4.3 Ketidakstabilan yang Melekat
4.3 Inherent Instability
Ketidakstabilan adalah kurangnya keseimbangan – hubungan yang wajar antara nilai uang dan barang. Pandangan yang menonjol adalah hipotesis ketidakstabilan finansial, yang menyatakan bahwa perekonomian memiliki rezim keuangan di bawah mana ia stabil, dan rezim pembiayaan di mana ia tidak stabil, dan bahwa, dalam periode kemakmuran yang berkepanjangan, perekonomian beralih dari hubungan keuangan yang menciptakan sistem yang stabil ke hubungan keuangan yang menciptakan sistem yang tidak stabil. Selanjutnya, jika suatu perekonomian dengan sejumlah besar unit keuangan spekulatif berada dalam kondisi inflasi, dan otoritas berupaya memberantas inflasi dengan pembatasan moneter, maka unit-unit spekulatif tersebut akan segera lenyap sehingga menyebabkan runtuhnya nilai aset. Hipotesis ketidakstabilan finansial merupakan model ekonomi kapitalis, yang tidak bergantung pada guncangan eksogen untuk menimbulkan siklus bisnis dengan tingkat keparahan yang beragam.
Instability is a lack of balance – a reasonable relationship between value of money and goods. A prominent view is the financial instability hypothesis, which states that the economy has financial regimes under which it is stable, and financing regimes in which it is unstable, and that, in periods of prolonged prosperity, the economy transits from financial relations that make for a stable system to financial relations that make for an unstable system10. Furthermore, if an economy with a sizeable body of speculative financial units is in an inflationary state, and the authorities attempt to exorcise inflation by monetary constraint, then the speculative units will quickly evaporate leading to a collapse of asset values. The financial instability hypothesis is a model of capitalist economy, which does not rely upon exogenous shocks to generate business cycles of varying severity.