Tingkat hukuman berbeda-beda sesuai dengan jenis dosa dan dampak kerusakan yang ditimbulkannya.
The degree of punishment differs according to the type of sin and its effect of corruption
Dosa dapat didefinisikan dengan dua cara: berpaling dari perintah Allah, atau melakukan perbuatan yang dilarang. Allah ~ telah menguji bapak jin dan bapak manusia dengan dua dosa ini, yang terbagi menjadi empat kategori: (1) Dosa kerajaan (kingly sins): ketika seseorang mengambil sebagian sifat ketuhanan, seperti keagungan, kesombongan, kemahakuasaan, penaklukan, ketinggian, keluhuran, dan sebagainya, ia terjatuh ke dalam syirik dengan menyekutukan dirinya dengan Allah ~. Jenis ini adalah dosa yang paling berat di antara semuanya, karena seseorang berusaha bersaing dengan Allah dalam sifat-sifat dan kekuasaan-Nya, dan itu adalah dosa yang tidak terampuni. Allah ~ berfirman: {Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun), dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.} (2) Dosa setan (devilish sins): ketika seseorang meniru setan dengan sifat-sifatnya, seperti dengki, zalim, curang, khianat, memerintahkan kemungkaran, melarang kebaikan, berbuat bid'ah dalam agama, dan mengajak manusia kepada kesesatan. (3) Dosa pemangsa (predatory sins): ketika seseorang menjadi penindas dan berlaku zalim terhadap orang-orang lemah lainnya, dengan menimpakan bahaya dan penderitaan kepada mereka. (4) Dosa binatang (animalistic sins): ketika seseorang dikuasai oleh hawa nafsu syahwat, yang menuntunnya kepada perzinaan dan kebejatan moral. Jenis dosa ini paling umum di kalangan manusia karena mereka tidak mampu mengambil sifat-sifat kerajaan atau pemangsa tersebut. Namun melalui jenis inilah mereka berupaya memperoleh pengakuan atas dimilikinya sifat-sifat lain itu, mulai dari sifat pemangsa hingga sifat setan, bahkan kemudian berusaha bersaing dengan Allah ~ dalam ketuhanan dan keesaan-Nya.
A sin can be defined in two ways: turning away from a Commandment of Allah, or committing a prohibited deed. Allah ~ had put on trial the father of the jinn and that of mankind for committing these two sins, which are divided into four categories: (1) Kingly sins: when a person assumes some godly attributes, such as greatness, pride, omnipotence, subjugation, highness, exaltedness, etc. he falls into polytheism, by associating himself with Allah ~- This type is the most serious sin of all, because one tries to compete with Allah in His Attributes and His Sovereignty, which is unforgivable. Allah ~ said: (Verily, Allah does not forgive that partners should be set up with Him (in worship), but He forgives (anything else) except that, to whom He wills, and whoever sets up partners with Allah in worship, he has indeed invented a tremendous sin) 1 (2) Devilish sins: when a person imitates the devil with his attributes, such as envy, oppression, cheating, treason, enjoining misdeeds, forbidding righteous deeds, innovating in religion, inviting people to misguidance. (3) Predatory sins: when a person becomes a tyrant and acts oppressively towards other weak people, inflicting them with harm and suffering. ( 4) Animalistic sins: when a person becomes possessed by his passion for lust, which leads to adultery and immorality. This type of sin is the most common among people as they are unable to assume those kingly or predatory attributes. However, it is through this type that they aim to acquire recognition for possessing those other attributes, from the predatory to the devilish, then even trying to compete with Allah ~ in His Divinity and Oneness.
1 Surat an-Nisa', Verse 48.