4.1 Pembagian Teks
4.1 Divisions Of The Text
Ayat dan Surah
Aya And Sura
Aya (jamak: ayat) sebenarnya berarti 'tanda'. Dalam istilah teknis, ia adalah bagian terkecil dari teks Al-Qur'an, yaitu frasa atau kalimat. Wahyu adalah petunjuk dari Tuhan bagi umat manusia, sehingga tidaklah mengherankan jika bagian-bagian terkecilnya disebut 'tanda' (yang menuntun). Istilah 'verse' (ayat/bait) tidak tepat, karena Al-Qur'an bukanlah puisi.
Aya (pl. ayat) actually means 'sign'. In technical language it is the shortest division of the Qur'anic text, i.e. a phrase or sentence. The revelation is guidance from God to mankind and it is therefore not at all surprising to find that its smallest divisions are called (guiding) 'signs'. The term 'verse' is not appropriate since the Qur'an is not poetry.
Surah (jamak: Suwar) secara harfiah berarti 'baris' atau 'pagar'. Dalam istilah teknis, surah adalah pembagian teks Al-Qur'an berdasarkan bagian-bagiannya, yaitu sebuah bab atau bagian, yang dipisahkan dari teks sebelum dan sesudahnya.
Sura (pl. Suwar) means literally 'row' or 'fence'. In technical language, it is the passage-wise division of the Qur'anic text,i.e. a chapter or part, set apart from the preceding and following text.
Al-Qur'an terdiri dari 114 surah yang panjangnya tidak sama, yang terpendek terdiri dari empat ayat dan yang terpanjang terdiri dari 286 ayat.
The Qur'an has 114 suras of unequal length, the shortest consisting of four and the longest of 286 ayat.
Semua surat (kecuali Surat 9) dimulai dengan kalimat bismillahir rahmanir rahim. Ini bukan tambahan yang dimasukkan belakangan ke dalam teks, melainkan sudah digunakan bahkan sebelum Muhammad menerima panggilan kenabian. [Lihat Surat 27: 30.] Seluruh 114 surat dalam Al-Qur'an memiliki nama, yang berfungsi sebagai semacam judul. Nama-nama tersebut sering diambil dari kata penting atau khas yang terdapat dalam teks itu sendiri, misalnya al-anfal (8) atau al-baqara (2). Dalam kasus lain, nama itu berasal dari beberapa kata pertama yang dengannya surat tersebut dimulai, misalnya ta-ha (20) atau al-furqan (25).
All suras (with the exception of Sura 9) begin with the words bismillahir rahmanir rahim. This is not a later addition to the text, but was already used, even before Muhammad's call to prophethood. ' [See Sura 27: 30.] All 114 suras in the Qur'an have names, which serve as a sort of heading. The names are often derived from an important or distinguishing word in the text itself, such as e.g. al-anfal (8) or al-baqara (2). In other cases it is one of the first few words with which the sSra begins e.g. ta-ha (20) or al-furqan (25).
Tertib dan Susunan
Order And Arrangement
Baik urutan ayat di dalam setiap surah maupun susunan surah-surah akhirnya ditetapkan oleh Nabi ﷺ di bawah bimbingan Malaikat Jibril pada tahun wafatnya, ketika Jibril dua kali datang untuk meninjau ulang teks bersama beliau ﷺ. [Lihat di atas. transmisi wahyu Al-Qur'an, hlm. 31.] Para ulama juga mengelompokkan surah-surah ke dalam empat jenis.
Both the order of the ayat within each sura and the arrangement of the suras were finally determined by the Prophet under guidance from the Angel Gabriel in the year of his death, when Gabriel twice came to revise the text with him. [See above. transmission of the Qur'anic revelation, p. 31.] Scholars have also grouped the suras into four kinds:
al-tiwal (surat-surat panjang): 2-10.
al-tiwal (long ones): 2-10.
al-Mi'un: surat-surat dengan kira-kira 100 ayat: 10-35.
al-mi'un: suras with approximately 100 ayat: 10-35.
al-Matsani: surat-surat dengan kurang dari 100 ayat: 36-49.
al-mathani: suras with less than 100 ayat: 36-49.
Al-Mufashshal: bagian terakhir Al-Qur'an yang dimulai dari Surah Qaf: 50-114.
al-mufassal: the last section of the Qur'an beginning with Sura qaf: 50-114.
Pembagian Lain dari Teks
Other Divisions Of The Text
Juz' (jamak: ajza') secara harfiah berarti bagian, porsi. Al-Qur'an dibagi menjadi 30 juz dengan panjang yang kurang lebih sama agar mudah dibaca selama tiga puluh malam dalam satu bulan, terutama pada bulan Ramadan. Biasanya juz ditandai dengan kata juz' beserta nomornya (misalnya juz' 30 yang dimulai dengan surah 78).
Juz' (pl. ajza') literally means part, portion. The Qur'an is divided into 30 portions of approximately equal length for easy recitation during the thirty nights of a month, especially of the month of Ramadan. Usually they are indicated by the word and the number of it given alongside, (e.g. juz' 30 beginning with Sura 78).
Beberapa mushaf Al-Qur'an membagi surah-surah ke dalam paragraf-paragraf yang disebut ruku'. Paragraf-paragraf ini ditandai dengan simbol dan penjelasan angka Arab yang ditulis bersamanya adalah sebagai berikut, misalnya 2:20:
Some copies of the Qur'an have the suras divided into paragraphs called ruku'. They are indicated by the symbol and the explanation of the Arabic numerals written with each is as follows, e.g. 2:20:
Angka teratas (2) menunjukkan bahwa ini adalah ruku' kedua yang telah diselesaikan dalam surat tersebut (di sini Surat Al-Baqarah).
The top figure (2) indicates that this is the second completed ruku ' in the respective sura (here Sura albaqara)
.
.
Angka tengah (13) menunjukkan bahwa ruku' yang telah selesai ini berisi 13 ayat.
The middle figure (13) indicates that this completed ruku' contains 13 ayat.
Angka yang lebih rendah (2) menunjukkan bahwa ini adalah rukuk kedua dalam juz' yang bersangkutan (di sini juz' pertama).
The lower figure (2) indicates that this is the second ruku' in the respective juz' (here first juz').
Mushaf Al-Qur'an yang dicetak di Timur Tengah khususnya, setiap juz'-nya dibagi lagi menjadi empat hizb yang ditandai dengan simbol, misalnya 2:74 adalah awal hizb kedua dari Al-Qur'an, yang ditandai dengan angka 2:
Copies of the Qur'an printed in the Middle East in particular have each juz' subdivided into four hizb indicated by the sign e.g. 2:74 is the beginning of the second hizb of the Qur'an, indicated by the figure 2:
Setiap hizb dibagi lagi menjadi seperempat-seperempat. Teks Al-Qur'an juga dibagi menjadi tujuh bagian yang kurang lebih sama panjangnya, disebut manzil, untuk dibaca selama tujuh hari, yang dalam beberapa mushaf ditandai dengan kata manzil dan nomor yang bersangkutan di margin. Tabel berikut menunjukkan pembagian teks ke dalam juz' dan manzil: [Hamidullah, Muhammad: Le Saint Coran. Traduction integraleetnores. Paris:
