2.8 Deskripsi Beliau
2.8 His Description
Ibnu Sa'd dan al-Hakim meriwayatkan bahwa Zirr berkata: Aku keluar bersama penduduk Madinah pada hari raya 'Id, dan aku melihat 'Umar berjalan tanpa alas kaki, seorang lelaki tua, botak, berkulit kecokelatan, kidal, tinggi, menjulang di atas orang-orang seolah-olah ia berada di atas hewan tunggangan. Al-Waqidi berkata: Tidak diketahui di kalangan kami bahwa 'Umar berkulit kecokelatan, kecuali jika ia melihatnya pada tahun kekeringan, karena warna kulitnya berubah ketika ia makan minyak zaitun.
Ibn Sacd and al-Hakim narrated that Zirr said: I went out with the people of Madinah on the day of cEid and I saw cUmar walking barefoot, an old man, balding, of a tawny colour, left-handed, tall, towering over people as if he were on a riding beast. Al-Waqidi said: It is not known among us that cUmar was tawny, unless he saw him in the year of the drought, because his colour changed when he ate olive oil.
Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa Ibnu 'Umar menggambarkan 'Umar dan berkata: Seorang laki-laki berkulit putih, dengan rona kemerahan yang dominan, tinggi, botak, dan berambut uban.
Ibn Sacd narrated that Ibn cUmar described cUmar and said: A man of fair complexion, with a ruddy tint prevailing, tall, balding and grey-haired.
Dia meriwayatkan bahwa 'Ubaidah bin 'Umair berkata: 'Umar biasa lebih tinggi daripada orang-orang dalam hal postur tubuh.
He narrated that cUbaydah ibn cUmayr said: cUmar used to overtop people in height.
Ia meriwayatkan bahwa Salamah ibn al-Akwa' berkata: 'Umar itu kidal dan tangan kanannya sama-sama kuat, artinya ia menggunakan kedua tangannya bersama-sama.
He narrated that Salamah ibn al-Akwac said: cUmar was left and right-handed, meaning that he used both hands together.
Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa Abu Raja' al-'Utaridi berkata: 'Umar adalah seorang laki-laki yang tinggi dan berbadan besar, sangat botak, berkulit putih namun sangat kemerah-merahan, pada kedua sisi janggutnya terdapat sedikit kepirangan, kumisnya besar, dan pada ujung-ujungnya terdapat kemerahan, sedangkan pada pangkalnya terdapat warna hitam.
Ibn cAsakir narrated that Abu Raja’ al-cUtaridi said: cUmar was a tall stout man, extremely bald, fair but extremely ruddy, in the two sides of his beard a lightness, his moustache was large and at its extremities there was a redness at the roots of which there was black.
Dalam Tarikh karya Ibnu 'Asakir melalui berbagai jalur periwayatan disebutkan bahwa ibu 'Umar bin al-Khaththab adalah Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah, dan ia adalah saudari Abu Jahl bin Hisyam, sehingga Abu Jahl adalah paman dari pihak ibunya.
In the Tarikh of Ibn cAsakir by various routes there is that the mother of cUmar ibn al-Khattab was Hantamah the daughter of Hisham ibn al-Mughirah and she was the sister of Abu Jahl ibn Hisham, so that Abu Jahl was his maternal uncle.