4.5 Langkah-langkah praktis yang diambil untuk pengangkatan Khalifah dan bai'ah
4.5 Practical measures taken for the Khalifah’s appointment and bay’ah
Langkah-langkah praktis yang diambil untuk mengangkat Khalifah, sebelum bai'at diberikan kepadanya, dapat berbentuk berbagai macam, sebagaimana yang terjadi pada Khulafaur Rasyidin yang datang segera setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, yaitu: Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman, dan 'Ali (semoga Allah (SWT) meridhai mereka). Seluruh Sahabat diam mengenai hal ini dan membenarkannya; jika tidak, tentu mereka tidak akan menerimanya apabila bertentangan dengan Syara'. Hal ini karena menyangkut perkara yang vital, yang darinya bergantung kedudukan kaum Muslimin dan terpeliharanya kekuasaan Islam. Jika kita menelusuri perkembangan pengangkatan Khulafaur Rasyidin tersebut, kita dapati bahwa sebagian kaum Muslimin berdiskusi di balai (Saqifah) Bani Sa'idah. Sa'd, Abu 'Ubaidah, 'Umar, dan Abu Bakar dicalonkan, dan tidak ada yang lain. Namun, 'Umar dan Abu 'Ubaidah menolak untuk menantang Abu Bakar. Ini berarti persoalan hanya terbatas antara Abu Bakar dan Sa'd. Sebagai hasil dari perdebatan tersebut, bai'at diambil untuk Abu Bakar. Keesokan harinya, kaum Muslimin diseru ke Masjid, dan mereka pun secara bergantian memberikan bai'atnya. Jadi, bai'at di Saqifah merupakan bai'at pengangkatan, yang dengannya ia menjadi Khalifah bagi kaum Muslimin. Adapun bai'at kedua di Masjid, pada keesokan harinya, merupakan bai'at ketaatan.