NUBUWAT TENTANG ELIJAH
THE PROPHECY ABOUT ELIJAH
Salah satu nama yang digunakan Alkitab Suci untuk merujuk kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah "Elia", dan menurut Gematria nilainya sama dengan 53. 2
One of the names that the Holy Bible uses referring to the prophet Muhammad (PBUH) is "Elijah", and according to Gematria is equal to 53. 2
Ini juga merupakan nama seorang nabi besar yang diutus oleh Tuhan kepada Bani Israil pada abad kesembilan (SM), yang namanya dalam Al-Qur'an adalah Ilyas.
It is also a name of a great prophet sent by God to the Children of Israel in the ninth century (BC), whose name in the Quran is Elias.
Nabi Maleakhi dalam kitabnya yang pendek membahas ketidaktaatan Bani Israil dan tentang Elia, atau Elia yang akan datang kembali, yang berbeda dari Elias yang telah wafat tujuh abad sebelumnya.
The prophet Malachi in his short book talks about the disobedience of the Children of Israel and about Elijah or the new coming Elijah, who is different from Elias who died seven centuries before.
Maleakhi berkata bahwa Tuhan berfirman, "Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku, dan ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku: dan Tuhan, yang kamu cari, akan tiba-tiba datang ke bait-Nya, dan utusan perjanjian, yang kamu sukai: lihatlah, ia datang, firman TUHAN semesta alam. Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangannya? dan siapakah yang dapat berdiri ketika ia muncul? Sebab ia seperti api pemurni, dan seperti sabun tukang binatu:" (Maleakhi 3:1-2).
Malachi said that God said, "Behold, I send my messenger, and he will prepare the way before me: and the Lord, whom you seek, will suddenly come to his temple, and the messenger of the covenant, in whom you delight: behold, he is coming, says the LORD of hosts. But who can endure the day of his coming? and who can stand when he appears? For he is like a refiner's fire, and like fullers' soap:" (Malachi: 3/1-2).
Teks dalam kitab Nabi Maleakhi berbicara tentang dua nabi.
The text in the prophet Malachi's scripture talks about two prophets.
Salah satunya adalah orang yang membuka jalan bagi Dia yang datang dari Tuhan. Yang kedua adalah orang yang akan tiba-tiba datang ke Bait Suci, dan ia menyebutnya tuan dan malaikat perjanjian, dan itulah orang yang dicari dan dinantikan oleh Bani Israil.
One of them is the one who paves the road for the one that is coming from God. The second one is the one who will suddenly come to the temple, and he names him the master and the angel of the covenant, and that is the one that the Children of Israel are seeking and waiting for.
Maleakhi, ketika ia masih berbicara tentang nabi yang diharapkan dan tentang perubahan serta penyangkalan Bani Israil, berkata di akhir kitabnya: "Ingatlah hukum hamba-Ku Musa, ketetapan dan peraturan yang Kuperintahkan kepadanya di Horeb untuk seluruh Israil.
Malachi, while he still talking about the expected prophet and about the Children of Israel's alteration and denial, says at the end of his book,: "Remember the law of my servant Moses, the statutes and rules that I commanded him at Horeb for all Israel.
"Lihatlah, Aku akan mengutus kepadamu Nabi Elia sebelum datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu." (Maleakhi 4:4-5).
Behold, I will send you Elijah the prophet before the great and awesome day of the LORD:" (Malachi: 4/4-5).
Malachi menyebut nabi berikutnya sebagai Elia setelah ia mengingatkan mereka tentang perintah Musa di gunung Horeb, gunung tempat Musa (PBUH) menyebutkan kedatangan seorang nabi seperti dia di antara saudara-saudara Bani Israel. Penafsir yang menulis "The masterpiece of the generation" berkata: "Utusan Elia, yang disebutkan di akhir Kitab Maleakhi, adalah sebuah teka-teki, dan dialah rabi dunia yang akan datang di akhir zaman".1
Malachi called the next prophet Elijah after he reminded them about Moses’ commandment on the mountain of Horeb, the mountain on which Moses (PBUH) mentioned the coming of a prophet like him among the brothers of Children of Israel. The interpreter who wrote "The masterpiece of the generation" says:- "The messenger Elijah, who was mentioned at the end of Malachi's Book, is a puzzle, and he is the rabbi of the world who will come at the end of time". 1
Orang-orang Kristen berpendapat bahwa nabi yang membuka jalan itu adalah Yohanes Pembaptis yang namanya Elia, dalam teks di Markus dikatakan: "Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya, Lihat, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu."
Christians think that the prophet who paved the road is John the Baptist whose name was Elijah, in the text in Mark says: "As it is written in Isaiah the prophets, Behold, I send my messenger before your face, who will prepare your way.
"Suara orang yang berseru di padang gurun: “Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan-Nya,” Yohanes muncul membaptis di padang gurun dan memberitakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa. Dan seluruh negeri Yudea serta seluruh penduduk Yerusalem pergi kepadanya dan dibaptis olehnya di Sungai Yordan, sambil mengakui dosa-dosa mereka. Adapun Yohanes berpakaian bulu unta dan memakai ikat pinggang kulit di pinggangnya, dan ia makan belalang dan madu hutan. Dan ia memberitakan, katanya: sesudah aku datang yang lebih berkuasa dari padaku, yang tali kasut-Nya pun aku tidak layak membungkuk dan melepaskannya. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Pada masa itu Yesus datang dari Nazaret di Galilea, dan Ia dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan." (Markus 1:2-9), yang juga diceritakan Lukas dengan mengutip Yesus (SAW):
The voice of one crying in the wilderness: “prepare they way of the lord, make his paths straight,” John appeared baptizing in the wilderness and proclaiming a baptism of repentance for forgiveness of sins. And all the country of Judaea and all Jerusalem were going out to him and were being baptized by him in the river Jordan, confessing their sins. Now John was clothed with camel's hair, and wore a leather belt around his waist and ate locusts and wild honey. And he preached, saying, after me comes he who is mightier than I, the straps of whose sandals I am not worthy to stoop down and untie. I have baptized you with water: but he will baptize you with the Holy Spirit. In those days Jesus came from Nazareth of Galilee, and was baptized by John in the Jordan." (Mark: 1/2-9), which is what Luke told quoting Jesus (PBUH):
“Lalu apa yang kamu pergi lihat? Seorang nabi? Ya, Aku berkata kepadamu, dan lebih dari seorang nabi. Inilah dia yang tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu, di antara orang yang dilahirkan dari perempuan tidak ada yang lebih besar daripada Yohanes; namun orang yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripada dia.” (Lukas 7:26-28).
“What then did you go out to see? A prophet? Yes, I tell you, and more than a prophet. This is he of whom it is written, Behold, I send my messenger before your face, who will prepare your way before you. I tell you; among those born of women, none is greater than John: yet the one who is least in the kingdom of God is greater than he. “(Luke: 7/26- 28).
Oleh karena itu, menurut orang-orang Kristen, yang akan mempersiapkan jalan adalah Yohanes Pembaptis, dan yang untuknya jalan itu dipersiapkan adalah Yesus (PBUH).
Therefore, according to Christians, the one who will prepare the road is John the Baptist, and the one whom the road is prepared for is Jesus (PBUH).
Mereka menganggap yang pertama adalah Elia, berdasarkan apa yang dikutip Matius dari Yesus (PBUH) dalam uraiannya tentang Yohanes Pembaptis: "Jadi, untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Untuk melihat nabi? Ya, Aku berkata kepadamu, dan lebih dari seorang nabi. Inilah dia, yang tentang dia ada tertulis: Sesungguhnya, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, dia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya. Sejak zaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang Kerajaan Surga diderita kekerasan, dan the orang yang kuat merebutnya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat sampai kepada Yohanes. Dan jika kamu mau menerimanya, dialah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa mempunyai telinga, hendaklah ia mendengar." (Matius 11:9-15).
They consider the first one to be Elijah due to what Matthew said quoting Jesus (PBUH) in the course of his talk about John the Baptist: "what then did you go out to see? A prophet? Yes, I tell you, and more than a prophet. This is he of whom it is written, Behold, I send my messenger before your face, who will prepare your way before you. Truly, I say to you, among those born of women, none is greater than John: yet the one who is least in the kingdom of God is greater than he. From the days of John the Baptist until now the kingdom of heaven has suffered violence, and the violent take it by force. For all the prophets and the law prophesied until John. And if you are willing to accept it, he is Elijah, who is to come. He who has ears to hear, let him hear." (Matthew: 11/9-15).
Matius juga menyebutkan bahwa Yesus (PBUH) berkata: "Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Kalau begitu, mengapa ahli-ahli Taurat mengatakan bahwa Elia harus datang lebih dahulu? Jawab-Nya, Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa Elia sudah datang, tetapi mereka tidak mengenalnya, malah memperlakukannya sesuka hati mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh tangan mereka.” Maka mengertilah murid-murid itu bahwa yang dimaksudkan-Nya ialah Yohanes Pembaptis." (Matius: 17/10-13).
Matthew also mentioned that Jesus (PBUH) said: "And the disciples asked him, “then why do the scribes say that first Elijah must come? He answered, Elijah does come, and he will restore all things. But I tell you, That Elijah has already come, and they did not recognize him, but did to him whatever they pleased. So also the Son of man will certainly suffer at their hands. Then the disciples understood that he was speaking to them of John the Baptist." (Matthew: 17/10-13).
Oleh karena itu, orang-orang Kristen meyakini bahwa sang penubuat, yakni orang yang akan mempersiapkan jalan, adalah Yohanes Pembaptis, dan yang dinubuatkan, yakni orang yang dipersiapkan jalannya, adalah Yesus (semoga kesejahteraan tercurah atasnya). Faktanya, Elia adalah lambang bagi nabi yang dinantikan, bukan lambang bagi nabi yang mempersiapkan jalan baginya.
Therefore, Christians believe that the prophesier, the one who will prepare the road, is John the Baptist, and the prophesized, the one whom the road is prepared for is Jesus (PBUH). The fact is that Elijah was a symbol for the expected prophet and not to the prophet who prepared the road for him.
Sebelum kita mengungkap kebenaran nubuat ini, kita harus memperingatkan pembaca tentang perubahan-perubahan yang telah terjadi dalam beberapa teks ini. Dalam Maleakhi ia berkata "malaikat perjanjian", yang dalam terjemahan-terjemahan lama adalah "utusan Sunat", dan juga dalam terjemahan modern ia berkata:
Before we unveil the truth of this prophecy, we must alert readers to the alterations that have happened in some of these texts. In Malachi he says "the covenant angel", which is in the old translations: "the messenger of Circumcision", also in the modern translation he says:
"Aku akan mengutus malaikat-Ku" tetapi dalam terjemahan lama "Aku akan mengutus utusan-Ku", dan dalam beberapa edisi "tuan itu akan datang", tetapi dalam beberapa yang lain "sang Penjaga", dan dalam yang lain lagi "Elia".
"I will send my angel" but in the old translation "I will send my messenger", and in some editions "the master will come", but in some others "the Guardian", and in another "Elijah".
Dalam teks Injil terdapat perubahan pada kutipan dari Maleakhi yang menggunakan kata ganti objek orang pertama "Me" dalam "he shall prepare the way before me", tetapi dalam Injil kata ganti tersebut berubah menjadi kata ganti objek orang kedua "You" yang mengacu kepada Yesus, yaitu "he shall prepare the way before thee".
In the Gospel’s text, there is an alteration made to the quotes from Malachi who used the first person object pronoun “Me” “he shall prepare the way before me ", but in the Gospels the pronoun became the third person object pronoun “You” referring to Jesus " he shall prepare the way before thee”.
Kita juga dapat melihat dengan jelas bahwa perubahan-perubahan itu telah menjangkau ucapan Yesus (PBUH) dan Yohanes Pembaptis, ketika para Penginjil mengklaim bahwa Yesus menganggap Yohanes Pembaptis sebagai orang yang mempersiapkan jalan bagi risalahnya. "Sesungguhnya Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu" (Lukas: 7/26), dan bahwa Ia menyebutnya Elia yang dinanti-nantikan. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi mereka tidak mengenalnya, malah mereka memperlakukannya sesuka hati mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh tangan mereka." Maka mengertilah murid-murid itu bahwa yang dimaksud-Nya ialah Yohanes Pembaptis. (Matius: 17/12-13).
We can also see clearly, that the alterations have reached the words of Jesus (PBUH) and the Baptist when the Evangelists claim that Jesus considered the Baptist to be the one who prepared for his message. "Behold, I send my messenger before your face, who will prepare your way. " (Luke: 7/26), and that he called him the expected Elijah "But I tell you, that Elijah has already come, and they did not recognize him, but did to him whatever they pleased. So also, the Son of man will certainly suffer at their hands. Then the disciples understood that he was speaking to them of John the Baptist."(Matthew: 17/12-13).
Itu merupakan suatu perubahan ketika mereka mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa yang kuat yang ia nubuatkan kedatangannya itu adalah Yesus (PBUH). "Yohanes menjawab mereka, Aku membaptis dengan air, tetapi di antara kamu berdiri seorang yang tidak kamu kenal, yaitu dia yang datang sesudah aku, yang tali kasutnya pun aku tidak layak melepaskannya. Semuanya ini terjadi di Betania, di seberang sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis. Keesokan harinya ia melihat Yesus datang kepadanya, lalu berkata, Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Inilah dia yang aku katakan, Sesudah aku datang seorang yang mendahului aku, sebab ia telah ada sebelum aku. Aku sendiri tidak mengenalnya, tetapi untuk inilah aku datang membaptis dengan air, supaya ia dinyatakan kepada Israel."
It is an alteration when they said that the Baptist told that the strong one that he prophesized of his coming, is Jesus (PBUH). "John answered them, I baptize with water: but among you stands one you do not know; even he who comes after me, the strap of whose sandal I am not worthy to untie. These things took place in Bethany across the Jordan, where John was baptizing. The next day he saw Jesus coming toward him, and said, Behold the Lamb of God, who takes away the sin of the world. This is he of whom I said, After me comes a man who ranks before me, because he was before me. I myself did not knew him , but for this purpose I came baptizing with water, that he might be revealed to Israel.
Dan Yohanes memberikan kesaksian, "Aku melihat Roh turun dari surga seperti merpati, lalu Roh itu tinggal di atas-Nya. Aku sendiri tidak mengenal Dia, tetapi Dia yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, berkata kepadaku: Orang yang kaulihat Roh turun dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat dan memberi kesaksian bahwa Dia adalah Anak Allah." Keesokan harinya Yohanes berdiri lagi bersama dua orang muridnya; dan ketika ia melihat Yesus berjalan, ia berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah!" Kedua murid itu mendengar perkataannya, lalu mereka mengikuti Yesus. Yesus berpaling dan melihat mereka mengikuti-Nya, lalu berkata kepada mereka, "Apa yang kamu cari?" Mereka menjawab, "Rabi, (artinya Guru), di manakah Engkau tinggal?" Kata-Nya kepada mereka, "Marilah dan kamu akan melihatnya." Maka mereka pergi dan melihat di mana Ia tinggal, dan mereka tinggal bersama-Nya pada hari itu.
And John bore witness, “I saw the Spirit descend from heaven like a dove, and it remained of him. I myself did not knew him, but he who sent me to baptize with water, said to me, he on whom you see the Spirit descend, and remain, this is he who baptizes with the Holy spirit. And I have seen and borne witness that this is the Son of God. the next day again John was standing with two of his disciples; And he looked at Jesus he walked by and said, “Behold the Lamb of God! the two disciples heard him say this, and they followed Jesus. Jesus turned and saw them following, and said to them, “What are you seeking? And they said to him, Rabbi, (which means teacher) where are you staying? He said to them, Come and you will see. So they came and saw where he was staying, and they stayed with him that day:
karena waktu itu kira-kira jam kesepuluh. Salah seorang dari dua orang yang mendengar Yohanes berbicara lalu mengikuti Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. (Yohanes: 1/26-40).
for it was about the tenth hour. One of the two who heard John speak and followed Jesus, was Andrew, Simon Peter's brother." (John: 1/26-40).
Yang kami maksud dengan klaim adanya perubahan ini bukanlah bahwa teks-teks tersebut tidak sejalan dengan persoalan yang sedang kami coba buktikan. Yang kami maksud adalah bahwa Yohanes Pembaptis menyangkal dirinya sebagai nabi Ilyas. Ilyas, yang diharapkan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuan, disangkal oleh Pembaptis ketika para imam dan orang Lewi, utusan dari kalangan Yahudi, datang kepadanya: "Dan inilah kesaksian Yohanes, ketika orang-orang Yahudi mengutus imam-imam dan orang-orang Lewi dari Yerusalem untuk bertanya kepadanya: Siapakah engkau? Ia mengaku dan tidak menyangkal, tetapi mengaku: Aku bukan Kristus. Lalu mereka bertanya kepadanya: Kalau begitu, apakah engkau Ilyas? Ia menjawab: Bukan. Apakah engkau nabi itu? Dan ia menjawab: Bukan." (Yohanes 1:19-21). Ini adalah pengakuan yang jelas, di mana Yohanes menyangkal bahwa dirinya adalah Ilyas yang akan mempersiapkan jalan, dan bahwa dirinya bukan Mesias yang dinanti maupun nabi yang dinanti.
Our claim of the alterations is not to say that the texts did not agree with the issue that we are trying to prove. It is that John the Baptist denied that he is the prophet Elijah. Elijah, who was supposed to prepare the way for the coming master, The Baptist denied it when the priests and the Levites Jewish messengers came to him "And this is the testimony of John, when the Jews sent priests and Levites from Jerusalem to ask him, who are you? He confessed, and did not deny; but confessed, I am not the Christ. And they asked him, What then? Are you Elijah? He said, I am not. Are you the prophet? And he answered, no." (John: 1/19-21), this is a clear confession where John denies that he is Elijah who will prepare the road, and that he is neither the expected messiah nor the expected prophet.
Pengakuan ini menyisakan tiga pilihan. Entah Yesus berbohong ketika mengatakan bahwa Elia telah datang, entah Yohanes Pembaptis berbohong ketika menyangkal bahwa dirinya adalah Elia, atau kita harus mengatakan bahwa para murid tidak memahami perkataan Yesus (SWT). Analisis terakhir inilah yang lebih mungkin, karena Matius keliru ketika berkata, "Maka mengertilah murid-murid itu, bahwa yang dimaksudkan-Nya ialah Yohanes Pembaptis". Mereka mengira mereka mengerti, padahal pada kenyataannya mereka tidak. Yesus sedang berbicara kepada mereka tentang diri-Nya sendiri. "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku, dan ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku: dan Tuhan, yang kamu cari, akan tiba-tiba datang ke Bait-Nya, dan utusan perjanjian, yang kamu sukai:
This confession leaves us with three choices. Either Jesus lied when he said that Elijah had come, that the Baptist lied when he denied that he was Elijah or we should say that the disciples did not understand the words of Jesus (PBUH). The last analysis is more likely, as Matthew made a mistake when he said, "Then the disciples understood that he was speaking to them of John the Baptist ". They thought that they understood, but in fact, they did not. He was talking to them about himself " Behold, I send my messenger, and he will prepare the way before me: and the Lord, whom you seek, will suddenly come to his temple, and the messenger of the covenant, in whom you delight:
"sesungguhnya, dia akan datang, firman TUHAN semesta alam." Selain itu, gambaran tentang Elia tidak sesuai dengan Yohanes Pembaptis, karena Elia datang setelah Yesus, sebagaimana Yesus berkata tentangnya: "Elia akan datang," tetapi Yesus dan Yohanes Pembaptis hidup pada masa yang sama.
behold, he is coming, says the LORD of hosts.” In addition, the description of Elijah does not match that of the Baptist, because he comes after Jesus, as Jesus said about him: "Elijah expected to be come" but Jesus and the Baptist were contemporaries.
Ketika Elia datang, ia "akan memulihkan segala sesuatu", dan "Ia akan membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anak, dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka". Tidak ada riwayat tentang Yohanes Pembaptis sebagai pribadi. Orang yang, menurut Matius, tinggal di padang gurun, makan belalang dan madu hutan, pakaiannya terbuat dari kulit unta, dan perbuatan terbaiknya adalah membaptis siapa pun yang datang kepadanya dengan bertobat. (Lihat Matius: 3/1-5).
When Elijah comes, he "will return everything", and "And he shall turn the heart of the fathers to the children, and the heart of the children to their fathers". There is no report about the Baptist as such. The one who, according to Matthew, lived in the desert, feeding on Locusts and honey, and his clothing was made of camel skin, and the best thing he did was to baptize whoever came to him repenting. (See Matthew: 3/1-5).
Tidak mungkin untuk menerima bahwa Yohanes Pembaptis adalah pendahulu bagi Yesus. Menurut Injil, Yohanes Pembaptis sebelum kematiannya tidak mengetahui kebenaran tentang Yesus, dan ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus (ﷺ)
It is impossible to accept that the Baptist was a prelude to Jesus. The Baptist, according to the Gospels, before his death did not know the truth about Jesus, and he sent his disciples to ask Jesus (PBUH)
"Dan berkata kepadanya, Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?" (Matius: 11/3).
"And said to him, Are you the one who is to come, or shall we look for another?" (Matthew: 11/3).
Bagaimana mungkin dia diutus pada masa ini, padahal dia tidak mengetahui kebenaran tentangnya? Apa yang dilakukan Yahya sebelum kedatangan Isa?
How could it be that he was sent at this time, when he did not know the truth about him? What did John do before the coming of Jesus?
Apakah dia melakukan sesuatu yang berkaitan dengan misi Yesus yang diklaim oleh Injil?
Did he do something related to Jesus’ mission that the Gospels are claiming?
Tidak ada riwayat tentang Yahya Pembaptis selain bahwa ia memberitakan kerajaan, sama seperti yang dilakukan Yesus ﷺ setelahnya. (Lihat Matius 3:1). Ia membaptis orang-orang yang datang kepadanya dan mengakui dosa-dosa mereka. (Lihat Matius 3:6), dan itulah yang dilakukan Yesus. Hal itu menegaskan bahwa mereka memiliki pesan yang sama, yaitu menubuatkan dan memberitakan tentang Nabi Muhammad ﷺ, nabi kerajaan itu. Sebagaimana Ia berkata: "Tetapi Ia berkata kepada mereka: Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah juga kepada kota-kota lain, sebab untuk itulah Aku diutus." (Lukas 4:43), Ia diutus untuk menyampaikan kabar gembira tentang kerajaan yang akan datang.
There is no report on The Baptist other than giving the prophecy of the kingdom, the same as what Jesus (PBUH) did after him. (See Matthew: 3/1). He used to baptize those who came to him confessing about their sins. (See Matthew: 3/6), and that is what Jesus did. That confirms that they had the same message that was to prophesize and tell about the prophet Muhammad (PBUH) the prophet of the kingdom. As he said: "but he said to them, I must preach the good news of the kingdom of God to other towns as well: for I was sent for this purpose. " (Luke: 4/34), he was sent to give good news of the next kingdom.
Faktanya, kaum Baptis dan Yesus (PBUH) membawa pesan yang sama. Keduanya diutus untuk menyampaikan tentang nabi terakhir.
The fact is that the Baptists and Jesus (PBUH) came with the same message. Both of them were sent to preach about the final prophet.
Mereka adalah para pendakwah dari nabi terakhir, yang oleh Matius disebut Kerajaan Surga, sebagaimana Nabi Yahya (Yohanes Pembaptis) berdakwah tentang dekatnya masa nabi yang dinanti, "Pada masa itu datanglah Yohanes Pembaptis, memberitakan di padang gurun Yudea, Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat." (Matius 3:1-2).
they were preachers of the final prophet, which Matthew called the Heavens Kingdom, as the prophet John the Baptist preached about the closeness of expected prophet’s time, "In those days John the Baptist came, preaching in the wilderness of Judea, Repent, for the kingdom of heaven is at hand. " (Matthew: 3/1- 2).
Setelah kematian Yohanes Pembaptis, Yesus memperbarui kabar gembira tentang kerajaan, "Sejak waktu itu mulailah Yesus memberitakan: Bertobatlah, sebab kerajaan sorga sudah dekat." (Matius: 4/17), "Maka Yesus pergi keliling seluruh Galilea, mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan memberitakan Injil Kerajaan." (Matius: 4/23).
After the death of John the Baptist Jesus renewed the good news of the kingdom, "and from that time Jesus began to preach, saying, repent: for the kingdom of heaven is at hand.” (Matthew: 4/17), "And he went throughout all Galilee, teaching in their synagogues, and proclaiming the gospel of the kingdom." (Matthew: 4/23).
Selain itu, beliau memerintahkan murid-muridnya untuk menyampaikan kabar gembira tentang dekatnya waktu kerajaan, maka beliau berkata, "Dan beritakanlah di sepanjang jalan, katakanlah: Kerajaan sorga sudah dekat." (Matius:
Moreover, he ordered his disciples to give the good news of the closeness of the kingdom’s time, so he said, "And proclaim as you go, saying, the kingdom of heaven is at hand." (Matthew:
10/7), mereka membawa pesan yang sama, yaitu berdakwah dan mempersiapkan jalan bagi nabi yang dinantikan.
10/7), they had the same message, and that is to preach and prepare the road to the expected prophet.
Bukan hanya deskripsi-deskripsi ini tidak sesuai dengan Yahya Pembaptis, tetapi juga tidak sesuai dengan Isa (alaihis salam), yang dikatakan oleh Yahya Pembaptis:
Not only did these descriptions not match the Baptist, but also did not match Jesus (PBUH) the Baptist said:
"Aku membaptis kalian dengan air untuk pertobatan, tetapi dia yang datang setelah aku lebih berkuasa daripada aku. Kasutnya pun aku tidak layak membawanya. Dia akan membaptis kalian dengan Roh Kudus dan dengan api: garpu penampinya ada di tangannya, dan dia akan membersihkan tempat pengirikannya, dan mengumpulkan gandumnya ke dalam lumbung; tetapi sekamnya akan dibakarnya dengan api yang tidak terpadamkan."
"I baptize you with water for repentance, but he, who is coming after me is mightier than I. Whose sandals I am not worthy to carry. He will baptize you with the Holy Spirit, and with fire: his winnowing fork is in his hand, and he will clear his threshing floor, and gather his wheat into the barn; but the chaff he will burn with unquenchable fire.
Lalu Yesus datang dari Galilea ke sungai Yordan untuk menemui Yohanes, supaya dibaptis olehnya." (Matius: 3/11-13).
Then Jesus came from Galilee to the Jordan to John, to be baptized by him." (Matthew: 3/11-13).
Nabi yang diharapkan, yang membawa kabar gembira, akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Sedangkan Yesus (PBUH) tidak pernah membaptis siapa pun selama hidupnya, meskipun hal ini tersebar di antara orang-orang, namun pada kenyataannya ia tidak melakukannya. Murid-muridnyalah yang melakukannya atas namanya: "Ketika Yesus mengetahui bahwa orang-orang Farisi telah mendengar bahwa Yesus membuat dan membaptis lebih banyak murid daripada Yohanes, (meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan hanya murid-murid-Nya,)" (Yohanes:
The expected prophet that had the good news would baptize with the Holy Spirit and fire. While Jesus (PBUH) never baptized anyone during his life, even though this was spread among the people, but in reality, he did not. His disciples did it in his name "now when Jesus learned that the Pharisees had heard that Jesus was making and baptizing more disciples than John, (although Jesus himself did not baptize, but only his disciples,)" (John:
4/1-2).
4/1-2).
Yahya (Yohanes) Pembaptis juga menyebutkan bahwa nabi yang dinanti akan membaptis dengan Roh dan api. Artinya, nabi tersebut akan memiliki kendali atas agama dan kehidupan, untuk mengubah kesalahan dan mendorong taubat.
The Baptist also mentioned that the expected prophet would baptize with spirit and fire. Meaning that he will have the control over religion and life, in order to change the wrong and encourage repentance.
Beliau tidak berhenti pada pembersihan lahiriah dengan membasuh tubuh menggunakan air, melainkan memperhatikan pembersihan batiniah. Alatnya untuk melakukan hal ini adalah apa yang dibawa oleh Roh Kudus (Gabriel), yaitu wahyu, informasi, dan penjelasan, sebagaimana api membersihkan banyak tempat di bumi dari kemusyrikan.
He would not stop at the external cleansing of washing the body with water, but he pays attention to internal cleansing, and his tool to do this is what the Holy Spirit (Gabriel) comes with, revelation, information and explanation, as he cleansed with fire many places on earth from paganism.
Baptisan semacam itu tidak dilakukan oleh Yesus (ﷺ)... wait, per the rules: ﷺ is only for the Prophet Muhammad, and the "(PBUH)" must not be written as ﷺ for Jesus. The original's "(PBUH)" is a written-out honorific, so it should be translated into words, e.g. "(semoga kesejahteraan tercurah atasnya)". Translation: Baptisan semacam itu tidak dilakukan oleh Yesus (semoga kesejahteraan tercurah atasnya), yang dibaptis oleh murid-muridnya dengan air, dan di mana dakwahnya merupakan kelanjutan dari baptisan Yohanes Pembaptis. Yaitu untuk memberitakan kabar baik tentang pertobatan dan pengampunan dosa, karena Yesus, setelah penyaliban dan kebangkitan, meminta setiap murid-muridnya: "Dan supaya dalam nama-Nya diberitakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa, dimulai dari Yerusalem." (Lukas: 24/47), sehingga baptisannya (semoga kesejahteraan tercurah atasnya) tidak berbeda dengan baptisan Yohanes Pembaptis. (Lihat Yohanes: 3/22-23).
Such baptism was not performed by Jesus (PBUH), whom his disciples baptized with water, and where his preaching was a continuation of the baptism of the Baptist. That is to give the good news about repentance and forgiveness of sins, for Jesus, after the crucifixion and resurrection, asked everyone of his disciples "And that the repentance and forgiveness of sins should be proclaimed in his name to all nations, beginning from Jerusalem." (Luke: 24/47), so his baptism (PBUH) was not different from the baptism of the Baptist. (See John: 3/22-23).
Setelah dia, murid-muridnya terus membaptis dengan air seperti Yohanes Pembaptis, dan ketika Paulus pergi ke Efesus, "di sana ia menemukan beberapa murid, lalu ia berkata kepada mereka, apakah kamu menerima Roh Kudus ketika kamu percaya? Mereka menjawab, tidak, kami bahkan belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus. Ia berkata, jadi kamu dibaptis dengan baptisan apa? Mereka menjawab, dengan baptisan Yohanes. Paulus berkata, Yohanes membaptis dengan baptisan pertobatan, menyuruh orang-orang untuk percaya kepada Dia yang akan datang sesudahnya, yaitu Yesus. Setelah mendengar hal ini, mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus." (Kisah Para Rasul 19:1-5). Jika Yesus (PBUH) memiliki baptisan yang berbeda dari baptisan Yohanes, maka tentu hal itu sudah terkenal dan tersebar di antara murid-murid.
His disciples continued after him to baptize with water like John the Baptist, and when Paul went to Ephesus, “and there he found some disciples, and he said to them, did you receive the Holy Spirit when you believed? And they said, no, we have not even heard that there is a Holy Spirit. And he said, into what then were you baptized? They said, into John's baptism. And Paul said, John baptized with the baptism of repentance, telling the people to believe in the one who was to come after him, that is, Jesus. On hearing this, they were baptized in the name of the Lord Jesus." (Acts: 19/1-5). If Jesus (PBUH) had a baptism different from the Baptist’s, then it should have been well known and spread among the disciples.
Yahya Pembaptis juga menggambarkan nabi yang diharapkan itu sebagai lebih kuat daripada dirinya. Tidak ada sesuatu pun dalam pesan atau kehidupan Yesus yang menunjukkan kekuatan semacam itu. Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus tidak membawa Hukum yang baru, dan keduanya juga bukan raja atas kaumnya; keduanya pun tidak pernah memiliki pengaruh maupun kekuasaan. Bukan hanya tidak punya kuasa, orang-orang Kristen juga secara keliru mengklaim bahwa keduanya dibunuh! Di manakah kekuatan yang disebutkan oleh Yohanes itu?
The Baptist also described the expected prophet as stronger than him. There was nothing about the message or the life of Jesus that indicated such strength. Both John the Baptist and Jesus did not come with a new Law, nor were they kings over their people, and both of them never had any influence or authority. Not only had they no power, but also Christians, falsely, claim that they were both killed! Where is the strength that the Baptist mentioned?
Lebih jauh lagi, Yesus tidak sesuai dengan pernyataan Yohanes Pembaptis tentang nabi yang diharapkan. "Yang kipas-Nya ada di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dengan api yang tidak terpadamkan." Itu adalah metafora, yang dijelaskan oleh Dr. William Edie sebagai:
Moreover, Jesus (PBUH) did not match the Baptist’s statement about the expected prophet. “Whose fan is in his hand, and he will thoroughly purge his floor, and gather his wheat into the garner; but he will burn up the chaff with unquenchable fire.". That is a metaphor, which Dr. William Edie explained as:
"itu adalah sebuah metafora yang menunjukkan berakhirnya seluruh misi, dan mungkin metafora ini merupakan isyarat tentang disiplin Tuhan terhadap umat tersebut dan pembalasan-Nya kepada mereka di kehidupan ini". Sebenarnya, hal itu melampaui sekadar itu, karena ia menjelaskan kekuatan yang menyucikan pemberian Hukum oleh Tuhan kepada para nabi-Nya, serta segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
"it is a metaphor indicating the end of the whole mission, and it is possible that this metaphor was an indication of God's discipline of the people and his revenge on them in this life". In fact, it goes further than that, as it explains the power that purifies God’s giving of the Law to his prophets, and whatever was associated with it.
Berdasarkan itu, nabi yang dinantikan adalah Muhammad ﷺ, dan beliau adalah satu-satunya yang datang ke Tanah Suci dan Bait Suci secara tiba-tiba, ketika beliau terbang dalam Perjalanan Malam-nya ke Baitul Maqdis, sedangkan Isa dan Yahya tumbuh besar di wilayah Bait Suci.
Based on that, the expected prophet is Muhammad (PBUH), and he is the only one that came to the Holy Land and the temple suddenly, when he flew on his Night Journey to the Holy House, While Jesus and John grew up in the area of the temple.
Beliau juga adalah nabi yang oleh sebagian terjemahan disebut "utusan Khitan", karena beliau menyerukan dan mengingatkan kaum Muslimin bahwa khitan termasuk sunnah-sunnah petunjuk, dan kaum Muslimin melestarikan tradisi ini setelah beliau.
He is also the prophet that, is named by some translations "the messenger of Circumcision", as he did call for, and alerted the Muslims that it is one of the guidance traditions, and the Muslims kept this tradition after him.
2 (A=1, Y=10, L=30), yang sama nilainya dengan kata Ahmad (A=1, H=8, M=40, D=4).
2 (A=1, Y=10, L=30), which is equal to the word Ahmad (A=1, H=8, M=40, D=4).
Lihat di: The difference between the created and the creator, oleh: Abdul Rahman Bagy Al Bagdady (654).
1 Look in: The difference between the created and the creator, by: Abdul Rahman Bagy Al Bagdady (654).