3.2 Individualisme di Barat Berkontribusi terhadap Penelantaran Anak
3.2 Individualism In The West Contributes To Child Neglect
Sebagian besar hambatan yang dihadapi anak-anak masa kini berkaitan dengan keyakinan di kalangan orang dewasa bahwa tugas utama individu adalah memaksimalkan kehidupannya sendiri, bukan berkontribusi bagi kebaikan orang lain...
“Most of the obstacles children face today are linked to the belief among adults that the prime duty of the individual is to make the most of their own life, rather than contribute to the good of others...
"Individualisme yang berlebihan menyebabkan berbagai masalah bagi anak-anak, termasuk: tingginya angka perceraian keluarga, ketidakramahan di kalangan remaja, tekanan komersial ke arah seksualisasi dini, periklanan yang tidak berprinsip, persaingan yang terlalu ketat dalam pendidikan, dan penerimaan terhadap ketimpangan pendapatan." -- UK Good Childhood Inquiry Laporan tentang penelantaran anak di Barat yang terus meningkat dengan jelas menunjukkan bahwa semakin banyak orang tua yang menyiksa anak-anak mereka demi memenuhi kebutuhan pribadi mereka. Di Inggris, kasus terkenal seorang ibu yang berulang kali menyiksa bayinya yang berusia 17 bulan hingga meninggal dunia, agar ia dapat melanjutkan kehidupannya sendiri, hanyalah puncak gunung es. Ketika jenazah bayi tersebut diperiksa, ditemukan 50 luka, termasuk 8 tulang rusuk patah, tulang belakang retak, dan kuku jari yang hilang. Temuan awal menunjukkan bahwa pekerja sosial, aparat kepolisian, dan tenaga kesehatan gagal menyatukan kepingan-kepingan penelantaran tersebut meskipun ada beberapa tanda peringatan. Lalu ada pula kisah mengerikan tentang seorang pria berusia 56 tahun dari Sheffield yang secara rutin memperkosa kedua putrinya dan memiliki 9 anak dari mereka.
excessive individualism is causing a range of problems for children including: high family break-up, teenage unkindness, commercial pressures towards premature sexualisation, unprincipled advertising, too much competition in education and acceptance of income inequality.” -- UK Good Childhood Inquiry he ever-increasing reports of child neglect in the West clearly demonstrate that more and more parents are mistreating their children to pursue the fulfilment of their own needs. In Britain, the notorious case of a mother who repeatedly tortured her 17 month old baby to death, so that she could carry on with her own life is just the tip of the iceberg. When the body of the baby was examined he had 50 injuries including 8 broken ribs, a fractured spine and missing finger nailsxvii. Preliminary findings suggest that social workers, police officials and health professionals failed to piece together the jigsaw of neglect in spite of several warning signs. Then there is the horrific story of 56 year old man from Sheffield who routinely raped his 2 daughters and fathered 9 children with them.
Menurut angka terbaru yang tersedia dari National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), terdapat 32.700 anak yang tercatat dalam daftar perlindungan anak di Inggris. Di Inggris dan Wales, rata-rata setiap sepuluh hari satu anak terbunuh di tangan orang tuanya. Orang yang paling berisiko meninggal akibat kekerasan adalah bayi di bawah usia 1 tahun, yang empat kali lebih mungkin dibunuh dibandingkan rata-rata orang di Inggris dan Wales. 16% anak mengalami penganiayaan serius oleh orang tua, dan sepertiganya mengalami lebih dari satu jenis penganiayaan. Lebih dari seperempat dari seluruh pemerkosaan yang tercatat oleh kepolisian dilakukan terhadap anak di bawah usia 16 tahun. Hampir 79000
According to the latest available figures from National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), there are 32,700 children on child protection registers in the UK. Every ten days in England and Wales, on average, one child is killed at the hands of their parent. The people most likely to die a violent death are babies under 1 year old, who are four times more likely to be killed than the average person in England and Wales. 16% of children experienced serious maltreatment by parents, of whom one third experienced more than one type of maltreatment. Over a quarter of all rapes recorded by the police are committed against children under 16 years of age. Nearly 79,000
Saat ini, anak-anak berada dalam pengasuhan otoritas setempat di Inggris.xviii Wajar untuk berasumsi bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi, karena banyak anak yang terlalu takut untuk melaporkan kekerasan atau pelecehan, atau sekadar tidak tahu bagaimana cara melaporkannya.
children are currently looked after by local authorities in the UKxviii. It is fair to assume that the actual figure is much higher, as many children are either too scared to report abuse or simply do not know how to report it.
Sudah menjadi kebiasaan bagi pemerintah untuk menanggapi kasus pengabaian anak dengan membentuk penyelidikan publik. Di masa lalu, hasil penyelidikan semacam itu berujung pada dua hal: pelayanan sosial yang berperan lebih besar dalam mencegah penganiayaan terhadap anak, atau undang-undang baru yang bertujuan memberikan perlindungan lebih besar kepada anak dari orang tua yang kejam. Terlalu sering, penyelidikan-penyelidikan ini gagal membendung gelombang kekerasan terhadap anak yang terus meluas di masyarakat Inggris. Hal ini mendorong sebagian pihak untuk menyerukan langkah-langkah yang lebih keras, seperti mengambil anak dari orang tua yang kejam untuk selamanya, atau bahkan mencabut hak mereka untuk memiliki keturunan. Sangat kecil kemungkinan pemerintah saat ini akan mampu mengurangi penganiayaan terhadap anak. Hal ini disebabkan oleh penyebab utama kekerasan terhadap anak, yaitu individualisme yang tidak terkendali, yang telah berulang kali diabaikan oleh pemerintah, para sosiolog, dan orang tua.
It is almost customary for governments to respond to cases of child neglect by launching public inquiries. In the past the outcome of such inquiries has led to either the social services playing a greater role in the prevention of the illtreatment of children or new legislation aimed at offering children greater protection from abusive parents. All too often these inquiries fail to stem the growing tide of child abuse pervading British society. This has led some to call for tougher measures such as permanently taking children away from cruel parents or even stripping them of their right to reproduce. It is highly unlikely that the present government will make any headway in reducing the ill treatment of children. This is because the main cause behind child abuse is the unbridled individualism, which governments, sociologists and parents alike have repeatedly refused to acknowledge.
Individualisme merupakan salah satu pilar penting Sekularisme Barat dan mendominasi banyak hubungan yang terjalin antarmanusia di masyarakat Barat. Individualisme menetapkan bahwa setiap orang harus mendahulukan kepentingannya di atas segalanya. Hal ini menanamkan pada diri manusia mentalitas egois dan mendorong mereka untuk memenuhi kebutuhan pribadi sebelum kebutuhan orang lain. Selain itu, individualisme membuat manusia memandang tanggung jawab sebagai beban dan penghalang bagi tercapainya motif-motif egoisnya. Oleh karena itu, lazim ditemukan orang-orang di Barat, khususnya dalam ranah sosial, yang memasuki dan mengakhiri hubungan demi menghindari tanggung jawab, dan semua itu berdampak buruk bagi masyarakat. Maka merajalelanya perzinaan, aborsi, keluarga orang tua tunggal, ayah yang menghindari biaya penafkahan anak, ibu yang meninggalkan anak demi meniti karier, orang tua yang menyerahkan anak ke panti asuhan, dan kekerasan terhadap anak yang tidak terkendali, semuanya merupakan gejala dari individualisme.
Individualism is an important pillar of Western Secularism and dominates many of the relationships that exist between people in Western societies. Individualism stipulates that people should put their interests first and foremost. This imbues in people a selfish mentality and encourages people to satisfy their own needs before the needs of others. Furthermore, individualism leads people to view responsibility as a burden and a hindrance towards the fulfilment of their selfish motives. Therefore, it is common to find people in the West, especially in the social sphere, entering and leaving relationships in order to avoid responsibility - all of which has a detrimental effect on society. Hence rampant fornication, abortions, single parent families, fathers avoiding child maintenance costs, mothers forsaking children to pursue careers, parents giving up children to foster homes and wanton child abuse are all symptoms of individualism.
Pemerintah-pemerintah Barat tidak mampu menangani dampak individualisme dan kerugian yang ditimbulkannya terhadap masyarakat. Hal ini disebabkan karena peran pemerintah adalah menjamin individualisme bagi warganya, dan bukan memberlakukan pembatasan terhadap keindividuan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian utama pemerintah adalah kesejahteraan individu, bukan keluarga atau masyarakat luas. Misalnya, dalam menangani masalah kekerasan terhadap anak, pemerintah Barat memandang anak beserta haknya terpisah dari hak ibu dan hak ayah. Tentu saja, solusi apa pun yang lahir dari pemikiran semacam ini akan lebih berfokus pada menjaga keindividuan anak, ibu, atau ayah daripada melindungi keluarga atau masyarakat. Dengan cara ini, keluarga dan masyarakat tidak memikul tanggung jawab kolektif atas perlakuan buruk terhadap anak, karena hukum dan tanggung jawab hanya diterapkan pada tingkat individu.
Western governments are unable to deal with the effects of individualism and the harm it causes to society. This is because the role of the government is to guarantee individualism for its citizens and not to impose restrictions on people's individuality. Therefore, the primary concern of government is the welfare of the individual and not the family or wider society. For instance, when dealing with the issue of child abuse, Western governments view the child and its rights as separate to the rights of the mother and the rights of the father. Naturally any solutions arising from this type of thinking will focus more on preserving the individuality of the child, mother or father than protecting the family or society. In this way, the family and society bear no collective responsibility towards the mistreatment of children, since law and responsibility are solely applied at the level of the individual.
Dalam Islam, konsep individualisme dibatasi pada hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu dalam hal ibadah, makanan, pakaian, dan akhlak. Dalam hubungan yang melibatkan orang lain, individu diperbolehkan memenuhi kebutuhannya selama tidak melanggar hak-hak individu lain atau melampaui batas-batas yang ditetapkan Islam demi kesejahteraan masyarakat. Dalam semua jenis hubungan, umat Islam diwajibkan mencari keridhaan Tuhan dengan berperilaku sesuai dengan hukum-hukum yang ditetapkan Islam. Ketika hukum-hukum ini dijalankan, hukum-hukum tersebut membentuk karakter yang unik dan khas bagi manusia, yakni karakter yang dibentuk oleh altruisme dan bukan egoisme. Islam tidak hanya menjunjung tinggi dan memuliakan hubungan antara orang tua dan anak, tetapi juga hubungan keluarga dan masyarakat.
In Islam, the concept of individualism is limited to the relationship between man and God and the relationship of man with himself i.e. in the matters of worship, foodstuffs, clothing and morals. In relationships that involve people, individuals are permitted to satisfy their needs provided that they do not violate the rights of other individuals or transgress the limits imposed by Islam for the welfare of the society. In all types of relationships Muslims are required to seek the pleasure of God by conducting themselves according to laws prescribed by Islam. These laws when practiced produce a unique and distinct character for the human being, a character shaped by altruism and not selfishness. Islam promoted and raised high, not only the relationship between the parent and child, but also that of family and society.
Islam memuji keluarga. Rasulullah ﷺ bersabda, "Nikahilah wanita yang penuh kasih dan yang banyak melahirkan anak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan kalian di hadapan umat-umat lain pada Hari Kiamat." [HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi]. Islam melarang pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak-anak. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an: "Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga." [QS. 17:31]
Islam praised the family, the Messenger of Allah (SAW) said, "Do marry the devoted and prolific women, for I will be proud of you before other nations on the Day of Judgement." [Abu Dawood, at-Tirmidhi]. Islam forbade the killing and torturing of children. It is mentioned in the Qur’an: “Kill not your children for fear of want, We shall provide sustenance for them as well as for you.” [TMQ 17:
31] Islam telah melarang pengabaian anak-anak dan mewajibkan orang tua untuk menyediakan makanan, pakaian dan tempat tinggal, di samping memenuhi berbagai kebutuhan lain anak-anaknya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Cukuplah seseorang berdosa jika ia mengabaikan orang-orang yang menjadi tanggungannya." [Abu Dawud] Dengan demikian, dalam bingkai Islam anak-anak dipandang sebagai karunia, dan keluarga dipandang memainkan peran yang sangat penting bagi stabilitas masyarakat.
31] Islam has forbidden the neglect of children and has made it obligatory for parents to provide food, clothing and shelter in addition to fulfilling the various other requirements of their children. The Messenger of Allah (SAW) said, “It is enough sin for a person that he ignores those whom he is responsible for.” [Abu Dawood] Thus, within the Islamic framework children are regarded as a blessing and the family is viewed as playing a pivotal role in the stability of society.
Dewasa ini, individualisme mengancam tatanan sosial masyarakat Inggris melalui terkikisnya nilai-nilai keluarga dan pelanggaran hak-hak sipil. Jika dibiarkan tanpa dipertanyakan dan tanpa pengendalian, individualisme akan mengakibatkan perpecahan baik di kalangan komunitas Muslim maupun non-Muslim. Sikap Islam terhadap keluarga dan masyarakat jauh lebih bertanggung jawab dibandingkan pandangan sekularisme yang egois.
Today, individualism threatens the social fabric of British society through the erosion of family values and violation of civil rights. Left unquestioned and unchecked, individualism will result in the fragmentation of both Muslim and non- Muslim communities. The Islamic attitude towards the family and society is much more responsible than the selfish outlook of secularism.
28 November 2008
November 28, 2008