Akibat buruk dari perzinaan
The evil consequences of fornication
Perzinaan adalah kejahatan besar yang dapat menghancurkan masyarakat. Perzinaan bertentangan dengan kemaslahatan nilai-nilai universal, yaitu menjaga keturunan, melindungi kehormatan, dan menjaga kesucian individu. Perzinaan menyebarkan permusuhan dan kebencian di antara manusia, karena perbuatan zina menyentuh istri, ibu, saudari, dan anak perempuan orang lain. Perzinaan menimbulkan kerusakan bagi masyarakat manusia, dan oleh karena itu, dari segi tingkat keburukannya, ia berada setelah kejahatan membunuh. Imam Ahmad berkata: "Aku tidak mengetahui kejahatan yang lebih besar setelah membunuh (orang yang tidak bersalah) selain zina." Allah ~ menegaskan keharamannya dengan firman-Nya: { Orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain bersama Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina; barangsiapa melakukan yang demikian itu niscaya dia mendapat dosa (nya), (yaitu) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat... } Maka Allah ~ menyamakan zina dengan syirik dan pembunuhan manusia (tanpa alasan yang benar), dan menjadikan balasan atas perbuatan keji tersebut sebagai tempat kekal dan azab berlipat ganda di Neraka, jika pelakunya tidak meninggalkan perbuatan itu dengan tobat yang tulus, disertai keimanan dan amal saleh. Allah ~ berfirman: { Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk. } Dosa besar ini dibenci oleh akal sehat, bahkan banyak hewan pun menolaknya, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari Amru bin Maimun Al-Audi, ia berkata: "Pada masa jahiliah sebelum Islam, aku melihat seekor monyet betina dikelilingi sejumlah monyet. Mereka semua merajamnya hingga mati bersama monyet jantan yang telah berzina." Allah ~ menyatakan bahwa di antara cara seseorang meraih keberhasilan di Akhirat adalah dengan menjaga kehormatan dirinya: (Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Barangsiapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas) 1 Sebagaimana Allah ~ berfirman: Manusia diciptakan bersifat keluh kesah; apabila kesusahan menimpanya ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia sangat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, … dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Barangsiapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.2
Fornication is a great evil which can destroy society . It is contrary to the benefit of the global values of preserving lineage, protecting chastity and the sanctity of individuals. It spreads animosity and enmity among people, as committing adultery affects other people's wives, mothers, sisters and daughters. It causes destruction to human society, and therefore comes after the evil of killing in terms of the grade of its evil. Imam Ahmad said: "I don't know a greater evil after killing (an innocent person) than adultery. Allah ~ affirmed its unlawfulness, saying: ( Those who do not invoke any other god along with Allah, nor kill such person as Allah has forbidden, except for just cause, nor commit illegal sexual intercourse - and whoever does this shall receive the punishment. The torment will be doubled to him on the Day of Resurrection, and he will abide therein in disgrace, except those repent) 7 So Allah ~ has compared adultery with polytheism and killing people (without a just cause), and made the recompense for such evil act an eternal abode and double punishment in Hell , if the person does not give up such behaviour with sincere repentance, having good faith and performing good deeds . Allah ~ has said: (Do not come near adultery, verily it is a great sin and an evil way.) 8 This great sin is abhorred by common sense, and even many animals repel it, as it was reported in Sahib Al- Bukhari, on the authority of Amru bin Maymun Al-Awdy who said: "During the pre-Islamic period of ignorance I saw a she-monkey surrounded by a number of monkeys. They were all stoning it to death along with the monkey who had committed unauthorised sexual intercourse." Allah ~ states that among the ways for a person to succeed in the Hereafter is to preserve his/her chastity: ( Successful indeed are the believers, those who offer their Salat with all solemnity and full submissiveness, and those who turn away from falsehood, and those who pay Zakat, and those who guard their chastity, except from their wives or the slaves which their right hands possess - for then, they are free from blame; but whoever seeks beyond that, then those are the transgressors) 1 As Allah ~ said, Man was created very impatient; he is irritable when evil affects him, and when good affects him, he is niggardly, except those whom Allah ~ has singled out, again , in the following Verse: ( those who guard their chastity (i.e. private parts from illegal sexual acts), except from their wives or (the women slaves) whom their right hands possess - for then they are not blameworthy. But whosoever seeks beyond that, then it is those who are trespassers.)2
7 Surat Al-Furqan, Ayat 68-70. 8 Surat Al-Isra', ayat 32. 1 Surat Al-Mu'minun, Ayat 1-7. 2 Surat Al-Ma'arij, Ayat 29-31.
7 Surat Al-Furqan, Verses 68-70. 8 Surat Al-Jsra ', verse 32. I Surat AI-Mu'minun, Verses 1-7. 2 Surat AI-Ma ' arij, Verses 29-31.