2.4 Mushaf Utsman
2.4 The Mushaf Of 'uthman
Pada masa 'Utsman, perbedaan dalam membaca Al-Qur'an mulai tampak jelas, dan setelah bermusyawarah dengan para Sahabat, 'Utsman memerintahkan agar disusun satu mushaf standar dari Suhuf Abu Bakr yang saat itu disimpan oleh Hafshah.
During the time of 'Uthman differences in reading the Qur'an became obvious, and after consultation with the Companions, 'Uthman had a standard copy prepared from the Suhuf of Abu Bakr that were kept with Hafsa at that time.
Berikut ini adalah riwayat yang ditransmisikan dalam Shahih Bukhari:
The following is the report transmitted in the Sahih Bukhari:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik: Hudzaifah bin Al-Yaman datang kepada 'Utsman ketika penduduk Syam dan penduduk Irak sedang berperang untuk menaklukkan Armenia dan Adzarbaijan. Hudzaifah khawatir akan perbedaan mereka (penduduk Syam dan Irak) dalam bacaan Al-Qur'an, maka ia berkata kepada 'Utsman, "Wahai pemimpin orang-orang Mukmin! Selamatkanlah umat ini sebelum mereka berselisih tentang Kitab (Al-Qur'an), sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani telah berselisih sebelumnya." Maka 'Utsman mengirim pesan kepada Hafshah, "Kirimkanlah kepada kami naskah-naskah Al-Qur'an agar kami dapat menyalinnya menjadi mushaf-mushaf yang sempurna, lalu kami akan mengembalikan naskah-naskah itu kepadamu." Hafshah pun mengirimkannya kepada 'Utsman. Kemudian 'Utsman memerintahkan Zaid bin Tsabit, 'Abdullah bin Az-Zubair, Sa'id bin Al-'Ash, dan 'Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam untuk menulis ulang naskah-naskah itu menjadi mushaf-mushaf yang sempurna. 'Utsman berkata kepada ketiga orang Quraisy itu, "Jika kalian berbeda pendapat dengan Zaid bin Tsabit dalam sesuatu dari Al-Qur'an, maka tulislah dengan dialek Quraisy, karena Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa mereka." Mereka pun melakukannya, dan setelah mereka menyalin banyak mushaf, 'Utsman mengembalikan naskah-naskah asli kepada Hafshah. 'Utsman mengirimkan satu mushaf dari salinan yang mereka buat ke setiap wilayah Muslim, dan memerintahkan agar semua bahan Al-Qur'an lainnya, baik yang berupa lembaran-lembaran maupun mushaf-mushaf utuh, dibakar. Zaid bin Tsabit menambahkan, "Sebuah ayat dari Surah Al-Ahzab terlewat dariku ketika kami menyalin Al-Qur'an, padahal aku pernah mendengar Rasulullah membacanya. Maka kami mencarinya dan menemukannya pada Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshari." (Ayat itu adalah): {Di antara orang-orang Mukmin ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah} (33: 23). [Bukhari, VI, No.
Narrated Anas bin Malik: Hudhaifa bin Al-Yaman came to 'Uthman at the time when the people of Sham and the people of Iraq were waging war to conquer Arminya and Adharbijan. Hudhaifa was afraid of their (the people of Sham and Iraq) differences in the recitation of the Qur'an, so he said to 'Uthmfin, 'O chief of the Believers! Save this nation before they differ about the Book (Qur'an), as Jews and the Christians did before'. So 'Uthman sent a message to Hafsa saying, 'Send us the manuscripts of the Qur'an so that we may compile the Qur'anic materials in perfect copies and return the manuscripts to you'. Hafsa sent it to 'Uthman. 'Uthman then ordered Zaid bin Thabit, 'Abdullah bin Az-Zubair, Sa'id bin Al-'As and 'Abdur Rahman bin Hari-bin Hisham to rewrite the manuscripts in perfect copies. 'Uthman said to the three Quraishi men, 'In case you disagree with Zaid bin Thabit on any point in the Qur'an, then write it in the dialect of Quraish as the Qur'an was revealed in their tongue'. They did so, and when they had written many copies, 'Uthman returned the original manuscripts to Hafsa. 'Uthman sent to every Muslim province one copy of what they had copied, and ordered that all the other Qur'anic materials whether written in fragmentary manuscripts or whole copies, be burnt. Zaid bin Thabit added, 'A verse from Sura al-Ahzab was missed by me when we copied the Qur'an and I used to hear Allah's Apostle reciting it. So we searched for it and found it with Khuzaima bin Thabit Al-Ansari'. (That verse was): 'Among the Believers are men who have been true in their convenant with Allah' (33: 23). [Bukhari, VI, No.
[510] Peristiwa-peristiwa berikut ini menyebabkan disusunnya mushaf 'Utsman:
510] The following events led to the preparation of the mushaf of 'Uthman:
Telah terjadi perselisihan di kalangan kaum Muslimin mengenai tata cara yang benar dalam membaca Al-Qur'an.
Disputes had arisen among the Muslims about the correct manner of reciting the Qur'an.
'Utsman meminjam Suhuf yang disimpan di tangan Hafshah.
'Uthman borrowed the Suhuf, which were kept with Hafsa.
'Utsman memerintahkan empat Sahabat, di antaranya Zaid bin Tsabit, untuk menyalin mushaf dengan tulisan yang sempurna.
'Uthman ordered four Companions, among them Zaid bin Thabit, to rewrite the script in perfect copies.
'Utsman mengirimkan salinan-salinan ini ke pusat-pusat utama kaum Muslimin untuk menggantikan naskah-naskah lain yang beredar.
'Uthman sent these copies to the main centres of the Muslims to replace other materials that were in circulation.
Kronologi Teks Tertulis
Chronology Of The Written Text
Sekitar tahun 610, kenabian Muhammad ﷺ dimulai.
Around 610 Muhammad's Prophethood commences.
Wahyu pertama di gua Gunung Hira. Diriwayatkan secara lisan, kemudian dalam bentuk tulisan.
1st revelation in cave on Mount Hira Transmitted orally, later in written form.
610-32 Muhammad di Makkah dan Madinah.
610-32 Muhammad in Makka and Madina.
Wahyu yang diturunkan secara berulang kali, yang disampaikan secara lisan setelah dihafalkan oleh banyak orang, dan penulisan wahyu oleh berbagai sahabat atas perintah langsung dari Nabi ﷺ sendiri.
Continious revelation on numerous occasions Transmitted orally after memorisation by many, and writing down of revelation by various companions upon the direct instruction of the Prophet himself.
632 (wafatnya Nabi) Wahyu terakhir turun beberapa hari sebelum wafatnya.
632 Prophets death. Last revelation few days before this.
Wahyu yang lengkap tersimpan baik dalam ingatan para sahabat yang beragam, maupun pada berbagai media tulis.
Compelete revelation left behind both in the memories of various companions as well as on various writing materials.
Dengan wafatnya Nabi ﷺ, wahyu telah sempurna dan ditinggalkan.
At the death of the Prophet, complete revelation left behind.
632-34 Masa kekhalifahan Abu Bakr 633 Selama Perang Yamama, sejumlah sahabat yang hafal Al-Qur'an gugur.
632-34 Abu Bakrs caliphate 633 During the battle of Yamama several companions who knew the Quran by heart were killed.
Abu Bakr memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menyiapkan satu salinan lengkap wahyu.
Abu Bakr instructs Zaid b. Thabit to prepare a single copy of the complete revelation.
Zaid b. Tsabit mengumpulkan seluruh wahyu menjadi Suhuf dari sumber lisan maupun tulisan, dengan mensyaratkan dua saksi untuk setiap bagiannya. Suhuf tersebut tetap berada di tangan Abu Bakar.
Zaid b. Thabit brings together all the revelation into the Suhuf from both oral as well as written sources demanding two witnesses for each piece. The Suhuf remain with Abu Bakr.
Apa yang Ditinggalkan Nabi ﷺ untuk Kaum Muslimin
What The Prophet Left To The Muslims
Wahyu tersebut, sebagaimana ditinggalkan oleh Nabi ﷺ, tersedia secara lisan maupun tertulis pada berbagai media. Susunan internalnya diketahui oleh kaum Muslimin dan dijaga dengan ketat oleh mereka.
The revelation, as left by the Prophet, was available both orally and written on various materials. Its internal order was known to the Muslims and strictly observed by them.
Abu Bakr mengumpulkan bahan-bahan lepas tersebut dan memerintahkan agar isinya ditulis pada lembaran-lembaran (Suhuf).
Abu Bakr collected these loose materials and had their contents written on to sheets (Suhuf).
Perbedaan antara Mushaf Abu Bakr dan Mushaf 'Utsman
The Difference Between Abu Bakr's And 'uthman's Collection
Abu Bakr telah membuat satu salinan tunggal dari berbagai materi lisan dan tertulis. Salinan ini kemudian disimpan oleh 'Umar, dan setelah itu oleh putrinya, Hafsah.
Abu Bakr had made one single copy from the various verbal and written material. This copy was later kept by 'Umar and then by his daughter Hafsa.
'Utsman memerintahkan agar banyak salinan dibuat dari naskah ini dan mengirimkannya ke berbagai tempat di dunia Islam, sementara naskah Suhuf yang asli dikembalikan kepada Hafsah dan tetap bersamanya hingga wafatnya. Kemudian Marwan b. Hakam (wafat 65/684), menurut sebuah riwayat dalam Ibnu Abi Dawud, mengumpulkannya dari ahli waris Hafsah dan memerintahkan agar naskah itu dimusnahkan, kemungkinan karena khawatir naskah tersebut akan menjadi penyebab perselisihan baru. 'Utsman juga menyimpan satu salinan untuk dirinya sendiri. Versi teks ini, yang juga dikenal sebagai Mushaf 'Utsman, sesungguhnya merupakan ijma' (kesepakatan) para sahabat, yang semuanya sepakat bahwa mushaf tersebut memuat apa yang dibawa Muhammad ﷺ sebagai wahyu dari Allah.
'Uthman had many copies prepared from this copy and sent them to various places in the Muslim world, while the original Suhuf were returned to Hafsa and remained with her until her death. Later, Marwan b. Hakam (d. 65/684), according to a report in Ibn Abi Dawud, collected it from her heirs and had it destroyed, presumably fearing it might become the cause for new disputes. 'Uthman also kept one of the copies for himself. This version of the text, also known as 'Mushaf 'Uthman in fact constitutes the ijma'(consensus) of the sahaba, all of whom agreed that it contained what Muhammad had brought as revelation from Allah.
[Menurut Ibn Abi Dawud (117-8), sebelas perubahan dilakukan di bawah al-Hajjaj, di antaranya misalnya 5:48 'shari'atan wa minhajan' menjadi 'shir'atan wa minhajan'; 12:45 'ana atikum bi-ta'wilihi' menjadi ana unabbi'ukum bi ta'wilihi.]
[According to Ibn Abi Dawud (117-8) eleven changes were made under al-Hajjaj, among them e.g. 5:48 'shari'atan wa minhajan' into 'shir'atan wa minhajan'; 12:45 'ana atikum bi-ta'wilihi' into ana unabbi'ukum bi ta'wilihi.
Ini juga, menurut Ibn Abi Dawud, merupakan kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam penyusunan mushaf Utsman (hlm. 37-49).
These are again according to Ibn Abi Dawud mistakes which were made in the preparation of Uthmans copy (pp. 37-49).
Versi pertama dari 12:45 misalnya adalah bacaan Ubay (ibid. hlm. 138) dan Ibnu Mas'ud (ibid. hlm. 39).] Luasnya penyebaran teks ini dan otoritasnya yang tidak diragukan juga dapat disimpulkan dari laporan tentang Perang Siffin (tahun 37 H), dua puluh tujuh tahun setelah wafatnya Nabi ﷺ, dan lima tahun setelah salinan-salinan 'Utsman didistribusikan, pasukan Mu'awiyah memasang lembaran-lembaran dari Al-Qur'an pada tombak mereka untuk menghentikan pertempuran. [Lihat Suyuti, History of the Caliphs. transl. H.