1.16 Apa yang Diriwayatkan dari Para Sahabat dan Generasi Salaf yang Saleh tentang Keutamaannya
1.16 That Which Has Been Related From The Companions And The Right-acting Early Generations On His Merit
Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Jabir, semoga Allah meridhainya, berkata:
Al-Bukhari narrated that Jabir, may Allah be pleased with him, said:
Umar ibn al-Khattab berkata, ‘Abu Bakr adalah pemimpin kami (Sayyid)!’ Al-Bayhaqi meriwayatkan dalam Syu‘ab al-Iman bahwa Umar, semoga Allah ridha kepadanya, berkata, ‘Jika iman Abu Bakr ditimbang dengan iman penduduk bumi, niscaya imannya lebih berat daripada mereka.’ Ibnu Abi Khaythamah dan ‘Abdullah ibn Ahmad, dalam Zawa’id Kitab az-Zuhd, meriwayatkan bahwa Umar, semoga Allah ridha kepadanya, berkata, ‘Abu Bakr adalah seorang yang sangat unggul dalam berlomba-lomba kebaikan.’ Dan Umar berkata, ‘Aku ingin menjadi sehelai rambut di dada Abu Bakr.’ Musaddad meriwayatkannya dalam Musnad-nya. Dan ia berkata, ‘Aku ingin berada di Surga dalam posisi yang memungkinkan aku melihat Abu Bakr.’ Ibnu Abi’d-Dunya dan Ibnu ‘Asakir meriwayatkannya. Dan ia berkata, ‘Sungguh, aroma Abu Bakr lebih harum daripada aroma kasturi.’ Abu Nu‘aym meriwayatkannya.
cUmar ibn al-Khattab said, ‘Abu Bakr is our chief (Sayyid)! Al-Bayhaqi narrated in Shucah al-Iman that cUmar, may Allah be pleased with him, said, ‘If the iman of Abu Bakr were to be weighed against the iman of the inhabitants of the earth, he would mil weigh them.’ Ibn Abi Khaythamah and cAbdullah ibn Ahmad, in Zawa’id Ht-Zuhd, that cUmar, may Allah be pleased with him, said, ‘Abu Nakr was a surpassing outstripper.’ And cUmar said, ‘I would that I were a hair upon the chest of Abu Bakr.’ Musaddad narrated it in his Musnad. And he said, ‘I would love to be in the Garden in such it position that I could see Abu Bakr.’ Ibn Abi’d-Dunya and Ibn 'Asakir narrated it. And he said, ‘Certainly the scent of Abu Bakr was sweeter than the scent of musk.’ Abu Nucaym narrated it.
Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa 'Ali masuk menemui Abu Bakr ketika ia telah dikafani, lalu berkata, "Tidak ada seorang pun yang akan menemui Allah dengan lembaran-lembaran catatan amalnya yang lebih aku cintai daripada orang yang sudah dikafani ini." Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa 'Abdurrahman bin Abi Bakar ash-Shiddiq berkata: Nabi ﷺ bersabda, "'Umar bin al-Khattab pernah menceritakan kepadaku bahwa ia tidak pernah berusaha mendahului Abu Bakar dalam suatu amal kebaikan, melainkan Abu Bakar selalu telah mendahuluinya di dalamnya." Ath-Thabarani meriwayatkan dalam al-Awsath bahwa 'Ali berkata: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kami tidak pernah berusaha menjadi yang pertama dalam suatu amal kebaikan, melainkan Abu Bakar telah mendahului kami di dalamnya.
Ibn cAsakir narrated that cAli entered upon Abu Bakr when he was shrouded and said, ‘No-one who will meet Allah with his pages (of the records of his deeds) is more beloved to me than this shrouded one.’ Ibn cAsakir narrated that cAbd ar-Rahman ibn Abi Bakr as-Siddiq said: The Prophet, may Allah bless him and grant him peace, said, ‘TJmar ibn al-Khattab told me that he never attempted to be before Abu Bakr in a good action but that Abu Bakr was before him in it.’ At-Tabarani narrated in al-Awsat that cAli said: By the One in Whose hand is my self, we never strove to be first in a good action but that Abu Bakr was before us in it.
Dia juga meriwayatkan dalam al-Awsat dari Juhayfah bahwa 'Ali berkata: Sebaik-baik manusia setelah Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakr dan 'Umar. Kecintaan kepadaku tidak akan pernah berpadu dengan kebencian kepada Abu Bakr dan 'Umar di dalam hati seorang mukmin.
He also narrated in al-Awsat from Juhayfah that cAli said: The best of mankind after the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, are Abu Bakr and cUmar. Love of me will never be united with hatred of Abu Bakr and cUmar in the heart of a believer.
Dia meriwayatkan dalam al-Kabir bahwa Ibnu 'Umar berkata: Tiga orang dari Quraisy adalah yang paling tampan wajahnya di antara Quraisy, yang paling baik akhlaknya, dan yang paling jujur hatinya. Jika mereka mengatakan sesuatu kepadamu, mereka tidak akan berdusta kepadamu. Jika engkau mengatakan sesuatu kepada mereka, mereka tidak akan menyebutmu pendusta; yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq, Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah, dan 'Utsman bin 'Affan.
He narrated in al-Kabir that Ibn cUmar said: Three of Quraysh are the most handsome faced of Quraysh and the best of them in character, and the surest hearted of them. If they were to tell you something they would not lie to you. If you told them something they would not call you a liar; Abu Bakr as-Siddiq, Abu cUbaydah ibn al-Jarrah and cUthman ibn cAffan.
Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa Ibrahim an-Nakha'i berkata: Abu Bakar dijuluki "Al-Awwah", yakni Penyayang (secara harfiah: orang yang mengucapkan "Ah" dan banyak mendesah karena iba kepada manusia), karena rasa iba dan kasih sayangnya.
Ibn Sacd narrated that Ibrahim an-Nakhaci said: Abu Bakr was named, ‘Al-Awwah - Compassionate (literally: one saying “Ah” and sighing a great deal for pity for people),’ because of his pity and his mercy.
Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa ar-Rabi' ibnu Anas berkata: Tercatat dalam Kitab Pertama, "Perumpamaan Abu Bakr as-Siddiq adalah seperti hujan; di mana pun ia jatuh, ia membawa manfaat." Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa ar-Rabi' ibnu Anas berkata: Kami memperhatikan sahabat-sahabat para nabi, dan kami tidak menemukan seorang nabi yang memiliki sahabat seperti Abu Bakr as-Siddiq. Ia juga meriwayatkan bahwa az-Zuhri berkata: Salah satu keutamaan Abu Bakr adalah bahwa ia tidak pernah ragu terhadap Allah walau sejenak.
Ibn cAsakir narrated that ar-Rabic ibn Anas said: It is recorded in the First Book, ‘The likeness of Abu Bakr as-Siddiq is the likeness of rain, wherever it falls it is of benefit.’ Ibn cAsakir narrated that ar-Rabic ibn Anas said: We considered the companions of the prophets and we couldn’t find a prophet who had a companion the like of Abu Bakr as-Siddiq. He narrated that az-Zuhri said: One of the merits of Abu Bakr is that he never doubted about Allah for an hour.
Ia meriwayatkan bahwa az-Zubayr ibn Bakkar berkata: Aku mendengar salah seorang ulama berkata, "Para khatib (yang menyampaikan khutbah)
He narrated that az-Zubayr ibn Bakkar said: I heard one of the people of knowledge saying, ‘The orators (who gave the khutbah)
di antara para sahabat Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakr ash-Shiddiq dan cAli bin Abi Thalib, semoga Allah meridhai keduanya.' Ia meriwayatkan bahwa Abu Husayn berkata: Tidak ada lahir dari keturunan Adam yang lebih baik daripada Abu Bakr, setelah para nabi dan rasul. Abu Bakr berdiri teguh pada Hari ar-Riddah (murtadnya banyak suku Arab dari Islam sepeninggal Nabi ﷺ)
among the companions of the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, were Abu Bakr as-Siddiq and cAli ibn Abi Talib, may Allah be pleased with both of them.’ He narrated that Abu Husayn said: There was not born to Adam among his descendants anyone better than Abu Bakr, after the prophets and messengers. Abu Bakr took a stand on the Day of ar-Riddah (repudiation of Islam by many of the Arab tribes on the death of the Prophet, may Allah bless him and grant him peace)
yang seperti kedudukan salah seorang nabi.
which was like the stand of one of the prophets.