Kisah Luqman
Story Of Luqman
Allah Yang Maha Kuasa berfirman:
Allah the Almighty says:
{Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Luqman AL-Hikmah (kebijaksanaan dan pemahaman agama), (dengan firman): "Bersyukurlah kepada Allah."Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya ketika ia memberi nasihat kepadanya: "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kezaliman yang besar." Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya)}
{And indeed We bestowed upon Luqman AIHikmah (wisdom and religious understanding) saying: "Give thanks to Allah."And whoever gives thanks, he gives thanks for (the good of) his own self. And whoever is unthankful, then verily, Allah is All-Rich (Free of all needs), Worthy of all praise. And (remember) when Luqman said to his son when he was advising him: "O my son! Join not in worship others with Allah. Verily, joining others in worship with Allah is a great Zulm (wrong) indeed. And We have enjoined on man (to be dutiful and good)
kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Tetapi jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuan kamu tentangnya, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka Aku akan memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." "Wahai anakku! Sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi, lalu berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui." "Wahai anakku! Dirikanlah shalat, serulah (manusia) kepada yang makruf dan cegahlah dari yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting (yang diperintahkan Allah tanpa pengecualian)." "Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." {Luqman, 12-19}
to his parents. His mother bore him in weakness and hardship upon weakness and hardship, and his weaning is in two years -give thanks to Me and to our parents. Unto Me is the final destination. But if they (both) strive with you to make you join in worship with Me others that of which you have no knowledge, then obey them not; but behave with them in the world kindly, and follow the path of him who turns to Me in repentance and in obedience.Then to Me will be your return, and I shall tell you what you used to do. "O my son! If it be (anything) equal to the weight of a grain of mustard seed, and though it be in a rock, or in the heavens or in the earth, Allah will bring it forth. Verily, Allah is Subtle (in bringing out that grain), Well-Aware (of its place). "O my son! Aqim-As-Salat (perform As-Salat), enjoin (on people) Al-Ma'ruf (Islamic Monotheism and all that is good), and forbid (people) from Al- Munkar (i.e. disbelief in the Oneness of Allah, polytheists of all kinds and all that is evil and bad), and bear with patience whatever befalls you. Verily, these are some of the important commandments (ordered by Allah with no exemption). "And turn not your face away from men with pride, nor walk in insolence through the earth. Verily, Allah likes not any arrogant boaster." "And be moderate (or show no insolence) in your walking and lower your voice. Verily, the harshest of all voices is the braying of the ass"}. (Luqman, 12-19)
Dia adalah Luqman bin 'Anqa' bin Sadun. Atau, sebagaimana disebutkan oleh As-Suhaili dari Ibnu Jarir dan Al-Qutaibi, bahwa ia adalah Luqman bin Tharan yang berasal dari kalangan penduduk Aylah (Yerusalem).
He is Luqman Ibn 'Anqa' Ibn Sadun. Or, as stated by As-Suhaili from Ibn Jarir and Al-Qutaibi that he is Luqman Ibn Tharan who was from among the people of Aylah (Jerusalem).
Dia adalah seorang yang saleh, yang bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan dianugerahi hikmah. Disebutkan pula bahwa ia pernah menjadi hakim pada masa hidup Nabi Dawud ﷺ. Dan Allah lebih mengetahui.
He was a pious man who exerted himself in worship and who was blessed with wisdom. Also, it is said that he was a judge during the lifetime of Prophet Dawud (Peace be upon him). And, Allah knows best.
Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsauri dari Al-Asy'ats, dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas (semoga Allah meridhainya), bahwa beliau berkata: "Ia adalah seorang budak Habasyah yang bekerja sebagai tukang kayu." Qatadah meriwayatkan dari 'Abdullah bin Az-Zubair, bahwa ia berkata: "Aku bertanya kepada Jabir bin 'Abdullah tentang Luqman. Ia berkata: 'Ia pendek, berhidung pesek, dan berasal dari Nubia.'" Diriwayatkan oleh Yahya bin Sa'id Al-Anshari dari Sa'id bin Al-Musayyib, perkataannya:
Narrated Sufyan Ath- Thawri from Al-Ash'ath after 'Ikrimah on the authority of Ibn 'Abbas (May Allah be pleased with him) as saying: He was an Ethiopian slave who worked as a carpenter. Qatadah narrated from' Abdullah Ibn Az-Zubair as saying: I asked Jabir Ibn 'Abdullah about Luqman. He said: "He was short with a flat nose. He was from Nubia" Narrated Yahia Ibn Sa' id Al-Ansari after Sa' id Ibn Al-Musayib his saying:
Luqman termasuk golongan laki-laki kulit hitam dari Mesir. Ia berbibir tebal, dan Allah Yang Maha Tinggi menganugerahkan kepadanya hikmah, tetapi bukan kenabian. Al-Awza'i berkata: Telah menceritakan kepadaku 'Abdur Rahman Ibn Harmalah bahwa seorang laki-laki berkulit hitam datang kepada Sa'id Ibn Al-Musayyib meminta sedekah. Sa'id berkata: Janganlah merasa sedih karena warna kulitmu yang hitam, sebab di antara orang-orang terbaik dari seluruh manusia ada tiga laki-laki berkulit hitam: Bilal Ibn Rabah, Mahja' (budak yang dimerdekakan oleh 'Umar Ibn Al-Khattab), dan Luqman yang bijaksana, yang berkulit hitam, berasal dari Nubia, dan berbibir tebal.
Luqman belonged to the black men of Egypt. He had thick lips and Allah the Almighty granted him wisdom but not Prophethood. Al-Awza'i said: I was told by 'Abdur Rahman Ibn Harmalah: that a black man came to Sa' id Ibn AIMusayib asking him for charity. Sa' id said: do not feel distressed for your black color because there were from among the best of all people three blackmen: Bilal Ibn Rabah, Mahja' (the freed-slave of 'Umar Ibn Al-Khattab), and Luqman, the wise who was black, from Nubia and whose lips were thick.
Diriwayatkan dari Al-A'masy, setelah Mujahid: Luqman adalah seorang budak kulit hitam yang besar, berbibir tebal, dan berkaki pecah-pecah. 'Umar bin Qais berkata: "Luqman adalah seorang budak kulit hitam, berbibir tebal dan berkaki pecah-pecah. Suatu ketika, saat ia sedang menasihati sekelompok orang, seorang lelaki datang kepadanya dan berkata: bukankah engkau yang dulu menggembalakan domba bersamaku di tempat anu? Luqman menjawab: ya, benar! Lelaki itu berkata: lalu, apa yang membuatmu sampai pada kedudukan ini? Luqman menjawab: dengan berkata jujur dan diam terhadap apa yang bukan urusanku." (Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir setelah Ibnu Hamid, setelah Al-Hakam)
Narrated Al-A'mash after Mujahid: Luqman was a black huge slave, thicklipped, and crackedfooted. 'Umar Ibn Qais said: "Luqman was a black slave, thick-lipped and cracked-footed. It happened while he was preaching some people, a man came to him and said: aren't you the one who used to look after the sheep with me at such and such place? Luqman said: yes, I am! The man said: then, what made you of that position? Luqman said: telling the truth and keeping silent regarding what does not concern me." (This Hadith was narrated by Ibn J arir after lbn Hamid after Al-Hakam)
Ibnu Abi Hatim berkata: Abu Zur'ah menceritakan kepadaku, dari Shafwan, dari Al-Walid, dari 'Abdurrahman bin Abu Yazid bin Jabir, yang berkata: "Allah Yang Maha Tinggi mengangkat derajat Luqman karena hikmahnya. Seorang laki-laki yang mengenalnya melihatnya dan berkata: Bukankah engkau budak fulan yang dulu menggembalakan domba-dombaku tidak lama yang lalu? Luqman berkata: Ya! Laki-laki itu berkata: Apa yang mengangkatmu ke kedudukan tinggi yang kulihat ini? Luqman berkata: Ketetapan Ilahi, menunaikan amanah, berkata jujur, dan meninggalkan apa yang tidak menjadi urusanku." Diriwayatkan Ibnu Wahb: Abdullah bin 'Ayyash Al-Fityani menceritakan kepadaku, dari Umar, budak yang dimerdekakan oleh 'Afrah, ia berkata: "Seorang laki-laki datang kepada Luqman Al-Hakim dan bertanya: Apakah engkau Luqman? Apakah engkau budak fulan? Ia menjawab: "Ya!" Laki-laki itu berkata: Engkau si penggembala hitam! Luqman berkata: Adapun warna hitamku, itu sudah jelas terlihat, maka apa yang membuatmu heran? Laki-laki itu berkata: Engkau sering dikunjungi orang-orang yang dengan senang hati menerima keputusanmu! Luqman berkata: Wahai saudara sepupu! Jika engkau melakukan apa yang kuperintahkan kepadamu, engkau akan seperti ini. Laki-laki itu bertanya: Apa itu? Luqman berkata: Menundukkan pandanganku, menjaga lidahku, makan yang halal, menjaga kehormatanku, menepati janjiku, memenuhi komitmenku, memuliakan tamu, menghormati tetanggaku, dan meninggalkan apa yang tidak menjadi urusanku. Semua inilah yang menjadikanku seperti yang engkau lihat." Suatu hari Abu Ad-Darda' menyebut Luqman Al-Hakim dan berkata: Hikmah tidaklah diberikan kepadanya karena harta, anak, keturunan, atau kebiasaan tertentu, tetapi ia adalah orang yang menahan diri, sedikit bicara, banyak berpikir, dan tidak pernah tidur di siang hari. Selain itu, tidak pernah ada yang melihatnya meludah, berdeham, memeras jeruk nipis, buang hajat, mandi, memperhatikan hal-hal sepele, atau tertawa dengan bodoh. Ia sangat fasih dan luas pengetahuannya. Ia tidak menangis ketika semua anaknya meninggal. Akhirnya, ia sering mendatangi para pembesar dan orang-orang berwenang untuk menjadi penengah, berpikir mendalam, dan mengambil pelajaran. Karena semua hal inilah beliau dianugerahi hikmah yang agung itu.
Ibn Abu Hatim said: I was told by Abu Zar' ah that he was told by Safwan after Al- W alid after 'Abdur Rahman Ibn Abu Yazid Ibn Jabir who said: "Allah the Almighty raised Luqman's status for his wisdom. A man used to know him saw him and said: Aren't you the slave of so and so who used to look after my sheep not so long in the past? Luqman said: yes! The man said: What raised you to this high state I see? Luqman said: the Divine Decree, repaying the trust, telling the truth and discarding what does not concern me. " Narrated Ibn Wahb: I was told by 'Abdullah Ibn 'Ayyash Al-Fityani after' Umar, the freed slave of 'Afrah as saying: "A man came to Luqman, the wise and asked: Are you Luqman? Are you the slave of so and so? He said: "Yes!" The man said: You are the black shepherd! Luqman said: As for my black color, it is obviously apparent, so what makes you so astonished? The man said: You became frequently visited by the people who pleasingly accept your judgments! Luqman said: 0 cousin! If you do what I am telling you, you will be like this. The man said: What is it? Luqman said: Lowering my gaze, watching my tongue, eating what is lawful, keeping my chastity, undertaking my promises, fulfilling my commitments, being hospitable to guests, respecting my neighbors, and discarding what does not concern me. All these made me the one you are looking at." One day Abu Ad-Darda' mentioned Luqman the wise and said: He was not granted wisdom because of wealth, children, lineage, or given habits, but he was self-restrained, taciturn, deep-thinking, and he never slept during the day. In addition, no one has ever seen him spitting, clearing his throat, squeezing the lemon, answering the call of nature, bathing, observing trivialities, or foolishly laughing. He was very eloquent and well-versed. He did not weep or cry when all his children died. Finally, he used to frequent the princes and men of authority to mediate and think thoroughly and find admonition. So, because of all these he was granted that great wisdom.
Sebagian orang mengklaim bahwa ia ditawari kenabian, lalu ia khawatir tidak akan mampu memikul syarat-syarat dan kewajibannya. Maka ia memilih untuk memiliki hikmah karena hal itu lebih mudah. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, dan Allah lebih mengetahui. Ikrimah juga meriwayatkan bahwa Luqman adalah seorang nabi.1
Some people claimed that he was offered Prophethood, and that he feared not to be able to carry out its requirements and obligations. Thus, he chose to have wisdom for it is easier -this cannot be totally true -and Allah knows best! 'Ikrimah also narrated that: Luqman was a Prophet.1
1Hadits ini sangat lemah karena perawi di bawahnya, Al-Ja'fi, disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dan An-Nasa'i di antara para perawi yang lemah.
1This narration is very weak for the sub-narrator, Al-Ja' fi is mentioned by Imams Al-Bukhari and An-Nasa'i among the Weak Narrators.
Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa ia adalah seorang bijak dan bukan seorang Nabi. Lagi pula, ia disebutkan dalam Al-Qur'an yang mulia dan sangat dipuji oleh Allah Yang Maha Tinggi, Yang menceritakan nasihatnya kepada anaknya sendiri, di mana ia berkata: {Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar}. Maka ia melarang anaknya dan memperingatkannya agar tidak mempersekutukan Allah. Imam Al-Bukhari berkata: Telah menceritakan kepadaku Qutaibah, dari Jarir, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari 'Alqamah, dari 'Abdullah, ia berkata: "Ketika turun ayat: {Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (yaitu syirik)}
However, the majority of scholars are of the view that he was a wise man and not a Prophet. Moreover, he was mentioned in the Glorious Qur'an and was highly praised by Allah the Almighty Who narrates his advice to his own son in which he says: {O my son! Join not in worship others with Allah. Verily, joining others in worship with Allah is a great Zulm (wrong) indeed}, so he forbade his son and warned him against joining others in worship with Allah. Imam Al-Bukhari said: I was told by Qutaibah after Jarir after Al-A'mash after Ibrahim after 'Alqamah after 'Abdullah as saying: "When the Verse: {It is those who believe and do not confuse their belief with wrong (i.e.
…dan tidak mencampuradukkan ibadah kepada Allah dengan kezaliman (syirik) {Al-An'am: 82} diturunkan, kami berkata:
joining others in worship with Allah} (Al-An' am, 82) was revealed, we said:
"Wahai Rasulullah! Siapakah di antara kami yang tidak pernah menzalimi dirinya sendiri?" Beliau ﷺ menjawab: "Tidak seperti yang kalian kira, karena 'kezaliman' dalam ayat itu dan 'mereka tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman' maksudnya adalah SYIRIK (yaitu menyekutukan Allah dalam ibadah). Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman kepada anaknya: {Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar}." (Luqman, 13)
"0 Allah's Messenger! Who is there amongst us who has not done wrong to himself?" He (Peace be upon him) replied: "It is not as you say, for 'wrong' in the Verse and' do not confuse their belief with wrong' means 'SHIRK' (i.e. joining others in worship with Allah). Haven't you heard Luqman's saying to his son, {O my son! Join not others in worship with Allah, verily joining others in worship with Allah is a great wrong indeed}." (Luqman, 13)
Kemudian, Allah memberi tahu kita tentang nasihat-Nya kepada umat manusia untuk memperhatikan orang tua. Dia menyebutkan hak-hak mereka atas anak-anaknya dan memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada mereka, meskipun mereka adalah orang-orang musyrik. Namun, seseorang tidak boleh menaati mereka jika mereka mengajaknya untuk menyekutukan Allah dalam ibadah. Lalu Allah melanjutkan nasihat Luqman kepada anaknya, dengan firman-Nya: {Wahai anakku! Sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi, lalu berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui}, yakni Luqman melarang anaknya berbuat zalim kepada manusia sekecil apa pun, karena Allah akan mendatangkannya dan memperhitungkannya pada Hari Kiamat. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Sesungguhnya Allah tidak akan berbuat zalim sedikit pun (walau) seberat zarrah} (An-Nisa', 40), dan {Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tidak seorang pun akan dirugikan sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan} (Al-Anbiya', 47). Luqman mengatakan kepadanya bahwa jika perbuatan buruk itu seberat biji sawi, atau berada dalam batu yang keras, atau di langit atau di bumi, Allah akan mendatangkannya karena Dia mengetahui tempatnya dengan tepat: {Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui}. Allah Yang Maha Kuasa juga berfirman: {Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya. Dan tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak ada yang basah atau yang kering melainkan (semuanya) tertulis dalam Kitab yang nyata} (Al-An'am, 59), dan {Dan tiada sesuatu pun yang gaib di langit dan di bumi melainkan (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)} (An-Naml, 75), dan {Yang Mengetahui yang gaib, tidak luput dari-Nya seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan tidak ada yang lebih kecil dari itu dan tidak (pula) yang lebih besar, melainkan (semuanya) tercatat dalam Kitab yang nyata} {...tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, baik di langit maupun di bumi, tetapi semuanya tercatat dalam Kitab yang Nyata (Al-Lauh Al-Mahfuz)} (Saba', 3).
Then, Allah informs us of His advice to mankind to take care of parents. He states their rights on the children and orders us to be kind with them even if they were polytheists. But, one should not obey them if they invite him to join others in worship with Allah. Then Allah resumes Luqman's advice to his son saying: {O my son! If it be (anything) equal to the weight of a grain of mustard seed, and though it be in a rock, or in the heavens or in the earth, Allah will bring it forth. Verily, Allah is Subtle (in bringing out that grain), Well-Aware (of its place)}, i.e. he forbids him to do wrong to the people even in the slightest way, for Allah will bring it forth and bring him to account on the Day of Resurrection. Allah Almighty says: {Surely! Allah wrongs not even of the weight of an atom (or a small ant)} (An-Nisa', 40) and, {And We shall set up balances of justice on the Day of Resurrection, then none will be dealt with unjustly in anything. And if there be the weight of a mustard seed, We will bring it. And Sufficient are We to take account} (Al-Anbiya', 47) and, he told him if that wrong deed was equal to the weight of a grain of mustard seed, or if it was in a solid rock, or in the heavens or in the earth, Allah will bring it forth for He knows its exact place, {Verily, Allah is Subtle (in bringing out that grain), Well-Aware (of its place)}. Allah Almighty also says: {And with Him are the keys of the Ghaib (all that is hidden), none knows them but He. And He knows whatever there is in the land and in the sea; not a leaf falls, but He knows it. There is not a grain in the darkness of the earth nor anything fresh or dry, but is written in a Clear Record} (Al-An'am, 59) and, {And there is nothing hidden in the heaven and the earth but it is in a Clear Book (i.e. Al-Lauh Al-Mahfuz)} (An-Naml, 75) and, {the All-Knower of the Unseen, it will come to you; not even the weight of an atom (or a small ant) or less than that or greater escapes His Knowledge in .the heavens or in the earth but it is in a Clear Book (Al-Lauh Al-Mahfuz)} (Saba', 3).
As-Sadiy menyatakan bahwa batu yang disebut dalam ayat itu adalah batu yang terletak di bawah bumi ketujuh. Namun, klaim ini ditolak sepenuhnya, karena kata "batu" dalam ayat tersebut bersifat nakirah (tidak tertentu), dan seandainya klaimnya benar, tentu akan disebut "batu itu". Jadi, "batu" di sini berarti batu apa pun dan bukan batu tertentu. Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Jika salah seorang dari kalian melakukan suatu amal di dalam batu yang keras yang tidak memiliki pintu atau lubang, maka amalnya, apa pun itu, akan keluar (diketahui oleh orang banyak)." Kemudian Luqman berkata: {Wahai anakku! Dirikanlah shalat}, yakni laksanakanlah dengan baik dan tepat pada waktunya. Lalu ia berkata: {dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma'ruf (tauhid Islam dan segala kebaikan), dan cegahlah (manusia) dari yang munkar (yakni kekafiran terhadap keesaan Allah, kemusyrikan dalam segala bentuknya, serta segala kejahatan dan keburukan)}, yakni dengan segenap kemampuanmu, dengan tanganmu, lisanmu, dan jika tidak mampu, maka dengan hatimu (yakni mengingkari dan membencinya). Kemudian ia menasihatinya agar bersabar, dengan berkata: {dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu}, sebab orang yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kejahatan kemungkinan besar akan dianggap sebagai musuh oleh sebagian orang (namun, balasan akhirnya pasti menjadi miliknya). Karena itu, ia diperintahkan untuk bersabar. {Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting (yang diperintahkan Allah tanpa pengecualian)} yang tidak dapat dihindari dan tidak boleh diabaikan.
As-Sadiy claimed that the rock mentioned in the Verse is that which lies beneath the seventh earth. But, this claim is totally rejected for the word "rock" is indefinite and if his claim were true, it would be "the rock". So, "rock" here means any rock whatever and not a particular one. Narrated Abu Sa'id Al- Khudri after Prophet Muhammad (Peace be up9n him) as saying: "If any of you performs deeds in a solid rock that has no door or hole, his deeds, whatever they are, will come out (to the public)." Then, Luqman said: {O my son! Aqim-As- Sa.lah (perform As-Salah)}, i.e. perform it properly and in due time. Then, he said: {enjoin (on people) Al-Ma'ruf (Islamic Monotheism and all that is good), and forbid (people) from Al-Munkar (i.e. disbelief in the Oneness of Allah, polytheists of all kinds and all that is evil and bad)}, i.e. with your full power, with your hand, tongue and if you could not, let it be with your heart (i.e. reject and resent it). Then, he advised him to observe patience saying: {and bear with patience whatever befalls you}, for if one enjoins what is good and forbids the evil, he will probably regarded as enemy to certain people (but, the final reward would surely be his). For this, he commanded him to observe patience. {Verily, these are some of the important commandments (ordered by Allah with no exemption)} that are inevitable and cannot be neglected.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia dengan angkuh}. Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, Mujahid, 'Ikrimah, Sa'id bin Jubair, Ad-Dahhak, Yazid bin Al-Asam, Abu Al-Jawza' dan lainnya: Maksudnya adalah seseorang tidak boleh bersikap pamer atau sombong.
Allah the Almighty says: {And turn not your face away from men with pride}, narrated Ibn `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Sa`id Ibn Jubair, Ad-Dahhak, Yazid Ibn Al-Asam, Abu Al-Jawza' and others: This means one shouldn't be showy or arrogant.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Allah the Almighty says: {nor walk in insolence through the earth.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri}, di sini Luqman melarang anaknya berjalan dengan angkuh. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung-gunung}. (Al-Isra', 37) yakni, kamu tidak akan mampu menjelajahi seluruh bumi, tidak pula dapat menembusnya dengan langkah cepat atau hentakan kaki yang kuat, dan kamu tidak akan setinggi gunung dengan pamer atau kesombonganmu. Maka, kenalilah dirimu dengan baik, sebab engkau hanyalah manusia (yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah semata). Hadis Nabi ﷺ menyatakan:
Verily, Allah likes not any arrogant boaster}, here, Luqman forbids his son to strut in his walk. Allah the Almighty says: {And walk not on the earth with conceit and arrogance. Verily, you can neither rend nor penetrate the earth, nor can you attain a stature like the mountains in height}. (AlIsra', 37) i.e. you will neither be able to tread the whole earth, nor penetrate it with your fast walking or strong footsteps, nor will you be as high as mountains with your showing-off or arrogance. So, know yourself well, for you are only a human being (created to worship Allah Alone). The Prophetic Hadith states:
"Ketika seorang laki-laki berjalan sambil menyeret pakaiannya dengan sombong, ia ditenggelamkan ke dalam bumi dan akan terus tenggelam di dalamnya hingga Hari Kiamat." (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya) Hadis Nabi yang lain menyatakan: "Hati-hatilah terhadap menyeret pakaian dengan sombong, karena itu adalah kesombongan yang tidak disukai (tidak dicintai) oleh Allah ﷺ." Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri}.
"While a man was walking, dragging his dress with pride, he was caused to be swallowed by the earth and will go on sinking in it till the Day of Resurrection." (Transmitted by Imam Al-Bukhari in his Sahih) Another Prophetic Hadith states that: "Beware dragging your dress with pride, for this is boastfulness which is not loved (liked) by Allah " Allah the Almighty says: {Verily, Allah likes not any arrogant boaster}.
Setelah Luqman melarang anaknya berjalan dengan angkuh, ia memerintahkannya untuk bersikap sedang dalam berjalan, dengan berkata: {Dan sederhanalah dalam berjalanmu (atau janganlah menunjukkan keangkuhan)
After Luqman forbids his son to walk boastfully, he orders him to be moderate in his walking, saying: {And be moderate (or show no insolence)
dalam berjalanmu}, yaitu tidak berjalan cepat atau terlalu pelan, melainkan mengambil jalan di antara keduanya. {Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu (adalah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan tenang, dan apabila orang-orang yang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata kasar), mereka membalas dengan kata-kata yang lembut.} (Al-Furqan: 63) Kemudian Luqman berkata: {dan lunakkanlah suaramu}, yaitu jika engkau berbicara, jangan mengeraskan suaramu dengan sangat keras, karena suara keledai adalah suara yang paling buruk dari semua suara.
in your walking}, i.e. do not walk fast or too slow, rather take a course inbetween, {And the (faithful) slaves of the Most Gracious (Allah) are those who walk on the earth in humility and sedateness, and when the foolish address them (with bad words) they reply back with mild words of gentleness}. (Al-Furqan, 63) Then, Luqman says: {and lower your voice}, i.e. if you talk, do not raise your voice very loudly because the braying of the ass is the harshest of all voices.
Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Apabila kalian mendengar kokok ayam, mohonlah karunia Allah, karena (kokoknya menandakan) bahwa ia telah melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari setan, karena (ringkikannya menandakan) bahwa ia telah melihat setan." (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Sahih-nya). Karena itu, meninggikan suara tanpa keperluan adalah terlarang. Namun, meninggikan suara dengan adzan (seruan shalat) dan di medan perang diperbolehkan.
Narrated Abu Hurairah (May Allah be pleased with him): The Prophet (Peace be upon him) said: "When you hear the crowing of cocks, ask for Allah's Blessings for (their crowing indicates that) they have seen an angel. And when you hear the braying of donkeys, seek Refuge with Allah from Satan for (their braying indicates) that they have seen a Satan." (Transmitted by Imam Al-Bukhari in his Sahih). For this, it is forbidden to raise one's voice needlessly. But, raising the voice with the Adhan (the Call to Prayer) and in the battlefield is permitted.
Ini adalah nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang Mulia. Banyak nasihat lainnya disebutkan dalam sebuah kitab berjudul Hikmat Luqman (Hikmah Luqman). Dari kitab yang berharga ini, kami kutip yang berikut:
These are the pieces of advice given by Luqman to his son that are mentioned in the Glorious Qur'an. Many others have been mentioned in a book titled Hikmat Luqman (Luqman's Wisdom). From this valuable book, we cite the following:
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu 'Umar (semoga Allah meridhai keduanya)
Narrated Imam Ahmed that Ibn 'Umar (May Allah be pleased with both of them)
Kami diberitahu oleh Rasulullah ﷺ bahwa: "Luqman Al-Hakim pernah berkata: Jika sesuatu dititipkan kepada Allah, Dia akan menjaganya."9
said: We were told by Allah's Messenger (Peace be upon him) that: "Luqman, the wise used to say: If anything was entrusted to Allah, He would preserve it.”9
Diriwayatkan dari Ibnu Hatim, bahwa Al-Qasim bin Mukhaimirah melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Luqman berkata kepada anaknya ketika ia sedang menasihatinya: "Wahai anakku! Hati-hatilah terhadap sikap menyombongkan diri (riya'), karena itu adalah pengkhianatan di malam hari dan celaan di siang hari." Diriwayatkan dari Damurah, dari As-Sariy bin Yahya, ia berkata: Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku! Sesungguhnya hikmah telah membawa orang miskin ke depan pintu para raja."
Narrated Ibn Hatim that Al-Qasim Ibn Mukhaimirah reported that Allah's Messenger (Peace be upon him) said: "Luqman said to his son when he was advising him: "0 my son! Beware of masking for it is treason by night and dispraise during the day. " Narrated Damurah after As-Sariy Ibn Yahia as saying: Luqman said to his son: "On my son! Verily, wisdom has brought the indigent to the courts of kings.
Ayahku menceritakan kepadaku, dari 'Abdah bin Sulaiman, dari Ibnu Al-Mubarak, dari 'Abdur Rahman Al-Mas'udi, dari 'Aun bin 'Abdullah, bahwa ia berkata: Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku! Jika engkau datang ke majelis suatu kaum, mulailah mereka dengan salam (dengan mengucapkan As-Salamu 'Alaikum (Semoga keselamatan tercurah atasmu)), lalu ambillah tempat duduk di salah satu sisi dan jangan mengucapkan sepatah kata pun hingga mereka berbicara. Jika engkau mendapati mereka sedang mengingat Allah, bergabunglah bersama mereka. Namun jika mereka membicarakan hal lain, tinggalkanlah mereka dan carilah kaum lain (yang mengingat Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung)." Ayahku menceritakan kepadaku, dari 'Amr bin 'Utsman, dari Damurah bin Hafs bin 'Umar, ia berkata: "Luqman meletakkan sebuah kantong berisi biji sawi di sampingnya, lalu mulai menasihati anaknya, dengan memberikan setiap nasihat satu biji sawi, hingga habislah seluruh isi kantong itu."
I was told by my father after 'Abdah lbn Sulaiman after Ibn Al-Mubarak after 'Abdur Rahman Al-Mas' udi after 'Aun Ibn 'Abdullah as saying: Luqman said to his son: "0 my son! If you come to a people's setting, start them with salutation (Saying As-Salamu 'Alaikum (Peace be with you)), then, take a side and do not utter a word till they speak. If you find them observing the Remembrance of Allah, join them. But, if they observe anything else, turn away from them and seek others (who remember Allah Almighty). " I was told by my father after 'Amr Ibn 'Uthman after Damurah Ibn Hafs Ibn 'Umar as saying: "Luqman placed a bag of mustards beside him and started to advise his son, giving him with every piece of advice a mustard till it all ran out.
Dia berkata: "Wahai anakku! Aku telah memberimu nasihat yang seandainya diberikan kepada sebuah gunung, niscaya gunung itu akan terbelah."
He said: 0 my son! I gave you advice that if a mountain was given, it would split.
Dia berkata: kemudian, putranya seakan-akan tertimpa sesuatu. " Ibnu 'Abbas (semoga Allah meridhainya) meriwayatkan: "Perhatikanlah orang-orang berkulit hitam, karena tiga di antara mereka termasuk penduduk Surga: Luqman sang bijak, Negus, dan Bilal (muadzin)." (Namun, hadits ini janggal dan tertolak.)
He said: then, his son was as if struck. " Ibn 'Abbas (May Allah be pleased with him) narrated: "Take care of the black men for three from among them are of the people of Paradise: Luqman the wise, Negus and Bilal (the Caller to Prayer)." (However, this Hadith is odd and rejected).
Imam Ahmad, dalam kitabnya Az-Zuhd (Kezuhudan), menyebutkan biografi Luqman dan banyak hal berharga lainnya. Ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Waki', dari Sufyan, dari seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya, dari Mujahid, bahwa ia berkata mengenai firman Allah:
Imam Ahmed, in his book Az-Zuhd (Asceticism), mentioned Luqman' s biography and many other valuable things. He said: I was told by Waki' after Sufyan after an unidentified man after Mujahid as saying: Allah's Statement:
{Dan sungguh Kami telah menganugerahkan Al-Hikmah kepada Luqman}, yaitu hikmah dan pemahaman agama. Ia menambahkan: ia bukan seorang Nabi. Hal yang sama juga diriwayatkan oleh Wahb bin Munabih.
{And indeed We bestowed upon Luqman Al-Hikmah}, i.e. wisdom and religious understanding. He added: he was not a Prophet. The same was narrated by Wahb Ibn Munabih.
Waki' menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Ash'ath, dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas (semoga Allah meridhainya), bahwa ia berkata: Luqman adalah seorang budak dari Habasyah.
Waki' told us after Sufyan after Ash'ath after 'Ikrimah after Ibn 'Abbas (May Allah be pleased with him) that he said: Luqman was an Ethiopian slave.
Aswad menceritakan kepada kami, dari Hammad, dari 'Ali Ibn Yazid, dari Sa'id Ibn Al-Musaiyb, yang berkata: Luqman adalah seorang penjahit.
Aswad told us after Hammad after 'Ali Ibn Yazid after Sa'id Ibn Al-Musaiyb as saying: Luqman was a tailor.
Saiyar menceritakan kepada kami, setelah Ja'far, setelah Malik bin Dinar, bahwa Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku! Jadikanlah ketaatan kepada Allah sebagai perniagaanmu, niscaya engkau akan memperoleh keuntungan tanpa memiliki barang dagangan." Yazid menceritakan kepada kami, setelah Abul Ashhab, setelah Muhammad bin Wasi', bahwa ia berkata:
Saiyar told us after Ja'far after Malik Ibn Dinar as saying: Luqman said to his son: "0 my son! Take Allah's Obedience as your trade, and you will gain profits without having any merchandises." Yazid told us after Abul Ashhab after Muhammad Ibn Wasi' as saying:
Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku! Takutlah kepada Allah dan jangan biarkan orang-orang menyadari bahwa engkau takut kepada-Nya agar memperoleh kehormatan (dari mereka) sementara hatimu berdosa." Yazid bin Harun dan Waki' menceritakan kepada kami setelah Abul Asy-hab, setelah Khalid Ar-Rab'i, yang berkata: "Luqman adalah seorang budak Habasyi yang bekerja sebagai tukang kayu. Suatu hari, tuannya memerintahkannya untuk menyembelih seekor kambing dan membawakan kepadanya dua bagian yang paling enak dan lezat darinya. Luqman melakukannya dan membawakan lidah dan hatinya. Sang tuan bertanya: Tidakkah engkau menemukan sesuatu yang lebih enak dari ini?"
Luqman said to his son: "0 my son! Fear Allah and do not let the people notice that you fear Him to gain honor (from them) while your heart is sinful." Y azid Ibn Hamn and Waki' told us after Abul AShhab after Khalid Ar-Rab'i as saying: "Luqman was an Ethiopian slave who worked as a carpenter. One day, his master ordered him to slaughter a goat and bring him the most pleasant and delicious two parts thereof. Luqman did so and brought him the tongue and heart. The master asked: Did not you find anything more pleasant than these?
Luqman berkata: Tidak! Setelah beberapa waktu, sang tuan memerintahkannya untuk menyembelih seekor kambing dan membuang dua bagian paling buruk darinya. Luqman menyembelih kambing itu dan membuang lidah serta jantungnya. Sang tuan berseru dan berkata: Aku memerintahkanmu membawakan untukku bagian-bagian yang paling lezat darinya, tetapi kau membawa lidah dan jantungnya; dan aku memerintahkanmu membuang bagian-bagian yang paling buruk darinya, tetapi kau membuang lidah dan jantungnya. Bagaimana bisa begini? Luqman berkata: Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada keduanya jika keduanya baik, dan tidak ada yang lebih buruk daripada keduanya jika keduanya buruk. Dawud bin Rasyid menceritakan kepada kami dari Ibnu Al-Mubarak, dari Mu'amir, dari Abu 'Utsman, seorang laki-laki dari Basrah, bahwa Luqman berkata kepada putranya: "Wahai anakku! Janganlah engkau berkeinginan berteman dengan orang bodoh agar ia tidak mengira bahwa engkau menyetujui kebodohannya."
Luqman said: No! After a while, the master ordered him to slaughter a goat and to throw the most malignant two parts thereof. Luqman slaughtered the goat and threw the tongue and heart. The master exclaimed and said: I ordered you to bring me the most delicious parts thereof and you brought me the tongue and heart, and I ordered you to throwaway the most malignant parts thereof and you threw the tongue and heart, how can this be? Luqman said: Nothing can be more pleasing than these if they were good, and nothing can be more malicious than these if they were malignant." Dawud Ibn Rashid told us after Ibn Al-Mubarak after Mu'amir after Abu 'Uthman, a man from Basrah, as saying: Luqman said to his son: "0 my son! Do not wish for befriending a fool that he may think you approve his foolishness.
Dan, jangan mudah marah kepada orang bijak, agar ia menjauhimu." Dawud Ibn Usaid menceritakan kepada kami, setelah Isma'il Ibn 'Ayyash, setelah Damdam Ibn Zar'ah, setelah Shuraih Ibn 'Ubaid Al-Hadrami, setelah 'Abdullah Ibn Zaid, bahwa ia berkata: Luqman berkata: "Sesungguhnya Tangan Allah berada di mulut orang-orang bijak; tidak ada seorang pun dari mereka yang berbicara kecuali dengan apa yang telah Allah tetapkan baginya." 'Abdur Razzaq menceritakan kepada kami bahwa ia mendengar Ibn Juraij berkata: Aku dahulu menutup kepalaku pada malam hari, lalu 'Umar berkata kepadaku: Tidakkah engkau mendengar bahwa Luqman pernah berkata:
And, do not take the wise man's rage easily that he may abstain from you." Dawud Ibn Usaid told us after Isma'il Ibn 'Ayyash after Damdam Ibn Zar'ah after Shuraih Ibn 'Ubaid Al-Hadrami after 'Abdullah Ibn Zaid as saying: Luqman said: "Verily, Allah's Hand is on the mouths of wise men; none of them speaks but with what Allah assigned for him." 'Abdur Razzaq told us that he heard Ibn Juraij as saying: I used to mask my head at night and `Umar said to me: Did not you hear that Luqman had said:
"Menyamar di siang hari adalah kehinaan dan di malam hari adalah celaan. Lalu, mengapa engkau menyamar di malam hari?" Ia berkata: "Luqman tidak pernah berutang." Telah menceritakan kepadaku Hasan, dari Al-Junaid, dari Sufyan, bahwa ia berkata: Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku! Aku tidak pernah menyesal karena diam. Jika perkataan itu perak, maka diam adalah emas." Telah menceritakan kepadaku 'Abdush Shamad dan Waki', dari Abul Ashhab, dari Qatadah, bahwa ia berkata: Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku! Jauhilah keburukan, niscaya ia akan menjauh darimu, karena keburukan tidak melahirkan apa pun selain keburukan." Imam Ahmad meriwayatkan: Telah menceritakan kepadaku 'Abdur Rahman bin Mahdi, dari Nafi' bin 'Umar, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari 'Ubaid bin 'Umair, bahwa ia berkata: Luqman berkata kepada anaknya ketika sedang menasihatinya: "Wahai anakku! Pilihlah majelis-majelis (orang) dengan saksama! Jika engkau mendapati suatu majelis yang di dalamnya Allah disebut, duduklah bersama mereka. Maka jika engkau berilmu, ilmumu akan bermanfaat bagimu; dan jika engkau bodoh, mereka akan mengajarimu; dan jika Allah hendak memberi kebaikan kepada mereka, engkau pun akan ikut mendapat manfaat karenanya. Wahai anakku! Janganlah duduk di majelis yang di dalamnya Allah tidak disebut! Sebab jika engkau berilmu, ilmumu tidak akan bermanfaat bagimu; dan jika engkau bodoh, mereka akan menambah kebodohanmu; dan jika Allah hendak menimpakan bahaya kepada mereka, engkau pun akan tertimpa bersama mereka. Wahai anakku! Janganlah engkau bergembira melihat orang kuat yang menumpahkan darah orang beriman, karena Allah menetapkan baginya seorang pembunuh yang tidak akan pernah mati." Abu Mu'awiyah menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, bahwa ia berkata:
masking during the day is humiliation and at night is dispraise. So, why do you mask yourself at night? He said: "Luqman was not indebted." I was told by Hasan after Al-Junaid after Sufyan as saying: Luqman said to his son: "0 my son! I have never regretted because of keeping silent. If words are silver, silence is golden." I was told by 'Abdul Samad and Waki' after Abul Ashhab after Qatadah as saying: Luqman said to his son: "0 my son! Set apart with evil and it will set apart with you, for evil begets nothing but evil." Narrated Imam Ahmed: I was told by 'Abdur Rahman Ibn Mahdi after Nafi' Ibn 'Umar after Ibn Abu Malikah after 'Ubaid Ibn 'Umair as saying: Luqman said to his son when he was advising him: "0 my son! Choose between gatherings (of people) precisely! If you find a gathering in which Allah is mentioned, sit yourself with them. Thus, if you are knowledgeable, your knowledge will benefit you; but, if you are ignorant, they will teach you; and if Allah wishes to do them good, you will be benefited therewith. 0 my son! Do not sit in a gathering in which Allah is not mentioned! Because if you are knowledgeable, your knowledge will not benefit you; and if you are ignorant, they will add to your ignorance; and if Allah wishes to afflict them with harm, you will be afflicted with them. 0 my son! Do not rejoice at seeing a strong man who sheds the blood of the faithful, for Allah appoints for him a killer that does not ever die." Abu Mu'awiyah told us after Hisham Ibn 'Urwah after his father as saying:
"Hikmah berkata: Wahai anakku: Hendaklah tuturmu baik dan wajahmu berseri, engkau akan lebih dicintai manusia daripada mereka yang memberi bekal kepada mereka." Dan ia berkata: "Dalam hikmah disebutkan -atau Taurat-: "Kebaikan adalah pangkal hikmah." Dan ia berkata: "Dalam Taurat disebutkan: "Sebagaimana engkau menyayangi (orang lain), demikian pula engkau akan disayangi." Dan ia berkata: "Dalam hikmah disebutkan:
"Wisdom dictates: 0 my son: Let your speech be good and your face be smiling, you will be more loved by the people than those who give them provisions." And, he said: "It is stated in the wisdom -or the Torah - : "Kindness is the head of wisdom." And, he said: "It is stated in the Torah: "As you show mercy (to others), mercy will be shown to you." And, he said: "It is stated in the wisdom:
"Kamu akan memperoleh apa yang kamu berikan (atau, menuai apa yang kamu tanam)." Dan beliau berkata: "Disebutkan dalam hikmah: 'Cintailah sahabatmu dan sahabat ayahmu.'" 'Abdur Razzaq menceritakan kepada kami dari Mu'ammar, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, yang berkata:
"You will gain what you give (or, harvest what you grow)." And, he said: "It is stated in the wisdom: "Love your friend and the friend of your father." `Abdur Razzaq told us after Mu'amir after Ayyub after Abu Qulabah as saying:
Luqman pernah ditanya: "Siapakah yang paling baik dalam hal kesabaran?" Ia menjawab: "Yaitu orang yang tidak melakukan kezaliman setelah ia menerapkan kesabaran." Orang-orang yang bertanya kepadanya berkata: "Siapakah yang paling baik dalam hal ilmu?" Ia menjawab: "Yaitu orang yang menambah ilmunya sendiri melalui ilmu orang lain." Mereka bertanya: "Siapakah yang paling baik dari seluruh manusia?" Ia menjawab: "Orang yang kaya." Mereka berkata: "Apakah yang dimaksud adalah orang yang memiliki harta dan kekayaan?" Ia menjawab: "Tidak! Melainkan orang yang jika kebaikannya diharapkan, ia tidak menahan atau mencegahnya. Dan, ia adalah orang yang tidak membutuhkan sesuatu pun dari orang lain."
Luqman was once asked: Who is the best one in terms of patience? He said: It is the one who practices no harm after observing patience. Those who asked him said: Who is the best one in terms of knowledge? He said: It is he who adds to his own knowledge through the knowledge of others. They asked: Who is the best from among the whole people? He said: It is the wealthy. They said: Is it the one who has properties and riches? He said: No! But, it is the one if whose good was sought, he would not hold it back or prevent it. And, it is the one who does not need anything from others.
Diriwayatkan dari Sufyan bin 'Uyaynah: Luqman pernah ditanya: "Siapakah manusia yang paling buruk?" Ia menjawab: "Dia adalah orang yang tidak merasa malu ketika kedapatan melakukan perbuatan dosa."
Narrated Sufyan Ibn 'Uyaynah: Luqman was asked: Who is the worst of all people? He replied: It is the one who does not feel shame if found committing a sinful deed.
Abu As-Samad menceritakan kepada kami, dari Malik Ibn Dinar, yang berkata: Aku menemukan beberapa mutiara hikmah sebagai berikut: "Allah Yang Mahatinggi menceraiberaikan dan menghancurkan tulang-tulang orang-orang yang mengeluarkan pendapat keagamaan yang sejalan dengan hawa nafsu dan keinginan manusia." Dan, "Tidak ada kebaikan bagimu untuk mempelajari sesuatu yang baru selagi engkau tidak mengamalkan apa yang telah engkau pelajari sebelumnya. Hal ini seperti seorang laki-laki yang mengumpulkan setumpuk kayu kering, lalu berusaha mengangkatnya tetapi tidak mampu. Kemudian ia mengumpulkan tumpukan kedua." 'Abdullah Ibn Ahmad berkata: Aku diberitahu oleh Al-Hakam Ibn Abu Zuhair Ibn Musa, dari Al-Faraj Ibn Fudalah, dari Abu Sa'id, yang berkata: Luqman berkata kepada anaknya: "0
Abu As-Samad told us after Malik Ibn Dianr as saying: I found some pieces of-wisdom as follows: "Allah Almighty scatters and wastes the bones of those who give religious opinions that go with the people's lusts and desires." And, "There is no good for you that you learn something new while you do not practice what you have learnt previously. This is like a man who gathere.d a pile of dry wood, then tried to carry it but couldn't. Thereupon, he collected a second one." 'Abdullah Ibn Ahmed said: I was told by Al-Hakam Ibn Abu Zuhair Ibn Musa after Al-Faraj Ibn Fudalah after Abu Sa'id as saying: Luqman said to his son: "0
"Wahai anakku! Biarkan hanya orang-orang yang bertakwa yang memakan makananmu, dan mintalah nasihat kepada para ulama dalam urusan-urusanmu." Inilah yang dikutip Imam Ahmad dari hikmah Luqman, dan saya menambahkan beberapa hal yang tidak beliau riwayatkan, dan sebenarnya beliau, yaitu Imam Ahmad, mengutip hal-hal yang tidak saya kutip. Dan Allah lebih mengetahui! Ibnu Abi Hatim berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari Al-'Abbas bin Al-Walid, dari Zaid bin Yahya bin 'Ubaid Al-Khuza'i, dari Sa'id bin Basyir, dari Qatadah, yang berkata: Allah Yang Maha Kuasa memberi Luqman pilihan antara kenabian dan hikmah, lalu ia memilih hikmah daripada kenabian. Kemudian, Jibril datang ketika ia sedang tidur dan menuangkan hikmah kepadanya. Maka keesokan paginya, ia mulai mengucapkannya.
my son! Let only the pious men eat your food, and consult the scholars over your affairs." These were what Imam Ahmed quoted from the wisdom of Luqman, and I added some that he did not transmit and indeed, he -Imam Ahmed -quoted things that I did not. And, Allah knows best! Ibn Abu Hatim said: I was told by my father after Al-'Abbas Ibn Al-Walid after Zaid Ibn Yahya Ibn 'Ubaid Al-Khuza'i after Sa'id Ibn Bashir after Qatadah as saying: Allah Almighty enabled Luqman to choose between Prophethood and wisdom and he (Luqman) preferred wisdom to Prophethood. Then, Gabriel came while he was asleep and poured the wisdom over him. And, he began to pronounce it the next morning.
Sa'id berkata: Aku mendengar Qatadah berkata: Dikatakan kepada Luqman: Bagaimana engkau lebih memilih hikmah daripada kenabian, padahal engkau diberi pilihan di antara keduanya?
Sa'id said: I heard Qatadah as saying: It was said to Luqman: How did you prefer wisdom to Prophethood when you were enabled to choose between them?
Dia berkata: "Jika Allah menugaskan aku menjadi Nabi, aku akan menerimanya dan berusaha keras untuk meraih Ridha-Nya, tetapi Dia memberiku kebebasan untuk memilih. Aku khawatir bahwa aku terlalu lemah untuk kenabian, maka aku memilih hikmah."
He said: If Allah were to assign me with Prophethood, I would accept it and try hard to win His Pleasure, but He enabled me to choose. I feared of being too weak for Prophethood, so I chose wisdom.
Riwayat ini tidak sepenuhnya shahih atau kuat, karena perawi di bawahnya, Sa'id Ibn Bashir, bukan perawi yang terpercaya. Namun, banyak ulama terdahulu kami, yang paling utama di antara mereka adalah Mujahid, Sa'id Ibn Al-Musayyib dan Ibn 'Abbas (semoga Allah meridhai mereka), berpendapat bahwa firman Allah yang berbunyi: {Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Luqman Al-Hikmah (hikmah)}, maknanya adalah: kebijaksanaan dan pemahaman agama.
This narration is not perfectly authentic or sound for that sub-narrator, Sa' id Ibn Bashir, is not a trustworthy one. However, many from among our earlier scholars, foremost among whom were: Mujahid, Sa'id Ibn Al-Musayyb and Ibn 'Abbas (May Allah be pleased with him) were of the viewpoint that Allah's Statement that reads: {And indeed We bestowed upon Luqman Al- Hikmah (wisdom)}, means: discretion and religious understanding.
Karena itu, ia bukan seorang Nabi dan tidak ada sesuatu pun yang diwahyukan kepadanya, yaitu al-Wahyu (Ilham Ilahi).
Thereupon, he was not a Prophet and nothing has been revealed to him Al- Wahi (Divine Inspiration).