Perbedaan antara husnuzan dan tertipu
The difference between (having) a good opinion and being deceived
Jika prasangka baik itu menganjurkan kerja dan amal, maka itu benar; namun jika prasangka baik itu menganjurkan kemalasan dan memperturutkan dosa, maka itu adalah tipu daya. Prasangka baik adalah sebuah harapan, maka siapa pun yang harapannya membimbingnya untuk menaati Allah ~ dan mencegahnya dari melakukan dosa, maka itu adalah harapan yang benar; tetapi siapa pun yang harapannya adalah untuk tetap bermalas-malasan, maka ia pasti tertipu. Ini seperti seseorang yang berprasangka baik kepada Allah ~ dengan keinginan kuat untuk mencapai tingkat tertinggi di Surga, dalam karunia yang abadi, tanpa menaati perintah Allah! Allah ~ berfirman: ({Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah (demi agama Allah) serta berjihad di jalan Allah; mereka semua itu mengharapkan rahmat Allah}). 2
If a good opinion advocates work and action then 1t 1s correct, however if it recommends idleness and indulgence in sins, then it is deception. Good opinion is a wish, so whoever' s wish is guiding him to obey Allah ~' and preventing him from committing sins, then it is a sound wish; but whoever's wish is to stay idle, then he is definitely deceived. It is like someone who has good opinion of Allah ~' with a strong wish to achieve the highest level in Paradise, in an eternal Grace, without obeying the Commands of Allah! Allah ~ said: ( Verily, those who have believed, and those who have emigrated (for Allah's Religion) and have striven hard in the way of Allah; all these hope for Allah's Mercy) . 2
Perhatikanlah bagaimana Allah ~ menjadikan harapan mereka bertumpu pada ketaatan kepada-Nya (mereka beriman, berhijrah karena agama-Nya, dan bersungguh-sungguh berjuang). Orang-orang yang tertipu berkata: "Mereka yang mengabaikan hak-hak Allah (atas para hamba-Nya), berlaku zalim terhadap sesama manusia, dan melanggar kehormatan-kehormatan-Nya, juga termasuk orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah ~." Padahal, berharap dan berprasangka baik kepada Allah ~ baru benar-benar terwujud apabila disertai alasan-alasan yang ditunjukkan oleh hikmah Allah ~ dalam wahyu-Nya, ketetapan-Nya, pahala-Nya, dan kemurahan-Nya. Seorang hamba Allah ~ hendaknya menunaikan kewajibannya, kemudian berprasangka baik kepada Tuhannya, dan memohon kepada-Nya agar menjadikan amalnya sebagai sebab diraihnya balasan dari-Nya.
Look at how Allah ~ made their hope based upon obeying Him (believed, emigrated for His Religion, and strived hard). The deceived people say: "Those who neglect the Rights of Allah (upon His Servants), act unjustly towards other people, and violate His sanctities, are also people who hope for Allah's ~ Mercy." However, having hope and a good opinion of Allah is rather true when they come with the reasons suggested by the Wisdom of Allah ~ in His Revelation, Divine Decree, Reward and Generosity. A Servant of Allah ~ should fulfil his obligations and then have a good opinion of his Lord, imploring the Lord to make them the cause of receiving His Recompense.
2 Surat Al-Baqarah , Verse 218 .