10 Dakwah di Madinah
10 The Da’wah in Madinah
Ketika orang-orang dari Baiat Aqabah yang pertama kembali ke Madinah dan Islam menyebar ke setiap rumah di kalangan Anshar, mereka mengutus seorang laki-laki kepada Rasulullah ﷺ dengan membawa surat yang meminta agar beliau mengirimkan kepada mereka seseorang yang akan mengajarkan kepada mereka agama dan Al-Qur'an. Rasulullah ﷺ tidak pernah membiarkan orang-orang yang telah memeluk Islam tanpa mengajarkan kepada mereka hukum-hukum dan membina mereka dengan budaya Islam yang sahih, yang memungkinkan mereka memahami Islam dan menyadari hakikatnya. Sebab budaya Islam sangat penting bagi setiap Muslim, merupakan sarana untuk memperkuat akidah dan memahami risalah Islam, dan dengan demikian menjamin penerapan Islam secara konsisten. Orang-orang yang telah memeluk Islam menyadari hal ini, oleh karena itu mereka meminta seseorang untuk mengajari mereka, dan Rasulullah ﷺ pun mengutus Mush'ab bin 'Umair kepada mereka.
When the people of the first pledge of al-‘Aqabah returned to Madinah and Islam spread to every single household among the Ansar, they sent a man to the Messenger of Allah (pbuh) with a letter asking him to send them someone who would teach them the Deen and the Qur’an. The Messenger of Allah (pbuh) never used to leave those who embraced Islam without teaching them the rules and nurturing them with the sound Islamic culture which would enable them to understand Islam and realize its essence. For the Islamic culture is vital to every Muslim, and is a means of strengthening the ‘Aqeedah and of understanding the Message of Islam, and thereby guarantees the consistent application of Islam. Those who embraced Islam had sensed this, therefore, they asked for someone to teach them, and the Messenger of Allah (pbuh) sent Mus’ab ibn ‘Umayr to them.