Mimpi-mimpinya
His Dreams
[ʿAbd Allāh:] Aku mendengar ayahku berkata, "Tuhan Yang Maha Mulia menampakkan diri kepadaku dalam mimpi, dan aku bertanya kepada-Nya bagaimana cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya. 91.1
[ʿAbd Allāh:] I heard my father say, “The Lord of Glory appeared to me in a dream and I asked Him how best to draw nearer to Him. 91.1
"Melalui Firman-Ku, Aḥmad," firman-Nya.
“‘Through my Speech, Aḥmad,’ He said.
"Apakah kita harus memahaminya?" tanyaku.
“‘Do we have to understand it?’ I asked.
"Dia berkata, 'Ini berhasil, baik kamu memahaminya maupun tidak.'" [Ṣadaqah ibn al-Faḍl:] Aku sedang melakukan perjalanan dari Kufah menuju Baghdad tanpa uang sepeser pun untuk dibelanjakan. Ketika aku sampai di Kanal Ṣarṣar, aku sudah kelaparan. Aku masuk ke sebuah masjid di sana dan tertidur. Aku terbangun karena ada seorang pria yang menyenggolku dengan kakinya. Ternyata itu Aḥmad ibn Ḥanbal. Bersamanya ada seorang kuli angkut yang membawa roti. 91.2
“He said, ‘It works whether you understand it or not.’” [Ṣadaqah ibn al-Faḍl:] I was traveling from Kufa to Baghdad without any money to spend. By the time I reached the Ṣarṣar Canal I was starving. I went into a mosque there and fell asleep. I woke up to find a man joggling me with his foot. It was Aḥmad ibn Ḥanbal. With him was a porter carrying bread. 91.2
“Semalam aku bermimpi,” katanya. “Ada sebuah suara yang berkata, ‘Temanmu Ṣadaqah bin al-Faḍl telah tiba dari Kufah dalam keadaan buruk, maka pergilah menolongnya.’”
“Last night I had a dream,” he said. “A voice said, ‘Your friend Ṣadaqah ibn al- Faḍl has arrived from Kufa in a bad way so go help him.’”