Pakaiannya
His Clothing
[Al-Maymūnī:] Aḥmad ibn Ḥanbal mengenakan pakaian yang panjangnya sedang.254 Jubah luarnya255 seharga lima belas dirham, sedangkan gamisnya256 adalah jenis yang dapat dibeli dengan kira-kira satu dinar. Gamis itu tidak terlalu halus dan tidak terlalu kasar. Jubah luarnya berumbai. 48.1
[Al-Maymūnī:] Aḥmad ibn Ḥanbal wore garments of a medium length.254 His outermost garment255 was worth fifteen dirhams, while his tunic256 was of the sort that could be bought for about a dinar. The tunic was neither too fine nor too coarse. His outermost garment was fringed. 48.1
[Ḥamdan ibn ʿAlī:] Pakaian Aḥmad tidak istimewa, selain terbuat dari katun bersih. Menjelang akhir hayatnya, setelah anak-anaknya tidak lagi bergantung pada penghasilannya dan ia dapat membelanjakannya untuk dirinya sendiri, ia mengenakan pakaian yang lebih berkualitas. 48.2
[Ḥamdan ibn ʿAlī:] Aḥmad’s clothing was nothing special, beyond being of clean cotton. Toward the end of his life, after his sons no longer depended on his income and he could spend it on himself, he wore clothing of better quality. 48.2
[Al-Fadl ibn Ziyād:] Saya ingat melihat Aḥmad berpakaian untuk musim dingin dengan dua jubah panjang, dengan sebuah jubah berwarna di antara keduanya. Beliau sering mengenakan sebuah baju dan sehelai mantel bulu yang tebal:
[Al-Fadl ibn Ziyād:] I remember seeing Aḥmad dressed for winter in two long tunics, with a colored gown between them. He often wore a tunic and a heavy fur:
Ketika cuaca sangat dingin, aku melihat beliau mengenakan jubah bulu di atas jubah panjangnya. Aku juga melihat beliau memakai selendang tebal, dengan sorban yang dililitkan di atas topinya.257 48.3
when it got very cold, I would see him wearing the fur over his gown. I also saw him wearing a heavy wrap, with a turban wound around his cap.257 48.3
Suatu hari saya mendengar Abū ʿImrān al-Wirkānī berkata kepadanya, "Pakaianmu banyak sekali!" Ia tertawa dan berkata, "Saya tidak suka dingin." Ia sering memakai kopiah tanpa melilitkan serban di atasnya.
One day I heard Abū ʿImrān al-Wirkānī say to him, “That’s quite a lot you’ve got on!” He laughed and said, “I don’t like the cold.” He often wore a cap without winding a turban around it.
[Jaʿfar ibn Muḥammad:] Saya melihat Aḥmad mengenakan jubah bergaris yang tenunannya sangat rapat.258
[Jaʿfar ibn Muḥammad:] I saw Aḥmad wearing a tightly threaded striped gown258
dan sebuah topi dengan sorban. Di musim dingin beliau kadang memakai jubah berbulu, kadang memakai jubah panjang, dan kadang memakai keduanya. 48.4
and a cap with a turban. In the winter he sometimes wore a fur, sometimes a gown, and sometimes both. 48.4
[Muḥammad ibn Mughīrah:] Saya melihat Aḥmad mengenakan baju kurung, celana, dan selendang259 di musim panas. Terkadang ia memakai baju kurung dengan selendang disampirkan di atasnya, dan sering kali ia memakai selendang langsung di atas baju kurung. 48.5
[Muḥammad ibn Mughīrah:] I saw Aḥmad wearing a tunic, trousers, and a mantle259 in the summer. He sometimes wore a tunic with a mantle thrown over it, often wearing the mantle directly over the tunic. 48.5
[Ḥanbal:] Aku melihat Aḥmad memakai celana yang dinaikkan di atas pinggang, dengan jubah di bagian atasnya. 48.6
[Ḥanbal:] I saw Aḥmad wearing a pair of trousers pulled up above the waist, with a tunic on top. 48.6
[Al-Maymūnī:] Saya melihat Aḥmad memimpin sebuah majelis para perawi hadis dan orang-orang lain dengan mengenakan satu kain sarung di pinggangnya dan kain lain yang disampirkan di bahunya. Saya tidak pernah melihatnya memakai kerudung atau selendang,260 atau jubah yang layak, hanya sehelai kain sarung kecil yang tampak sepanjang enam hasta.261 48.7
[Al-Maymūnī:] I saw Aḥmad preside over a gathering of Hadith transmitters and other people while wearing one breechclout around his waist and another draped over his shoulder. I never saw him wear a cowl or shawl,260 or a proper mantle, only a small breechclout that looked six cubits long. I asked his uncle about it and he confirmed that it was six cubits.261 48.7
[Ibn ʿAbd al-Ḥamīd:] Saya melihat Aḥmad pada suatu hari musim panas mengenakan jubah dan kain penutup pinggang yang diikat di pinggangnya. Saya tidak pernah melihatnya dengan lengan bajunya tergulung (ketika ia sedang berjalan-jalan, maksudnya). 48.8
[Ibn ʿAbd al-Ḥamīd:] I saw Aḥmad one summer day wearing a tunic and a breechclout tied around his waist. I never saw him with his sleeves unrolled (when he was out walking, that is). 48.8
[Ibn al-Asy'ats:] Aku dulu melihat Ahmad mengenakan kain sarungnya dengan longgar. 48.9
[Ibn al-Ashʿath:] I used to see Aḥmad wearing his breechclout loosely draped. 48.9
[Ṣāliḥ:] Ayah saya memiliki sebuah peci yang ia jahit sendiri. Peci itu dilapisi dengan kapas. Ketika ia bangun di malam hari, ia akan memakainya. 48.10
[Ṣāliḥ:] My father had a cap he had sewed himself. It was lined with cotton. When he got up at night he would put it on. 48.10
[Aḥmad ibn al-Ḥusayn:] Saya melihat salah satu kopiah Aḥmad. Kopiah itu memiliki satu tambalan kain bergaris dan tambalan lain berwarna putih Marawī. 48.11
[Aḥmad ibn al-Ḥusayn:] I saw one of Aḥmad’s caps. It had one patch of striped cloth and another of Marawī262 white. 48.11
[Ibn Zanjuwayh:] Saya melihat Aḥmad mengenakan jubah hijau yang ditambal dengan sepotong kain wol putih. 48.12
[Ibn Zanjuwayh:] I saw Aḥmad wearing a green gown patched with a piece of white wool. 48.12
[Ḥamdān ibn ʿAlī:] Aku melihat Aḥmad mengenakan jubah yang ditambal dengan warna yang berbeda. 48.13
[Ḥamdān ibn ʿAlī:] I saw Aḥmad wearing a gown patched in a different color. 48.13
[Al-Marrūdhī:] Aḥmad membutuhkan tambalan untuk menambal bajunya tetapi tidak memiliki kain tambalan, sehingga ia memutuskan untuk memotong kain tambalan dari kain sarungnya. Kami memotongkannya untuk dia dan menjahitkan tambalan itu.
[Al-Marrūdhī:] Aḥmad needed to patch his shirt but didn’t have a patch, so he decided to cut a patch from his breechclout. We cut it for him and sewed on the patch.
Lebih dari sekali, ketika ia membutuhkan selembar kain, ia memotongnya dari cawat (kain penutup pinggang)nya. 48.14
More than once, when he needed a scrap of cloth, he cut it from his breechclout. 48.14
Suatu ketika dia meminta saya memperbaiki sepasang sepatu kulit yang sudah dia pakai selama tujuh belas tahun.
Once he asked me to repair some leather shoes he had worn for seventeen years.
Dari jahitan di bagian luar, saya bisa melihat bahwa sepatu itu sudah pernah diperbaiki lima atau enam kali.
From the stitching on the outside I could see that they had already been repaired five or six times already.
[Ibn Maʿbad:] Saya melihat Abū ʿAbd Allāh memakai sandal berwarna kuning. 48.15
[Ibn Maʿbad:] I saw Abū ʿAbd Allāh wearing yellow sandals. 48.15
[Al-Marrūdhī:] Suatu ketika saya membawakan Aḥmad sepasang sepatu kulit baru yang telah dibuatkan untuknya. Ia menyimpannya semalaman, tetapi pada pagi harinya ia berkata: “Aku terus memikirkan sepatu itu”—bahkan mungkin ia berkata “sebagian besar malam”—“dan tidak bisa tidur, jadi aku memutuskan untuk tidak memakainya. Lagipula, berapa lama lagi waktu yang tersisa bagiku? Lebih dari separuh umurku sudah berlalu.” 48.16
[Al-Marrūdhī:] I once brought Aḥmad a new pair of leather shoes that had been made for him. He kept them overnight, but in the morning he said: “I’ve been thinking about those shoes”—he may even have said “most of the night”—“and couldn’t sleep, so I’ve decided not to wear them. How much time do I have left, anyway? More than half my life is over.” 48.16
Dengan mengambil sepasang sepatu tua yang compang-camping miliknya, ia berkata, "Ini, tambalkan beberapa tambalan pada sepatu ini." Ia menambahkan, "Tahukah kamu sudah berapa lama aku memakai ini? Lebih dari enam belas tahun, dan sudah dalam keadaan terpakai ketika aku mendapatkannya. Yang ini di sini"—maksudnya sepatu yang baru—"terus mengganggu pikiranku." [Al-Muzanī:] Suatu kali aku memperhatikan bahwa Aḥmad memakai celana yang panjangnya di atas mata kaki. 48.17
Taking a battered old pair of shoes he had, he said, “Here, slap some patches onto these.” He added, “Do you know how long I’ve had these? More than sixteen years, and they were used when I got them. These here”—meaning the new ones—“were weighing on my mind.” [Al-Muzanī:] I once noticed that Aḥmad wore trousers that ended above the ankle. 48.17
[Al-Marrūdhī:] Saya melihat Aḥmad mengenakan pakaian luar murabbaʿ263. Ia sering meletakkan ujungnya di bawah kakinya ketika ia shalat. 48.18
[Al-Marrūdhī:] I saw Aḥmad wearing a murabbaʿ263 outer garment. He often put the end of it under his feet when he prayed. 48.18