29 Standar Kertas
29 The Paper Standard
Standar kertas menjadikan uang kertas sebagai alat peredaran. Uang kertas adalah ungkapan bagi tanda bukti (voucher) yang beredar dan diterbitkan demi kepentingan pemegangnya, yang mewakili utang tertentu yang dijamin oleh Negara atau otoritas mata uang yang menerbitkannya, apabila kertas ini menjadi pengganti emas atau perak, atau kertas yang dijamin dengan emas atau perak.
The paper standard takes paper currency as the tool of circulation. Paper currency is an expression for circulated vouchers issued for the benefit of its bearer, which represent specific debt secured by the State or currency authority that issued it if this paper is a substitute for gold or silver, or secured paper backed by gold or silver.
Mata uang kertas dapat menjadi pengganti emas atau perak yang dimiliki Negara sedemikian rupa sehingga ia mewakilinya sepenuhnya, yaitu emas atau perak yang menjadi jaminan uang kertas yang beredar ini mewakili 100% dari nilainya. Maka pemegang uang kertas perwakilan ini berhak menukarnya dengan emas atau perak, sesuai dengan jaminan tersebut, kapan pun ia mau tanpa batasan atau pembatasan apa pun. Mata uang perwakilan ini pada hakikatnya dianggap berada dalam sistem logam. Yang terjadi hanyalah bahwa alih-alih emas atau perak itu sendiri yang beredar, mata uang perwakilan ini menempati tempat mereka dalam peredaran dalam kapasitasnya sebagai wakil mereka.
Paper currency can be a substitute for gold or silver possessed by the State such that it represents it completely i.e. the gold or silver backing this circulating paper represents 100% of this value. So the bearer of this representative paper currency has the right to exchange it into gold or silver, according to this cover, whenever he wants without any restriction or limit. This representative currency is considered, in reality, to be of the metallic system. All that happens is that instead of circulating gold or silver themselves, this representative currency takes their place in circulation in its capacity as their representative.
Selain itu, mata uang kertas ini dapat dijamin sebagian nilainya dengan emas atau perak, dalam proporsi tertentu dan terbatas. Mata uang kertas semacam ini dikenal sebagai "mata uang yang dijamin." Meskipun demikian, mata uang tersebut tidak sepenuhnya dijamin oleh emas dan perak; kepercayaannya bersumber dari kepercayaan terhadap otoritas yang menerbitkannya. Bagian yang dijamin dengan emas atau perak merupakan mata uang yang mewakili emas atau perak, sedangkan bagian sisanya yang tidak dijamin adalah mata uang kertas yang dijamin, yang daya edarnya bergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap otoritas yang menerbitkannya.
Also, this paper currency can be covered for a part of its value in gold or silver, in a specific and limited proportion. Such paper currency is known as “secured currency.” Despite this it is not covered completely by gold and silver, its trustworthiness results from the trustworthiness in the authority that issues it. The portion within it covered by gold or silver is currency representative of gold or silver, whereas the remaining not covered portion is secured paper currency whose circulation strength depends upon people’s confidence in the authority that issued it.
Jenis ketiga dari uang kertas adalah uang kertas yang sama sekali tidak memiliki jaminan emas atau perak, dan juga tidak mewakili emas atau perak. Ini dikenal sebagai "uang kertas wajib" yang tidak dapat ditukarkan dengan emas atau perak. Nilainya bergantung pada kekuatan pembebasan utang di kalangan masyarakat yang diberikan oleh hukum kepadanya. Ia tidak memiliki nilai intrinsik pada dirinya sendiri; nilainya justru bergantung pada hukum yang mewajibkannya sebagai mata uang yang sah. Jika hukum menghapus transaksi yang menggunakannya, atau jika orang kehilangan kepercayaan terhadapnya, maka ia akan menjadi tidak berharga.
The third type of paper currency is paper currency without any gold or silver backing at all, nor is it representative of gold or silver. This is known as “compulsory paper currency” that is not exchangeable for gold or silver. Its value depends upon the strength of the public remission of debt which the law grants to it. It has no intrinsic value in itself; rather its value depends upon the law that obliges it, as compulsory currency. If the law were to abolish transactions involving it or people lost confidence in it, then it would become worthless.