Allah ~ menanamkan rasa takut dan gentar di dalam hati orang-orang yang berbuat dosa
Allah ~ instils terror and fear in the hearts of sinners
Hati orang yang berbuat dosa senantiasa berada dalam kegelisahan dan ketakutan, karena ketaatan kepada Allah ~ merupakan benteng besar Allah, sehingga siapa pun yang masuk ke dalamnya akan aman dari hukuman dunia dan akhirat; tetapi siapa pun yang keluar darinya akan dikepung oleh segala bentuk ketakutan dan kekhawatiran. Hati orang yang berbuat dosa selalu gelisah; ia merasa gugup terhadap setiap suara yang didengarnya, dan yakin bahwa setiap musibah ditujukan kepadanya. Namun orang yang takut kepada Allah akan terbebas dari segala kekhawatiran ini. Dosa menanamkan rasa keterasingan di dalam hati. Orang yang berdosa merasa terasing dari Tuhannya dan dari sesama manusia. Semakin banyak dosa yang ia lakukan, semakin besar keterasingannya, sehingga ia akan merasakan pahitnya hidup seperti orang yang gelisah dan kesepian. Orang yang berbuat dosa merasa senang ketika melakukannya, tetapi itu hanyalah kesenangan sesaat, karena setelahnya hatinya dipenuhi kecemasan. Rahasia dalam hal ini adalah bahwa ketaatan kepada Allah ~ mendekatkan orang yang taat kepada-Nya ~ dan mendekatkannya kepada orang-orang yang ia cintai, meskipun mereka jauh darinya. Kemaksiatan kepada Allah ~ mendatangkan perasaan jauh dari Allah ~, dan bentuk yang paling parah adalah syirik, yaitu menyekutukan Allah.
A sinner's heart is always in state of anxiety and terror, because obedience to Allah ~ represents the great fortress of Allah, so whoever enters it is safe from the Punishment of this world and the Hereafter; but whoever leaves it would be surrounded by all aspects of fear and worry. A sinner's heart is always restless; he/she feels nervous about any noise he/she hears, and believes that any misfortune is intended for him/her. But one who fears Allah would be spared all these worries. Sins implant a sense of isolation in the heart. A sinner feels secluded from his/her Lord and from other people. As he/she commits more sins, his/her isolation increases, and so he/she would endure the bitterness of life, as a worried lonely person. A sinner feels delighted when committing a sin, but this is just a pleasure of the moment, as his/her heart is filled with anxiety afterwards. The secret in this matter is that obedience to Allah ~ brings the devout person closer to Him ~. and closer to other people that he/she loves, even if they are far away from him/her. Disobedience to Allah ~ attracts the feeling of remoteness from Allah ~. and the most severe form is that of polytheism, associating partners with Allah.