4.6 Kapitalisme Dan Masa Depannya
4.6 Capitalism And Its Future
Sebagaimana dikemukakan Karl Polanyi, kapitalisme adalah suatu anomali, karena ia merupakan sistem di mana hubungan-hubungan sosial ditentukan oleh hubungan-hubungan ekonomi. Hal ini berbeda dengan sistem-sistem sebelumnya, di mana interaksi ekonomi mengikuti dari hubungan-hubungan sosial20. Kapitalisme juga menghadapi persoalan konseptual yang lebih besar:
As Karl Polanyi argues, capitalism is an anomaly - for it is a system, where social relations are determined by economic relations. This is unlike in previous systems where economic interactions follow from social relations20. Capitalism suffers from bigger conceptual problems:
1. Mencampuradukkan kebutuhan dan sarana pemenuhannya.
1. Mixing needs and their means of satisfaction.
2. Kebutuhan hanyalah bersifat materialistik.
2. Needs are only materialistic.
3. Komoditas dan jasa tidak berkaitan dengan struktur masyarakat.
3. Commodities and services are not related to the structure of the society.
Asumsi-asumsi ini telah membuat masyarakat dan dunia berada dalam kekacauan, baik secara fisik maupun intelektual. Masa depan pasti akan melihat adanya koreksi; koreksi terhadap sistem yang tidak dapat dikoreksi berarti menggantinya dengan sistem alternatif.
These assumptions have left societies and the world in disarray both physically and intellectually. The future will certainly see a correction; correction of a non-correctable system entails replacing it with an alternative system.
20 Polanyi K, 1944, The great transformation, Rinehart & Co., New York.
20 Polanyi K, 1944, The great transformation, Rinehart & Co., New York.