6.5 Unit pembelajaran
6.5 Teaching units
Setiap mata pelajaran dalam kurikulum sekolah dibagi menjadi unit-unit pengajaran, dengan setiap unit mencakup bagian tertentu dari mata pelajaran yang dapat dipelajari sebagai satu unit dalam jangka waktu maksimal delapan puluh tiga (83) hari, yaitu dalam satu kursus. Para ahli mengawasi setiap mata pelajaran dengan tujuan menentukan dan menetapkan (bagian dari) mata pelajaran yang akan dipelajari pada setiap semester dan setiap jenjang sekolah. Demikian pula, mereka mengawasi pembagian mata pelajaran menjadi unit-unit yang sesuai dengan kemampuan dan usia siswa. Unit-unit mata pelajaran tersusun secara berurutan hingga seluruh mata pelajaran tercakup dalam tiga jenjang sekolah, baik urutan ini berjalan dari yang lebih mudah ke yang lebih rumit, seperti dalam Matematika dan ilmu empiris, maupun dari yang bersifat menyeluruh ke rincian dan cabang-cabangnya, seperti dalam mata pelajaran Sirah Nabawiyah dan Sejarah Islam. Dalam mata pelajaran ilmiah seperti Matematika, unit-unit ini dimulai dengan sistem berhitung dan aritmetika sederhana seperti penjumlahan dan pengurangan, kemudian beralih ke perkalian dan pembagian; lalu pecahan dan fungsinya, dilanjutkan dengan aljabar dan persamaan. Kemudian, pada jenjang yang lebih lanjut, siswa mempelajari prinsip-prinsip persamaan diferensial dan Kalkulus Integral, Matematika Lanjut, dan seterusnya, hingga seluruh kurikulum Matematika yang diadopsi tercakup dalam jenjang-jenjang sekolah.
Each school curriculum subject is divided into teaching units, with each unit covering a defined portion of the subject capable of study as one unit within a maximum period of eighty-three (83) days i.e. in one course. Experts supervise each study subject in order to draw and define (the portion of) the subject to be studied in each term and each school stage. Likewise, they supervise dividing the subject into units corresponding to student ability and age. Subject units graduate sequentially until the entire subject is covered in the three school stages whether this sequence is from the easier to the more complicated as in Mathematics and Empirical sciences, or from comprehensive to details and branches like as in the subjects of the Prophetic Seerah and Islamic History. In scientific subjects like Mathematics, these units commence with the system of counting and simple arithmetic like addition and subtraction, then graduating to multiplication and division; then fractions and their functions, followed by algebra and equations. Then, in advanced stages, the student studies the principles of differential equations and Integral Calculus, Higher Mathematics and so on until the entire adopted Mathematics curriculum is covered in the school stages.
Persyaratan ini mengharuskan perancang kurikulum untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan usia siswa tertentu, dan membagi materi yang akan dipelajari di seluruh jenjang menjadi maksimal 36 unit pembelajaran, dengan setiap unit dalam sebuah buku yang diberi nomor sesuai dengan semester (term) tempat unit tersebut akan dipelajari. Jumlah unit pembelajaran dapat kurang dari 36 untuk mata pelajaran yang diajarkan pada semester-semester akhir, misalnya fisika. Sebagai contoh, kimia pada cabang ilmiah tersusun atas 12 unit; siswa dapat memulai unit pertama pada semester ke-25 dan melanjutkannya hingga semester ke-36 pada cabang ilmiah jenjang sekolah, sedangkan mata pelajaran pengetahuan umum yang tersusun atas 12 unit dapat dimulai pada semester ke-13 dan berakhir pada semester ke-24.
This requires the curriculum designer for specific teaching units to ensure that the subject conforms to student age, and to divide the subject intended for study in all stages into a maximum of 36 units, each unit in a book bearing the number of the course it will be studied in. The number of teaching units could be less than 36 for the subjects taught in later term e.g. physics. For instance, chemistry in the scientific branch is composed of 12 units; the students may commence the first unit in the 25th term and move onwards until the 36th term of the scientific branch of the school stage, whereas the general knowledge subject which is composed of 12 units, can commence in the 13th term and end in the 24th term.
Buku ini mencantumkan nomor unit sekaligus nomor kursus yang dipelajari. Jadi pada term ke-25, misalnya, siswa mempelajari Matematika unit 25/25, Kaidah-kaidah (qawa'id) unit 13/25, Pengetahuan Umum 12/25, Balaghah (retorika) unit 6/25, dan seterusnya.
The book bears the unit number as well as the course number to be studied in. So in the 25th term, for instance, the student studies Mathematics unit 25/25, Principles (qawa’id) unit 13/25, General Knowledge 12/25, Eloquence (Balagha) unit 6/25 etc.