Kompilasi Fiqih
Compilation Of Fiqh
Pada masa pemerintahan Bani 'Abbasiyah ini, berkembang suatu format penulisan kitab-kitab Fiqih. Format ini menjadi baku dan masih terus dipraktikkan hingga hari ini. Berbagai persoalan dikelompokkan di bawah judul-judul utama, dan judul-judul utama itu dikelompokkan di bawah bab-bab, yang masing-masing mewakili satu topik besar dari Syari'ah. Bahkan urutan bab-bab pun menjadi baku. Para penulis memulai dengan rukun Islam setelah Iman, karena Iman telah dibahas dalam kitab-kitab Ilmu Kalam (teologi Islam). Setelah membahas hukum-hukum dan persoalan yang berkaitan dengan Thaharah (bersuci) dan Shalat, Puasa (Shaum), Zakat, dan Haji, mereka melanjutkan dengan Nikah (pernikahan) dan Talak (perceraian), kemudian Bay' (transaksi jual beli), lalu Adab (etika). Dalam membahas setiap persoalan tersebut, seorang penulis dari mazhab mana pun akan menyebutkan berbagai dalil yang dipakai oleh seluruh pendapat mazhab, sambil membantah argumen-argumen dari mazhab-mazhab lain.
During this segment of the ‘Abbaasid rule, a format for writing Fiqh books evolved. This format became a standard, which has remained in practice until today. The various issues were grouped under main headings and the main headings under chapters, each of which represented a major topic from Sharee’ah. Even thr door of the chapters became standardised. The authors would begin with the four pillars after Eemaan (faith), since Eemaan was dealt with in books of Islamic theology. After treating the laws and issues concerning Tahaarah (hygiene) and Salaah (prayer), Sawm (fasting), Zakaah (poor tax) and Hajj (pilgrimage), they would proceed on to Nikaah (marriage) and Talaaq (divorce), then Bay’ (business transactions) and then Aadaab (etiquette). In dealing with any of these issues, and author from any one Madh-hab would mention the different proofs used by all of the Madh-hab’s position, while refuting the arguments of the other Madh-habs.
Ringkasan Bagian
Section Summary
1. Sebagian besar mazhab yang berkembang pada periode-periode awal telah lenyap, dan hanya empat yang tersisa.
1. The majority of the Madh-habs, which flourished during the earlier periods, disappeared and only four remained.
2. Mazhab-mazhab fikih mencapai bentuk akhir dari sistematisasi dan pengorganisasian.
2. The Madh-habs reached their final form of systemization and organization.
3. Ijtihad di luar kerangka madzhab ditinggalkan, dan ijtihad madzhabi menggantikan tempatnya.
3. Ijtihaad beyond the structure of the Madh-hab was dropped and Ijtihaad Madh-habee took its place.
4. Fikih Perbandingan muncul, namun pada dasarnya digunakan untuk memajukan gagasan-gagasan sektarian.
4. Comparative Fiqh arose, but was used essentially to advance sectarian ideas.