal-amal kalian sedikit pun (Muhammad: 35).
And Allah is with you and will never deprive you of [the reward of] your deeds (Muhammad 35).
Reference: Taghyeer (perubahan) - Mahmoud Abdul-Kareem Hasan