Dosa-dosa itu mencoreng dan merendahkan diri.
Sins disgrace the self
Dosa menghinakan diri dan menjadikannya makhluk yang paling hina dan rendah di antara seluruh ciptaan, sebagaimana ketaatan kepada Allah ~ menjadikannya makhluk yang paling mulia dan terpuji; karena Allah ~ berfirman: {Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya} 1 (yakni, orang yang beruntung adalah orang yang taat dan melaksanakan segala yang Allah perintahkan, dengan mengikuti agama tauhid Islam yang benar serta melakukan amal saleh; sedangkan orang yang merugi adalah orang yang mendurhakai apa yang Allah perintahkan, dengan menolak agama tauhid yang benar atau mengikuti kemusyrikan, atau melakukan segala macam kejahatan). Seorang pendosa menyembunyikan dirinya dalam dosa-dosanya dan bersembunyi; ia menghindari bertemu dengan orang lain karena perbuatan dosanya. Sedangkan hamba Allah ~ yang taat merasa dirinya terangkat dan mulia; dan keadaan kemuliaan ini adalah karena kebenarannya.
Sins disgrace the self and tum into the meanest and lowest of all creations, just as acts of obedience to Allah ~ tum it into the most honourable and praiseworthy; for Allah ~ said: (Indeed, he who succeeds is he who purifies his own soul. And indeed he who fails is he who corrupts his own soul) 1 (i.e. the one who succeeds is the one who obeys and performs all that Allah has ordered, by following the true faith of Islamic Monotheism and by doing righteous deeds; but the one who fails is the one who disobeys what Allah has ordered, by rejecting the true faith of Monotheism or by following polytheism, or by doing every kind of evil.) A sinner conceals his/herself in his/her sins and hides; avoiding meeting people because of his/her sinful activities. Whereas an obedient Servant of Allah ~ feels his/herself elevated and honoured; and this state of dignity is due to his/her righteousness.
I Surat Asy-Syams, Ayat 109
I Surat Ash-Shams, Verse 109