4.1 Absurditas Siklus Bisnis: Ledakan dan Kehancuran
4.1 The Absurdity Of The Business Cycle: Boom And Bust
Jika meter, gram, dan detik tetap konstan, mengapa dolar terus berubah? Satuan-satuan sebelumnya adalah ukuran dari besaran fisik yang stabil, sedangkan dolar adalah pseudo-ukuran, yakni digunakan sebagai ukuran tetapi saat ini tidak ada besaran fisik yang stabil yang dapat dikaitkan secara tepat dengannya. Namun, karena mata uang saat ini tidak didukung oleh sesuatu yang stabil dan berwujud, banyak orang cerdas (agar tidak ketinggalan dalam meraup keuntungan) mencurahkan waktu mengikuti tarian pasar mata uang. Alih-alih menganggapnya sebagai masalah, mereka melihatnya sebagai peluang untuk menghasilkan keuntungan lebih besar. Sebagian meraup untung dengan meramalkan pergerakan berikutnya, sementara sebagian lain berusaha benar-benar mengoreografi tarian itu sendiri. Uang atau mata uang adalah satuan nilai. Dengan kata lain, rasio pertukaran suatu produk atau jasa dengan uang disebut 'harga'-nya. Perlu dicatat bahwa 'nilai tukar' atau 'nilai' sebagaimana biasa disebut, adalah rasio pertukaran satu benda dengan benda lain, dan harga oleh karena itu adalah salah satu jenis pertukaran. Namun, tidak seperti pertukaran satu benda dengan benda lain, memungkinkan bahwa harga semua benda naik atau turun pada waktu yang sama. Maka harga suatu benda hanyalah salah satu dari nilainya. Seandainya uang memiliki nilai tetap dalam bentuk sesuatu yang stabil dan berwujud (misalnya 1 satuan uang = 1 gram emas), maka uang memang akan menjadi ukuran, seperti meter atau detik. Selama lebih dari seribu tahun, uang didasarkan pada suatu standar (seperti standar emas) dan tetap menjadi alat tukar, sehingga bagi kebanyakan orang awam uang umumnya dipahami sebagai ukuran nilai benda-benda. Namun, standarisasi terhadap sesuatu yang stabil dan berwujud tersebut berhenti berlaku pada paruh akhir abad ke-20, dan sejak itu uang dianggap semata-mata sebagai benda, yang hanya memiliki nilai nosional atau sementara. Nilai nosional uang belum tentu didasarkan pada rasio pertukaran riil dengan komoditas atau jasa lain; bahkan, nilainya kemudian didasarkan semata-mata pada persepsi masyarakat atau para pedagang.
If the metre, gram and second remain constant, why does the dollar keep changing? The former units are measures of stable physical quantities, while the latter is a pseudo-measure, i.e. it is used as a measure but currently no stable physical quantity can be correctly attributed to it. But as currency is currently not backed by something stable and tangible, significant numbers of bright people (not to lose out on the spoils) devote their time following the dance of the currency markets. Rather than considering it a problem, they see it as an opportunity to generate more profit. Some make profits by predicting the next move while some try to actually choreograph the dance itself. Currency or money is a unit of value. In other words, the exchange ratio of a product/service with money is called its ‘price’. It is noteworthy that the ‘value of exchange’ or ‘value’ as it is usually called, is the ratio of an exchange of one thing with another, and price therefore is a type of exchange. But unlike exchanges of one thing with another, it is possible that the prices of all things rise or fall at any one time. Hence the price of a thing is merely one of its values. If money had a fixed value in terms of something stable and tangible (for example 1 unit of money = 1g of gold), it would indeed be a measure, like the metre or the second. For more than a millennium money was based on some standard (like the gold standard) and it continued to be the medium of exchange, and hence for most ordinary people money is commonly understood to be a measure of the value of things. But that standardisation to something as stable and tangible, ceased to be the case in the latter part of the 20th century, and as such money came to be considered a mere object, which only has a notional or temporal value. The notional value of money may not necessarily be based on real exchange ratios with other commodities or services; in fact it came to be based merely on the perception of people or traders.
Jadi, harga atau nilai barang berfluktuasi menurut nilai nominal uang, sama besarnya atau bahkan lebih besar daripada tingkat kepentingan atau manfaat produk atau jasa tersebut, atau "nilai manfaat". Sayangnya, begitulah cara segala sesuatu dinilai di dunia saat ini; oleh karena itu, tidak mengherankan jika nilai rumah Anda naik dan turun, dan selama lebih dari seabad telah terdengar pembicaraan tentang ledakan dan kehancuran ekonomi setidaknya sekali setiap dekade selama lebih dari 150 tahun.
So, the price or value of things fluctuates according to the notional value of money, as much or even more than the importance or benefit of the product or service, or the ‘value of benefit’. This is unfortunately how things are valued in today’s world – hence it is not surprising to find the value of your house rising and falling, and for over a century there has been talk about boom and bust at least once every decade for over 150 years.