Kata Pengantar
1 Forward
Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka. Allah berfirman:
Praise be to Allah, and prayers and peace be upon the Messenger of Allah, his household, his companions and those who followed them. Allah says:.
(Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal saleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; bahwa Dia pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang telah Dia ridai untuk mereka; dan bahwa Dia pasti akan menggantikan (keadaan) mereka, setelah mereka dalam ketakutan, menjadi aman sentosa: 'Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Ku.' Barangsiapa yang kafir setelah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.) [TMQ 24: 55]. Rasulullah (S.W.A) bersabda: .
(Allah has promised, to those among you who believe and work righteous deeds, that He will, of a surety, grant them in the land, inheritance (of power), as He granted it to those before them; that He will establish in authority their religion, the one which He has chosen for them; and that He will change (their state), after the fear in which they (lived), to one of security and peace: `They will worship Me (alone) and not associate aught with Me.' If any do reject Faith after this, they are rebellious and wicked.) [TMQ 24: 55]. The Messenger of Allah (S.W.A) said: .
"Kenabian akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya. Setelah itu akan ada Khilafah menurut jalan Kenabian, selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya. Setelah itu akan ada pemerintahan yang berdiri sendiri, dan ia akan bertahan selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya. Setelah itu akan ada pemerintahan yang zalim, dan ia akan bertahan selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah menurut jalan Kenabian." [Ahmad dalam Musnad-nya, 4/273 (#18596) dan al-Sunnah karya Ibnu Abi 'Asim (#1166 & 1169).]
"The Prophethood will last among you till Allah wishes it to last, and then Allah will raise it up. Afterwards there will be a Khilafah according to the way of the Prophethood so long as Allah wishes it to last, and then Allah will raise it up. Afterwards there will be a self supporting rule and it will last so long as Allah wishes it to last, and then Allah will raise it up. Afterwards there will be an oppressive rule, and it will last as long as Allah wishes it to last, and then Allah will raise it up. And then there will be a Khilafah according to the way of the Prophethood.” [Ahmad in his Musnad, 4/273 (#18596) and al-Sunnah of ibn Abi ‘Asim (#1166 & 1169).] .
Kami, anggota Hizb ut-Tahrir, meyakini janji Allah, kami meyakini kabar gembira yang disampaikan Rasulullah ﷺ kepada kami, dan kami bekerja bersama serta melalui Ummah Islam untuk mengembalikan Khilafah sekali lagi. Kami yakin akan mencapai hal ini, dan kami memohon kepada Allah agar memuliakan kami dengan menegakkan Khilafah, menjadikan kami sebagai prajuritnya, yang di dalamnya kami mengibarkan benderanya dengan kemuliaan dan membawanya dari kemenangan ke kemenangan. Sesungguhnya hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah untuk diwujudkan.
We, the members Hizb ut-Tahrir, believe in the promise of Allah we believe in the glad tidings that the Messenger of Allah conveyed to us and we work with and through the Islamic Ummah to restore the Khilafah once again. We are confident of achieving this, and ask Allah to honour us by establishing the Khilafah, making us of its soldiers, where we raise its banner in glory and take it from victory to victory. Indeed, this is not much for Allah to fulfil. .
Dalam buku ini kami ingin menyajikan pemahaman yang jelas tentang penerapan praktis dari aturan dan struktur organisasi pemerintahan Negara Khilafah. Yang lebih penting, melalui kejelasan ini kami berharap dapat membangkitkan semangat hati kaum Muslimin, sehingga mereka dapat membayangkan seperti apa Negara Khilafah itu nantinya dan berjuang untuk mewujudkannya. Motivasi kami menulis buku ini adalah kenyataan bahwa sistem pemerintahan yang berlaku di dunia saat ini tidak sesuai dengan sistem pemerintahan Islam, baik dari segi struktur maupun dasarnya. Sudah jelas bagi seluruh kaum Muslimin bahwa sistem-sistem pemerintahan tersebut tidak bersumber dari Kitabullah, Sunnah Rasulullah ﷺ, dan sumber-sumber hukum Islam lainnya yang menjadi rujukan mereka. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan kaum Muslimin bahwa sistem-sistem tersebut bertentangan dengan sistem Islam.
In this book we wish to present a clear understanding of the practical implementation of the ruling and administrative organisations of the Khilafah state. More importantly, through this clarity we hope to uplift the hearts of the Muslims, so that they can visualise what the Khilafah state will be and strive towards it. Our motivation in writing this book is the fact that the present ruling systems in the world are not consistent with the ruling system of Islam in terms of their structures and their bases. It is clear to all Muslims that these ruling systems are not derived from the book of Allah, the Sunnah of His Messenger and the other sources of Islamic law that are referred to by them. There is no disagreement amongst Muslims that these systems contradict the system of Islam. .
Yang menimbulkan kebingungan adalah apakah bentuk sistem pemerintahan dalam Islam, dari segi lembaga-lembaganya, serupa dengan sistem pemerintahan yang saat ini diterapkan. Karena itu, mereka menerima keberadaan para menteri dan lembaga-lembaga kementerian yang beroperasi dengan cara serupa dengan yang ada dalam sistem pemerintahan buatan manusia dari luar. Buku ini berfokus pada struktur dan lembaga-lembaga negara Khilafah, agar bentuk sistem pemerintahan menjadi jelas dalam benak kaum Muslimin sebelum kembalinya, Insya Allah.
What causes confusion is whether the shape of the ruling system in Islam, in terms of its institutions, is similar to the ruling systems currently being implemented. Therefore they accept the existence of ministers and ministerial institutions that operate in a similar manner to those existent in foreign man- made ruling systems. This book concentrates on the structure and institutions of the Khilafah state, so as to make the shape of the ruling system clear in the minds of Muslims before its return, Insha’Allah. .
Kami juga telah memasukkan penggunaan bendera dan panji negara Khilafah. Ada pula perkara-perkara penting lainnya yang belum kami uraikan secara rinci dalam buku ini. Hal-hal tersebut akan dibahas pada kesempatan berikutnya, insya Allah. Perkara-perkara itu adalah tata cara pemilihan Khalifah; penentuan lafaz bai'at; penentuan kewenangan wajib bagi Khalifah sementara apabila Khalifah tertawan, serta penentuan peluang pembebasannya; pengorganisasian kepolisian wilayah (provinsi); penunjukan polisi wanita di departemen keamanan dalam negeri; tata cara pemilihan dewan-dewan wilayah serta Dewan Ummah; dan kesepakatan atas lagu kebangsaan resmi bagi negara Islam. Kami telah menunjukkan hal ini pada bagian-bagian yang relevan dalam buku ini.
We also included the use of the flag and banner of the Khilafah state. There are other necessary matters we did not include in detail in this book. These will be treated in due course - Insha’Allah. These matters are the way of electing the Khalifah; determining the wording of the bay’ah; determining the mandatory powers of the provisional Khalifah in case the [actual] Khalifah fell captive and determining the chances of his rescue; organising the police of the wilayat (districts); appointing policewomen in the internal security department; the way of electing the councils of the wilayat as well as the council of the Ummah; and agreement to an official anthem for the Islamic state. We have indicated this where these occur in the relevant places of the book. .
Kami memohon kepada Allah agar Dia menyegerakan kami menuju kemenangan-Nya, melimpahkan karunia-Nya kepada kami, dan memuliakan kami dengan pertolongan serta kebaikan-Nya, sehingga umat ini dapat kembali menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, dan negara dapat kembali berbentuk seperti negara Islam yang pertama, sehingga ia dapat menyebarkan keadilan dan kebenaran di seluruh wilayah dan daerah kekuasaannya.
We ask Allah to hasten us towards His victory, bestow His favour upon us, and honour us with His support and beneficence, so that the Ummah may return to being the best Ummah brought forward from mankind and the state may return in the form of the first Islamic state so that it may spread justice and righteousness in all of its regions and territories. .
Itulah saat ketika orang-orang beriman akan bersuka cita atas kemenangan yang Allah berikan kepada mereka, dengan itu Allah akan menyembuhkan hati mereka. Doa terakhir kami adalah memuji Allah, Tuhan semesta alam.
That will be the moment the believers will rejoice at the victory that Allah gave them, through which Allah will heal their hearts. Our last prayer is to celebrate the praise of Allah, the Lord of the worlds. .