5. Perspektif Islam
5. The Islamic Perspective
Gordon Brown benar ketika menyoroti masalah siklus boom dan bust yang begitu teratur dan begitu merusak masyarakat. Pertumbuhan yang konsisten, atau setidaknya lingkungan yang konsisten tanpa ekspansi yang tak terkendali dan kontraksi yang melemahkan, adalah hal yang dicari semua pihak. Konsistensi juga penting dalam hal lingkungan moneter dan fiskal. Ketika dunia usaha tidak mengetahui nilai mata uang yang harus digunakan untuk bertransaksi, baik di dalam negeri maupun internasional, pajak yang akan dikenakan kepadanya, serta stabilitas harga terhadap inflasi, maka menjaga bisnis yang konsisten menguntungkan dan lapangan kerja penuh menjadi berkali-lipat lebih sulit. Selain lingkungan moneter dan fiskal serta dampak merusak dari inflasi, masyarakat kapitalis terus-menerus memperdebatkan lingkungan regulasi. "Pasar bebas" yang konon akan menjadi penopang stabilitas itu terus didengungkan kepada kita. Pemerintah yang berhaluan liberal-konservatif bertujuan meminimalkan intervensi pemerintah dan mengurangi perundang-undangan seminimal mungkin. Namun kenyataannya, buku-buku undang-undang tetap penuh dan terus diamandemen dengan perundang-undangan reaktif yang hanya menambal kelemahan bawaan dari sistem yang gagal memberikan stabilitas yang sangat diharapkan. Alih-alih mosaik tambal sulam regulasi yang membingungkan demi mengatasi krisis terbaru, masyarakat membutuhkan prinsip-prinsip serta hukum yang jelas dan stabil, yang memungkinkan orang merencanakan masa depan mereka dengan penuh keyakinan. Krisis keuangan dapat dicirikan oleh penciptaan kredit yang tidak terkendali, yang bertumpu pada sistem keuangan yang lepas kendali, yang tidak hanya memungkinkan penciptaan uang dan bunga dari ketiadaan, tetapi juga perjudian dalam skala yang mencengangkan. Kekayaan telah dikeluarkan dari sistem dalam jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya, dan tidak akan mudah tergantikan. Dari perspektif Islam, hal ini sepenuhnya dapat diprediksi dan dapat dicegah. Namun, obatnya membutuhkan penerapan Islam secara menyeluruh dalam struktur pemerintahan sebagaimana ditetapkan dalam sistem pemerintahan Khilafah. Sebuah sistem pemerintahan di mana perekonomian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat, bukan korporasi perbankan yang tanpa wajah. Prinsip-prinsip ekonomi dalam Islam berikut ini disajikan, bukan sebagai poin perdebatan reaktif yang menjadi bagian dari tambal sulam krisis dan respons yang keliru, melainkan sebagai alternatif ideologis yang telah meraih keberhasilan selama berabad-abad, baik bagi kaum Muslimin maupun non-Muslim.
Gordon Brown was right to highlight the problem of the boom and bust cycle so regular and so damaging to society. To have consistent growth or at least a consistent environment devoid of out of control expansions and debilitating contractions is what all seek. Consistency is also essential in terms of the monetary and fiscal environment. When business does not know the value of the currency it is forced to trade in, whether domestically or internationally, the tax it will be subject to and the stability of prices vis-à-vis inflation, it becomes doubly hard to maintain a consistently profitable business and full employment. In addition to the monetary and fiscal environment and attendant damage of inflation, capitalist society constantly fights over the regulatory environment. The supposed “free market” we are told will provide a steadying hand. And conservative liberal governments aim to minimise the interventions of government and reduce legislation to a minimum. Yet, the statute books are full and are constantly being amended with reactionary legislation which patches over the inherent flaws of a system which is failing to provide the stability so dearly expected. Rather than a constant and confusing mosaic of patchwork regulation to deal with the latest crisis, society is requiring of principles, and clear, stable laws that enable people to plan their futures with confidence. The Financial crisis can be characterised by unrestrained credit creation on the back of an out of control financial system that not only allows the creation of money and interest from nothing, but gambling on a mind-boggling scale. Wealth has been extracted out of the system in never before seen amounts, and will not be easily replaced. From an Islamic perspective this is entirely predictable and preventable. Yet the cure is requiring of the complete application of Islam within the governance structures set down within the Caliphate ruling system. A ruling system in which the economy is geared towards meeting the needs of the people, not faceless banking corporations. The following principles of economy in Islam are presented, not as reactionary points of debate to be part of the patchwork of crisis and flawed response, but as an ideological alternative which has enjoyed many centuries of success for Muslims and non-Muslims alike.