Penghormatannya kepada guru-gurunya dan penghargaannya terhadap ilmu
His Deference To His Teachers And His Respect For Learning
[Ismā'īl al-Daylamī:] ʿAmr al-Nāqid berkata, "Kami sedang belajar bersama Wakīʿ ketika Aḥmad ibn Ḥanbal datang dan duduk." Ia mulai menggambarkan betapa santunnya Aḥmad terhadap Wakīʿ. Kemudian ia berkata: "Aku mengatakan kepada Aḥmad betapa tingginya penghargaan guru kami terhadapnya, dan aku bertanya mengapa ia tidak mau berbicara di hadapannya. Ia berkata, 'Apa salahnya jika ia menghargaiku? Aku tetap harus memuliakannya.'" 6.1
[Ismāʿīl al-Daylamī:] ʿAmr al-Nāqid said, “We were studying with Wakīʿ when Aḥmad ibn Ḥanbal came in and sat down.” He began describing how deferential Aḥmad was to Wakīʿ. Then he said: “I told Aḥmad how highly our teacher thought of him and asked him why he wouldn’t speak in his presence. He said, ‘So what if he thinks highly of me? I still have to treat him with reverence.’” 6.1
[ʿAbd Allāh:] Aku mendengar Muhannaʾ bin Yaḥyā al-Shāmī meriwayatkan, "Aku melihat Aḥmad bin Ḥanbal di majelis ilmu Sufyān, dengan ʿAbd al-Razzāq duduk di hadapannya. Aku ingat berpikir, 'Aku ingin tahu apakah mereka menyadari siapa yang sedang duduk bersama mereka.'" Maksudnya: apakah mereka tahu betapa berilmunya Ibn Ḥanbal? 6.2
[ʿAbd Allāh:] I heard Muhannaʾ ibn Yaḥyā l-Shāmī report, “I saw Aḥmad ibn Ḥanbal in Sufyān’s study circle with ʿAbd al-Razzāq sitting in front of him. I remember thinking, ‘I wonder if they have any idea who they’re sitting with.’” By this he meant: Did they know how learned Ibn Ḥanbal was? 6.2
[Qutaybah ibn Saʿīd:] Aku datang ke Baghdad dengan satu tujuan: bertemu Aḥmad ibn Ḥanbal. Namun ternyata dialah yang datang menemuiku, bersama Yaḥyā ibn Maʿīn. Kami saling bertukar riwayat hadis46, lalu ia berdiri, datang menghampiri, dan duduk di hadapanku. 6.3
[Qutaybah ibn Saʿīd:] I came to Baghdad with one purpose: to meet Aḥmad ibn Ḥanbal. In the event, he came to me, along with Yaḥyā ibn Maʿīn. We exchanged Hadith reports46 and then he stood up, came over, and sat down in front of me. 6.3
"Dikte itu untukku," katanya. Lalu [ia kembali ke tempat duduknya dan] kami kembali saling bertukar riwayat. Setelah beberapa waktu, ia kembali bangkit dan mendatangiku.
“Dictate that one to me,” he said. Then [he returned to his seat and] we went back to exchanging reports. After a time, he again rose and came over to me.
“Aḥmad,” kataku, “engkau tidak perlu berdiri!” “Jangan khawatirkan aku,” jawabnya. “Yang aku pedulikan hanyalah mempelajari ilmu dengan benar.” [Al-Shahīdī:] Aku ingat melihat Yaḥyā l-Qaṭṭān salat asar, lalu bersandar pada tiang masjid tempat ia salat. ʿAlī ibn al-Madīnī, al-Shādhakūnī, ʿAmr ibn ʿAlī, Aḥmad ibn Ḥanbal, Yaḥyā ibn Maʿīn, dan yang lainnya berdiri di hadapannya dan bertanya tentang Hadis. Mereka tetap berdiri hingga tiba waktu salat magrib. Al-Qaṭṭān tidak pernah mempersilakan salah seorang dari mereka duduk, dan mereka terlalu segan kepadanya untuk duduk dengan sendirinya. 6.4
“Aḥmad,” I said, “you don’t have to get up!” “Don’t worry about me,” he replied. “All I care about is getting the learning right.” [Al-Shahīdī:] I remember seeing Yaḥyā l-Qaṭṭān pray the afternoon prayer and then lean against the pillar of the mosque where he prayed. ʿAlī ibn al-Madīnī, al- Shādhakūnī,47 ʿAmr ibn ʿAlī, Aḥmad ibn Ḥanbal, Yaḥyā ibn Maʿīn, and others would stand before him and ask about Hadith. They would stay on their feet until it was time for sunset prayer. Al-Qaṭṭān would never invite any of them to sit down, and they were too much in awe of him to sit down by themselves. 6.4
[Khalaf:] Ibnu Ḥanbal datang kepadaku untuk mendengarkan Hadis Abū ʿAwānah. Aku berusaha sekuat tenaga membujuknya agar mengambil tempat duduk yang lebih tinggi, tetapi ia menolak. "Aku hanya akan duduk di depanmu," katanya. "Kita sesama Muslim seharusnya menunjukkan penghormatan kepada guru-guru kita."48 6.5
[Khalaf:] Ibn Ḥanbal came to me to hear the Hadith of Abū ʿAwānah. I tried as hard as I could to persuade him to take a higher seat, but he refused. “The only place I’ll sit is in front of you,” he said. “We Muslims ought to show deference to our teachers.”48 6.5