An-Nahdah (kebangkitan) – Makna Linguistik dan Terminologis:
An- Nahdah (revival) – Linguistic And Terminological Meanings:
Kata 'An-Nahdah' adalah kata Arab yang berasal dari kata kerja nahada (نَهَضََ), yang berarti qaama (berdiri). Namun, kata ini kemudian mulai digunakan dengan makna istilahi (makna terminologis) yang menunjukkan suatu realitas tertentu. Makna yang diberikan pada zaman modern ini tidak digunakan oleh orang Arab sebelumnya. Hal ini karena makna lughawi (makna kebahasaan) menurut apa yang ditetapkan orang Arab berbeda dari makna terminologis ini. Oleh karena itu, kata tersebut tidak boleh dikembalikan ke makna kebahasaannya tanpa adanya qarinah (petunjuk atau keterkaitan), karena makna terminologisnya yang baru telah meluas, dominan, dan merupakan makna yang langsung terlintas di benak ketika disebutkan atau didengar oleh para ilmuwan sosial, mayoritas orang terpelajar, bahkan masyarakat umum.
The word ‘An-Nahdah’ is an Arabic word derived from the verb Nahada (نَهَضََ ) which means Qaama (to stand) however it has begun to be used with an Istilaahi (terminological definition) meaning which indicates a specific reality. This meaning that has been provided in the modern time was not used by the Arabs previously. This is because its linguistic meaning according to what the Arabs laid down differs from this terminological meaning. Therefore the word should not return to its linguistic meaning without a Qareenah (indication/linkage) as its new terminological meaning has become widespread, dominant and it represents the meaning that comes straight to the mind when it is mentioned or heard by social scientists, the majority of educated people and even the general masses.
Adapun makna bahasanya, maka dalam kamus ‘Lisaan Al-‘Arab’ disebutkan sebagai berikut:
As for its linguistic meaning then the following was stated in the dictionary ‘Lisaan Al-‘Arab’:
Nahada: Beranjak atau bangkit dari suatu posisi/tempat dan berdiri darinya.
Nahada: The departing/rising from a position/placement and standing from it.
Nahada, YanHadu, Nahdan, Nuhoodan yakni: Berdiri. Intahada Al-Qawm (kaum itu bangkit) artinya: Mereka berdiri untuk berperang.
Nahada, YanHadu, Nahdan, Nuhoodan i.e. Stood up. Intahada Al-Qawm (the people raised up) meaning: They stood up for battle.
An-Nahdah: Kekuatan (energi) dan daya (Taaqah dan Quwwah). Tempat Naahid berarti: tempat yang tinggi.
An-Nahdah: The strength (energy) and power (Taaqah and Quwwah). A Naahid place means: Elevated (place).
Oleh karena itu, jelas bahwa makna terminologis yang menjadi pokok kajian kita tidak dapat ditemukan dalam makna-makna linguistik yang disebutkan di atas.
It is therefore evident that the terminological meaning representing the subject of our study cannot be found within the linguistic meanings mentioned above.