4. Tahap Keempat: Masa Berbunga
4. The Fourth Statge: The Flowering
Tahap ini berlangsung kira-kira dari tahun 750 M hingga 950 M, dan mencakup bangkitnya Dinasti 'Abbasiyah yang didirikan oleh Khalifah Abul-'Abbas (memerintah 750-754)109, konsolidasinya, serta awal kemundurannya. Pada masa inilah Fiqh terbentuk sebagai ilmu Islam yang mandiri; keilmuan Islam didukung secara aktif oleh khalifah dan berkembang pesat seiring meluasnya diskusi dan perdebatan tentang isu-isu kontroversial; madzhab-madzhab bermunculan; berbagai kompilasi Hadits dan Fiqh disusun; serta terjemahan karya-karya ilmiah, filosofis, dan teologis ke dalam bahasa Arab memberi pengaruh pada pemikiran Islam. Pada akhir periode ini, Fiqh secara jelas terbagi menjadi dua bidang: prinsip-prinsip dasar (Ushul)
This stage extends from approximately 750 CE to 950 CE, and covers the rise of the ‘Abbaasid Dynasty founded by Caliph Abul-‘Abbaas (reign 750-754)109, its consolidation and the beginning of its decline. It was during this period that Fiqh took shape as an independent Islamic science; Islamic scholarship was actively supported by the caliph and it flourished as discussion and debate on controversial issues became widespread; Madh-habs multiplied’ various compilations of Hadeeth and Fiqh were made; and Arabic translations of scientific, philosophical and theological works exerted influence on Islamic thought. By the end of the period, Fiqh was clearly divided into two sections; Fundamental principles (Usool)
dan prinsip-prinsip sekunder dari karya-karya ilmiah, filosofis dan teologis (Furu'); sumber-sumber hukum Islam diidentifikasi dan perbedaan-perbedaan berkembang di antara madzhab-madzhab besar yang memisahkan satu sama lain. 110
and secondary principles of scientific, philosophical and theological works (Furoo’); sources of Islamic law were identified and deferences developed between the major Madh-habs separating them from each other. 110