Terdapat kesepakatan di antara sebagian besar ulama Muslim bahwa isi sunnah juga berasal dari Allah. Karena itu mereka menggambarkannya sebagai hasil dari suatu bentuk ilham. [Untuk rinciannya lihat kitab al-Risala karya Imam al-Syafi'i, Kairo, tanpa tahun, terutama hlm. 28-9. Dalam bahasa Inggris: Khadduri Majid, Islamic Jurisprudence. Shafi'i's Risala, Baltimore, 1961, bab 5, terutama hlm. 121-2.] Namun, isi sunnah diungkapkan melalui perkataan atau perbuatan Nabi ﷺ sendiri, sedangkan dalam kasus Al-Qur'an, Malaikat Gabriel membawa lafaz dan isi yang persis kepada Nabi ﷺ, yang menerimanya sebagai wahyu lalu menyampaikannya, dengan cara yang sama persis seperti ia menerimanya.
There is agreement among most Muslim scholars that the contents of the sunna are also from Allah. Hence they have described it as also being the result of some form of inspiration. [For details see kitab al-risala, by Imam al-Shafi'i, Cairo, n.d., especially pp. 28-9. In English: Khadduri Majid, Islamic Jurisprudence. Shafi'i's Risala, Baltimore, 1961, chapter 5, especially pp. 121-2.] The contents of the sunna are however expressed through the Prophet's own words or actions, while in the case of the Qur'an the Angel Gabriel brought the exact wording and contents to the Prophet, who received this as revelation and then announced it, in the very same manner that he received it.
Perbedaan antara kedua bentuk ini telah dijelaskan oleh As-Suyuthi (mengikuti Al-Juwaini) dengan cara berikut:
The difference between these two forms has been illustrated by Suyuti (following Juwaini) in the following manner:
"Firman Allah yang berupa ucapan itu ada dua jenis. Adapun jenis pertama, Allah berfirman kepada Jibril: Katakanlah kepada Nabi yang kepadanya Aku mengutusmu bahwa Allah memerintahkannya begini dan begini, dan Dia telah memerintahkannya sesuatu. Maka Jibril memahami apa yang telah diperintahkan Tuhannya kepadanya. Kemudian ia turun dengan itu kepada Nabi ﷺ dan menyampaikan kepadanya apa yang telah diperintahkan Tuhannya, tetapi ungkapannya bukanlah ungkapan yang sama, sebagaimana seorang raja berkata kepada seseorang yang ia andalkan: Katakanlah kepada si fulan: Raja berkata kepadamu: berjuanglah dalam pengabdiannya dan kumpulkan pasukanmu untuk berperang ... dan ketika utusan itu (pergi dan) berkata: Raja berpesan kepadamu: jangan lalai dalam pengabdianku, dan jangan biarkan pasukan itu bubar, serukanlah untuk berperang, dan seterusnya, maka ia tidak berdusta dan tidak mengurangi (pesan itu) ..."
'The revealed speech of Allah is of two kinds: As to the first kind, Allah says to Gabriel: Tell the Prophet to whom I sent you that Allah tells him to do this and this, and He ordered him something. So Gabriel understood what His Lord had told him. Then he descended with this to the Prophet and told him what His Lord had told him, but the expression is not this (same) expression, just as a king says to someone upon whom he relies: Tell so-and-so: The king says to you: strive in his service and gather your army for fighting ... and when the messenger (goes and) says: The king tells you: do not fail in my service, and do not let the army break up, and call for fighting, etc., then he has not lied nor shortened (the message) ...
"Dan adapun jenis lainnya, Allah berfirman kepada Gabriel: Bacakanlah kepada Nabi tulisan ini, lalu Gabriel turun membawanya dari Allah tanpa mengubahnya sedikit pun, sebagaimana seorang raja menulis suatu perintah tertulis dan menyerahkannya kepada hamba kepercayaannya, lalu berkata (kepadanya): Bacakanlah kepada si fulan."
'And as to the other kind, Allah says to Gabriel: Read to the Prophet this (piece of) writing, and Gabriel descended with it from Allah, without altering it the least, just as (if) the king writes a written (instruction) and hands it over to his trustworthy (servant) and says (to him): Read it to so-and-so.
Suyuti berkata: "Al-Qur'an termasuk jenis yang kedua, dan jenis yang pertama adalah Sunnah. Dari sini muncul periwayatan Sunnah menurut maknanya, berbeda dengan Al-Qur'an." [Sabuni, Tibyan, hlm. 52] Secara umum diterima bahwa perbedaan antara Al-Qur'an dan Sunnah adalah sebagai berikut:
Suyuti said: The Qur'an belongs to the second kind, and the first kind is the Sunna, and from this derives the reporting of the Sunna according to the meaning unlike the Qur'an." [Sabuni, tibyan, p.52] It is generally accepted that the difference between Qur'an and sunna is as follows:
Hadis-hadis dari atau tentang Nabi Muhammad ﷺ adalah:
The ahadith from or about the Prophet Muhammad are:
Perkataan atau perbuatan manusia, bukan firman Tuhan sebagaimana Al-Qur'an.
The words or actions of a human being, and not the speech of God as the Qur'an is.
Tidak harus diriwayatkan dengan lafal yang persis sama, sebagaimana halnya Al-Qur'an.
Not necessarily reported in their precise wording, as the Qur'an is.
Tidak selalu diriwayatkan secara mutawatir, kecuali dalam beberapa kasus.
Not necessarily transmitted by tawatur, except in some instances.