7.3 Lembaga Pendidikan Tinggi
7.3 Higher education institutions
Negara akan mendirikan lembaga-lembaga berikut untuk mencapai tujuan pendidikan tingginya:
The State will establish the following institutions to achieve its higher education goals:
i) Institut Teknik,
i) Technical Insitutes,
ii) Lembaga Pegawai Negeri Sipil (Ketenagakerjaan),
ii) Civil Service (Employment) Institutes,
iii) Universitas,
iii) Universities,
iv) Pusat-pusat Penelitian dan Pengembangan,
iv) Research and Development Centres,
v) Institut/Akademi Militer,
v) Military Institutes/Academies,
7.3.1 Lembaga Teknik
7.3.1 Technical Institutes
Fungsi lembaga-lembaga ini adalah mempersiapkan tenaga teknis yang terampil dalam teknik-teknik modern, seperti memperbaiki perangkat elektronik, misalnya perangkat telekomunikasi dan komputer, serta profesi-profesi lain yang memerlukan pengetahuan dan ilmu yang lebih mendalam daripada yang ditawarkan oleh profesi-profesi sederhana. Siswa yang ingin masuk ke lembaga-lembaga ini harus menyelesaikan tahap ketiga sekolah (yakni 36 semester sekolah), baik ia lulus atau tidak lulus ujian umum untuk tahap-tahap sekolah. Para ahli menetapkan jumlah semester belajar dan masa yang diperlukan untuk setiap profesi di lembaga-lembaga ini, sebagaimana mereka menetapkan mata pelajaran yang dibebaskan bagi siswa yang telah menyelesaikan jurusan industri pada tahap ketiga sekolah. Pada akhir masa studi, siswa memperoleh ijazah “Ijazah Tingkat Pertama” pada jurusan yang ia tekuni.
These institutes’ function is to prepare a technical workforce specialised in modern techniques such as repairing electronic devices e.g. telecommunication devices and computers, as well as other vocations that require more in-depth knowledge and science than offered by simple vocations. The student who wishes to join these institutes should complete the third school stage (i.e. 36 school terms) whether or not he passed the general exam for the school stages. Experts determine the schooling terms and the necessary period for each vocation in these institutes, just as they determine the subjects for which the student gains exemption if he completed the industrial option in the third school stage. At the end of the study period, the student attains the “First Degree” certificate in the option he studied.
Di antara lembaga-lembaga ini terdapat institut pertanian yang berada di bawah Departemen Pertanian Negara bagian, bekerja sama dengan Departemen Pendidikan negara bagian. Institut-institut tersebut mengkhususkan diri pada mata pelajaran pertanian yang tidak memerlukan studi universitas. Lembaga-lembaga ini berfungsi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu melaksanakan pertanian secara praktik, misalnya teknik irigasi dan pengorganisasian pertanian pohon serta tanaman, dilanjutkan dengan perawatannya melalui pemupukan, pemangkasan, vaksinasi (tat'eem) dan lain sebagainya. Juga pemeliharaan hewan seperti ternak dan unggas, pengolahan hasil pertanian, serta pengolahan daging dan lain sebagainya. Para ahli menentukan mata pelajaran yang dibebaskan bagi siswa yang telah menyelesaikan pilihan pertanian pada tahap sekolah ketiga.
Among these institutes are agricultural institutes subordinate to the State’s Department of Agriculture in coordination with the Education Department of the state. They specialise in agricultural subjects that do not need university study. These insititutes serve to prepare a qualified workforce to practically undertake agriculture e.g. techniques of irrigation and organising tree and crop agriculture, followed by tending via fertilisers, pruning, vaccination (tat’eem) etc. Also animal rearing such as livestock and birds, agro-processing and meat-processing etc. Experts determine the subjects for which the student gains exemption if he completed the agricultural option in the third school stage.
7.3.2 Lembaga Ketenagakerjaan
7.3.2 Employment Institutes
Institut-institut ini berfungsi untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu melaksanakan sebagian pekerjaan yang tidak mengharuskan siswa untuk melanjutkan ke universitas. Untuk mendaftar di institut-institut tersebut, pelamar harus setidaknya telah lulus ujian umum untuk tahap sekolah. Para ahli menentukan persyaratan bagi siswa untuk masuk ke setiap jenis institut ini, sebagaimana mereka menentukan mata pelajaran untuk setiap pilihan dan jangka waktu wajib yang diperlukan untuk mempersiapkan siswa di setiap institut. Setelah menyelesaikan studinya, siswa memperoleh ijazah "First Degree" pada pilihan yang ia pelajari.
These institutes’ function to prepare a workforce able to undertake some jobs that do not require the student to join university. To enrol into such institutes the applicant must have at least passed the general exam for the school stages. Experts determine the prerequisites for the student to join each type of these institutes, just as they determine the subjects for each option and the mandatory time period required to prepare the student in each institute. The student attains, upon completing his study, a “First Degree” certificate in the option he studied.
Beberapa institut ini menghasilkan tenaga perawat dan asisten medis seperti teknisi sinar-X, teknisi laboratorium, dan teknisi gigi. Ada juga institut untuk profesi keuangan dan administrasi sederhana, serta segala yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha kecil dan akun-akun terkait tanpa harus masuk universitas, misalnya pembukuan, buku kas, dan akuntansi zakat.
Some of these institutes produce nurses and medical assistant personnel like X-ray technicians, laboratory technicians and dental technicians. There are also institutes for simple financial and administrative vocations, and whatever is required to run small companiies and their related accounts without the need to join the university e.g. bookkeeping, cashbooks and Zakat accounts.
Beberapa institut ini menghasilkan guru yang mampu mengajar di berbagai jenjang sekolah, serta menyelenggarakan kursus khusus bagi lulusan universitas yang ingin berkarier di bidang pendidikan.
Some of these institutes produce teachers able to work in the various school stages as well as preparing special courses for university graduates wishing to work in the education fields.
Lembaga-lembaga tersebar dan beragam di seluruh wilayah Negara sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Wilayah pesisir, misalnya, memiliki lembaga untuk keterampilan kelautan seperti perikanan, perbaikan kapal, dan pengelolaan pelabuhan; sedangkan wilayah yang dikenal dengan pertaniannya memiliki lembaga pertanian, dan seterusnya.
Institutes are spread and diversified throughout the State’s wilayahs according to the wilayahs needs. Coastal wilayahs, for instance, have institutes for marine vocations such as fishing, ship repair and running ports; whereas wilayahs known for agriculture have agricultural institutes, and so on.
7.3.3 Universitas
7.3.3 Universities
Siswa yang lulus "Ujian Umum untuk Tahap Sekolah" berhak mengajukan permohonan untuk masuk ke universitas-universitas negeri. Universitas menerima siswa yang lulus dua kali dalam setahun. Penerimaan ke spesialisasi tertentu bergantung pada hal-hal berikut:
The student who passes the “General Examination for the School Stages” is entitled to apply to enter the State’s universities. Universities accept successful students twice in a year. Acceptance into specific specialisations depend upon the following:
Nilai rata-rata siswa dalam "Ujian Umum untuk Tahap Sekolah". Pilihan jurusan siswa pada tahap sekolah ketiga, yaitu budaya, sains, atau perdagangan.
The student’s average marks in the “General Examination for the School Stages.” The student’s specialisation option in the third school stage, whether culture, science or commerce.
Nilai siswa dalam mata pelajaran pada ujian umum tahap sekolah menengah ketiga berkaitan dengan pilihan jurusan yang ingin ia tekuni. Siswa Fakultas Fikih dan Ilmu Syariah, misalnya, harus memperoleh nilai tinggi dalam mata pelajaran kebudayaan Islam dan bahasa Arab. Siswa yang memilih teknik harus unggul dalam topik matematika dan fisika, sedangkan siswa ilmu kedokteran harus unggul dalam ilmu hayati (Biologi) dan kimia, dan seterusnya. Para ahli menentukan mata pelajaran yang relevan untuk setiap spesialisasi universitas beserta nilai rata-rata yang dibutuhkan untuk masing-masing.
The student’s marks in the subjects in the general exam for the third school stage related to the option he intends to specialise in. The student of the Faculty of Fiqh and Shari’ah Sciences, for instance, must have attained high marks in the subjects of Islamic culture and Arabic language. The student opting for engineering must excel in maths and physics topics, whereas the medical sciences student must excel in life sciences (Biology) and chemistry, and so on. Experts determine the relevant subjects for each university specialisation and the average marks required for each one.
Universitas ini mencakup berbagai fakultas, seperti:
The university includes various faculties such as:
- Fakultas Kebudayaan Islam dan ilmu-ilmunya: Tafsir, Fikih, Ijtihad, peradilan, ilmu-ilmu Syariah.
- Faculty of Islamic Culture and its sciences: Tafseer, Fiqh, Ijtihad, judiciary, Shariah sciences.
Fakultas Bahasa Arab dan ilmu-ilmunya.
- Faculty of Arabic Language and its sciences.
7.3.4 Pusat-Pusat Penelitian dan Pengembangan
7.3.4 Research and Development Centres
Fungsi pusat-pusat ini adalah menghasilkan karya penelitian yang cermat dan khusus di berbagai bidang budaya dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang budaya, mereka berperan dalam mencapai pemikiran yang mendalam, baik dalam menyusun rencana jangka panjang (strategis), merumuskan metode dakwah melalui kedutaan dan perundingan, maupun dalam Fiqh, Ijtihad, Ilmu Bahasa dan sebagainya. Dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka bekerja untuk menciptakan sarana dan metode baru dalam bidang penerapan, misalnya Industri, Ilmu Nuklir, Ilmu Antariksa, dan sebagainya, yang membutuhkan kedalaman dan keahlian dalam penelitian.
These centres’ function is to produce precise and specialised research work in various cultural and scientific fields. In cultural fields, they participate in attaining deep thoughts whether in drawing long-term (strategic) plans, styles for carrying the da’wah via embassies and negotiations, or in Fiqh, Ijtihad, Language Sciences etc. In scientific fields, they work to innovate new means and styles in fields of implementation e.g. Industry, Nuclear Science, Space Science, etc that require depth and expertise in research.
Sebagian pusat ini berada di bawah naungan universitas, sementara yang lain independen dari universitas namun berada di bawah Departemen Pendidikan. Para ulama, dosen universitas, dan sejumlah mahasiswa berprestasi, yang studi akademisnya menunjukkan kemampuan penelitian, inovasi, dan pengembangan, bekerja di pusat-pusat ini.
Some of these centres are subordinate to universities, while others are independent of universities while subordinate to the Education Department. Scholars, university lecturers and some distinguished students—whose academic study displayed research, innovation, and development ability—work in these centres.
7.3.5 Pusat Penelitian dan Akademi Militer
7.3.5 Military Research Centres and Academies
Mereka berfungsi untuk menghasilkan pemimpin militer, serta mengembangkan sarana dan gaya militer yang mewujudkan tujuan menimbulkan teror di kalangan musuh-musuh Allah dan kaum Muslimin. Pusat-pusat dan akademi-akademi ini berada di bawah Amir Jihad.
They function to produce military leaders, and to develop military means and styles that realise (the objective of) terrorising the enemies of Allah and the Muslims. These centres and academies are subordinate to the Amir of Jihad.