2 Pengantar Pemikiran Kapitalistik Barat: Asal-Usulnya, Esensinya, dan Bantahannya
2 An Introduction to Western Capitalistic Thought: Its Orgin, Its Essence and Refutation
Pemikiran adalah akal dan pemahaman. Disebut pemikiran, meskipun maknanya berpikir, yaitu proses berpikir dan menetapkan penilaian terhadap berbagai hal dan persoalan. Kata ini juga bermakna hasil dari berpikir, yaitu penilaian yang dicapai seseorang melalui akal atau proses berpikirnya. Yang kita maksud dengan ‘pemikiran Barat’ mencakup semua pengertian di atas. Artinya, proses berpikir yang diadopsi oleh Barat, metode mereka dalam menilai berbagai hal dan persoalan, yaitu metodologi dan kriterianya. Ia juga mencakup buah dari akal dan hasil dari pemikiran mereka, berupa ilmu pengetahuan, gagasan dan konsep, yang terwujud sebagai ideologi, peradaban dan budaya.
Thought is the intellect and comprehension. It is called thought though it means thinking i.e. the thinking process and passing judgment upon things and matters. It is also means the result of thinking i.e. what a man arrives at of judgment, through his intellect or thinking process. What we mean by saying ‘Western thought’ is all of the above. It means the thinking process adopted by the West, its method of judging things and matters i.e. its methodology and its criteria. It also includes the fruits of its intellect and the product of its thinking, with respect to knowledge, thoughts and concepts, manifested as ideology, civilization and culture.
Yang dimaksud dengan bantahan adalah meruntuhkan struktur intelektualnya, membatalkan hukum-hukum dan solusi-solusinya, serta membantah argumen-argumennya. Ia adalah penjelasan atas kesalahan dan kebatilannya, dengan menyoroti kerusakannya, baik dalam pemikirannya, konsekuensinya, ilmunya, metodenya, landasannya, peradabannya, maupun budayanya. Membantah pemikiran Barat berarti membantah fondasi yang menjadi dasar berdirinya pemikiran Barat. Tidak perlu membantah seluruh sub-pemikirannya atau konsep-konsep turunannya, karena ideologi, peradaban, dan budaya dibangun di atas pilar-pilar, klaim-klaim, dan fondasi-fondasi yang khas bagi masing-masing. Solusi-solusi yang bersumber darinya juga mencakup hukum-hukum. Sub-pemikiran dibangun di atasnya, sedangkan ilmu-ilmu didirikan di atas fondasi tersebut. Bantahan dicapai dengan menghancurkan akar dan fondasinya, sekaligus meruntuhkan pilar-pilarnya, sehingga semua yang dibangun di atasnya ikut runtuh. Dengan demikian, bantahan tersebut menegaskan batilnya konsep-konsep Barat tentang kehidupan dan menyoroti rusaknya solusi-solusi Barat bagi seluruh urusan kehidupan.
What is meant by the refutation is the demolition of its intellectual structure, invalidation of its rulings and treatments and refuting its arguments. It is the clarification of its error and invalidity, drawing attention to its corruption, within its thinking, its consequence, knowledge, method, basis, civilization and culture. Refuting the Western thought is the refutation of the foundation upon which the Western thought is established. It is not necessary to refute all of its sub-thoughts, or secondary concepts, since ideologies, civilizations and cultures are based on pillars, claims and foundations that are unique to them. The treatments emanating from them also include rulings. Sub-thoughts are built upon them, whilst knowledge is established upon them. Refutation is achieved by destroying the roots and the foundations, whilst demolishing the pillars, consequently destroying all that was built upon it. Thus, it is confirming the invalidity of Western concepts about life and drawing attention to the corruption of Western treatments for all the affairs of life.
Ini adalah bantahan terhadap landasan yang menjadi fondasi pemikiran Barat.
This is the refutation of the foundation upon which the Western thought is built.
Untuk memulai proses bantahan, perlu dijelaskan terlebih dahulu hakikat pemikiran Barat, pandangan doktrinalnya, metodenya dalam menyebarkan ideologi, filsafatnya, cara memperlakukannya, landasan, dasar, nilai, dan kriterianya. Sebelum semua itu, kita akan merenungkan konteks sejarahnya, menjelaskan kemunculan pemikiran semacam ini beserta sumber-sumbernya. Hal ini menjadi pengantar untuk membantu memahami hakikat pemikiran yang menjadi objek penelitian ini. Dengan demikian, akan tercapai kesadaran yang mantap tentang realitasnya, yang pada gilirannya membantu memahami ciri-ciri dan keistimewaannya.
To initiate the refutation process, it is necessary that we clarify the essence of the Western thought, its doctrinal view, its method in spreading the ideology, its philosophy, its treatment, foundation, basis, values and criteria. Before all of that, we will reflect upon the historical context, clarifying the emergence of such a thought and its sources. This would be an introduction to help accessing the nature of the thought upon which this research is done. It allows the arriving at the crystallized awareness about its reality, which in turn would assist understanding its features and peculiarities.