1.23 Beberapa Contoh Kesabaran dan Kerendahan Hati Beliau
1.23 Some Examples Of His Forbearance And Humility
Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa Anisah berkata: Abu Bakar tinggal bersama kami selama tiga tahun sebelum diangkat menjadi khalifah dan setahun setelahnya, dan para budak perempuan dari kampung itu datang kepadanya dengan kambing-kambing mereka, lalu ia memerah susunya untuk mereka.
Ibn cAsakir narrated that Anisah said: Abu Bakr was settled among us for three years before he was appointed khalifah and a year afterwards, and the servant girls of the quarter would come to him with their flocks and he would milk them for them.
Ahmad meriwayatkan dalam az-Zuhd bahwa Maymun bin Mihran berkata: Seorang laki-laki datang kepada Abu Bakar dan berkata, "Assalamu 'alaika (bentuk tunggal sapaan) wahai Khalifah Rasulullah ﷺ." Lalu ia berkata, "Di antara semua orang ini." (Laki-laki itu memberi salam secara khusus kepada beliau di antara orang-orang yang hadir).
Ahmad narratd in az-Zuhd that Maymun ibn Mihran said: A man came to Abu Bakr and said, ‘Peace be upon you (as-salamu alaika -the singular form of address) Khalifah of the Messenger of Allah.’ And he said, ‘In among all of these.’ (The man had greeted him exclusively of those present).
Abu Salih al-Ghifari berkata bahwa cUmar ibn al-Khattab biasa mengurus seorang wanita tua yang buta di salah satu pinggiran Madinah pada malam hari. Ia menimba air untuknya agar bisa diminum, dan mengurus keperluannya. Terkadang ketika ia datang kepadanya, ia mendapati bahwa orang lain telah mendahuluinya dan melakukan apa yang diinginkan wanita itu. Ia datang kepadanya lebih dari satu kali agar orang lain itu tidak mendahuluinya. cUmar mengintai orang itu, dan ternyata yang datang kepada wanita tersebut adalah Abu Bakar, yang ketika itu menjabat sebagai khalifah. cUmar berkata, "Demi hidupku, engkaukah orangnya!" Abu Nucaym dan lainnya meriwayatkan bahwa cAbd ar-Rahman al-Asbahani berkata: Al-Hasan ibn cAli datang kepada Abu Bakar ketika ia berada di atas mimbar Nabi ﷺ, lalu berkata, "Turunlah dari tempat duduk ayahku." Abu Bakar berkata, "Engkau benar, itu adalah tempat duduk ayahmu," lalu ia mendudukkan Al-Hasan di pangkuannya dan menangis.
Abu Salih al-Ghifari said that cUmar ibn al-Khattab used to take care of an elderly blind woman in one of the outskirts of Madinah at night. He would draw water for her to drink, and would undertake her business. Sometimes when he came to her he would find that someone else had already beaten him to her and done what she wanted. He came to her more than one time so that the other might not beat him to her. cUmar lay in wait for him, and it was Abu Bakr who had come to her, and he was at that time khalifah. cUmar said, ‘You are he, by my life!’ Abu Nucaym and others narrated that cAbd ar-Rahman al-Asbahani said: Al-Hasan ibn cAli came to Abu Bakr when he was upon the minbar of the Prophet, may Allah bless him and grant him peace, and said, ‘Come down from my father’s seat.’ He said, ‘You have told the truth, it is your father’s seat,’ and he placed him in his lap and wept.
ʿAli berkata, "Demi Allah, ini bukan atas perintahku." Ia berkata, "Engkau benar. Demi Allah, aku tidak menaruh curiga kepadamu."
'Ali said, ‘By Allah, this was not from my command.’ He said, ‘You have told the truth. By Allah, I did not suspect you.’
Bagian
Section
Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa Ibnu 'Umar berkata: Rasulullah ﷺ mengangkat Abu Bakar untuk memimpin haji pada haji pertama dalam Islam, kemudian Rasulullah ﷺ menunaikan haji pada tahun berikutnya. Ketika Rasulullah ﷺ wafat dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, ia menunjuk 'Umar untuk memimpin haji, kemudian Abu Bakar sendiri menunaikan haji pada tahun berikutnya. Ketika Abu Bakar wafat dan 'Umar diangkat menjadi khalifah, ia menunjuk 'Abdurrahman bin 'Auf untuk memimpin haji, dan 'Umar terus menunaikan haji setiap tahun hingga wafat. Kemudian 'Utsman diangkat menjadi khalifah, dan ia menunjuk 'Abdurrahman bin 'Auf untuk memimpin haji.
Ibn Sacd narrated that Ibn cUmar said: The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, appointed Abu Bakr to lead the Hajj in the first Hajj of Islam, then the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, performed the Hajj the following year. When the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, died and Abu Bakr was appointed khalifah, he put cUmar in charge of leading the Hajj, then Abu Bakr performed the Hajj the following year. When Abu Bakr died and cUmar was appointed khalifah, he put cAbd ar-Rahman ibn cAwf in charge of the Hajj, then cUmar continued to perform the Hajj every year until he died. cUthman was then appointed khalifah, and he put cAbd ar-Rahman ibn cAwf in charge of the Hajj.