4.3 Kerusakan Sekularisme sebagai Kepemimpinan Intelektual
4.3 The Corruption of Secularism as an Intellectual Leadership
Sekularisme adalah sebuah kepemimpinan intelektual karena ia memimpin dan mengarahkan kehidupan orang yang menganutnya. Ia menentukan sudut pandang terhadap kehidupan dan menetapkan cara hidup baginya. Adapun sudut pandang sekularisme dibangun di atas dasar utilitarianisme (mencari manfaat), karena ia memandang kehidupan sebagai sesuatu yang berguna, hanya melihat kebahagiaan duniawi dan bukan kebahagiaan di akhirat. Ia hanya melihat pencapaian nafsu kesenangan dan kenikmatan hedonistik melalui kepuasan jasmani. Ia tidak memandang nilai apa pun selain nilai materialistik. Ia tidak memiliki nilai spiritual, moral, maupun kemanusiaan. Adapun cara hidup yang diarahkan dan dipimpin oleh sekularisme bagi para penganutnya adalah gaya hidup yang mewakili kebebasan dan individualisme.
Secularism is an intellectual leadership because it leads and directs the life of the one who adopts it. It specifies the viewpoint towards life and defines the way of life for him. As for the viewpoint of secularism, it is built upon the basis of utilitarianism (seeking benefit) as it perceives life as utility, seeing only worldly happiness and not happiness in the Hereafter. It sees only achieving the appetite of pleasure and the hedonistic enjoyment through bodily pleasure. It sees no value in anything other than the materialistic value. It does not have spiritual, moral or humanitarian values. As for the way of life to which secularism leads and directs those who adopt it, it is the lifestyle representing freedom and individualism.