11.3 Pentingnya Perbedaan Ini
11.3 The Importance Of The Distinction
Ada beberapa alasan mengapa perlu dibedakan antara surah dan ayat Makkiyah dan Madaniyah. Berikut ini adalah tiga di antara yang paling penting:
There are a number of reasons why a distinction needs to be made between Makkan and Madeenan soorahs and verses. The following are three of the most important reasons:
1. Fikih (Hukum Islam):
1. Fiqh (Islamic Law):
Berbagai hukum Islam diturunkan selama kurun waktu dua puluh tiga tahun. Sebagian hukum menghapus hukum-hukum sebelumnya, dan sebagian hukum lainnya diturunkan sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, perlu diketahui pada titik waktu mana berbagai hukum itu diturunkan agar dapat menerapkannya dengan benar. Hukum-hukum pada periode Madinah yang lebih akhir kadang menggantikan hukum-hukum yang lebih awal. Misalnya, minuman keras diharamkan secara bertahap. Hukum pertama mengenai minuman keras hanyalah peringatan tentang bahayanya. Allah berfirman,
The various laws of Islaam were revealed over a period of twenty-three years. Some laws canceled earlier laws and other laws were revealed bit by bit. Thus, it is necessary to know at which point in time the various laws were revealed in order to apply them properly. The laws of the later Madeenan period sometimes took the place of earlier laws. For example, alcohol was made forbidden in gradual stages. The first law concerning alcohol was simply a warning of its dangers. Allaah said,
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan maysir. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya."" 11
“And they ask you about khamr (alcohol) and maysir (gambling); tell them that they contain some benefit, but the sin is greater than the benefit.” 11
Hukum kedua yang diturunkan memperingatkan kaum Muslimin agar tidak melaksanakan salat dalam keadaan mabuk. Allah berfirman,
The second law that was revealed warned Muslims away from salaah when they were intoxicated (drunk). Allaah said,
"Janganlah kamu mendekati shalat ketika kamu sedang mabuk, sampai kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan." 12
“Do not come to salaah when you are intoxicated, until you know what you are saying.” 12
Hukum ketiga, bagaimanapun, adalah larangan total bahkan untuk mendekati segala bentuk minuman keras. Allah berfirman,
The third law, however, was a complete prohibition of even coming near any form of alcohol. Allaah said,
"Sesungguhnya khamr, maysir, dan azlaam (ramalan nasib) adalah kotor, merupakan perbuatan setan, maka jauhilah ia." 13
“Verily, khamr, maysir and azlaam (fortunetelling) are filth, as a result of Shaytaan’s work, so stay away from them.” 13
Jika seseorang tidak mengetahui urutan turunnya ayat-ayat ini, ia mungkin keliru menyangka bahwa ia boleh meminum khamr selama ia tidak mabuk dan tidak datang ke shalat. Atau, ia mungkin menyangka bahwa diperbolehkan baginya mengambil manfaat dari penjualan khamr.
If one was unaware of the order in which these verses were revealed, he may mistakenly think that he is allowed to drink alcohol as long as he doesn’t get drunk and come to salaah. Or, he may think that it is allowed for him to benefit from the sale of alcohol.
2. Da‘wah:
2. Da‘wah:
Dengan memahami urutan turunnya ayat-ayat Al-Qur'an, seseorang dapat mengetahui metode terbaik dalam mengajarkan Islam. Misalnya, Al-Qur'an mengajarkan kaum mukminin untuk tidak mencela atau mengolok-olok berhala-berhala orang kafir, agar mereka tidak menjadi menjauh dan agar mereka tidak mencela Allah karena kebodohan. Sebaliknya, mereka diperintahkan untuk berdialog dengan orang-orang kafir dan menunjukkan secara logis mengapa penyembahan berhala itu keliru. Allah mengutip perkataan Nabi Ibrahim kepada kaumnya,
By understanding the order in which the verses of the Qur’aan were revealed, one can learn the best method of teaching Islaam. For example, the Qur’aan taught the believers not to curse or make fun of the idols of the disbelievers in order not to drive them away and in order that they not curse Allaah out of ignorance. Instead they were told to reason with the disbelievers and show them logically why the worship of idols was incorrect. Allaah quoted Prophet Ibraaheem as saying to his people,
"Apakah kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan tidak pula dapat mencelakakanmu?" 14
“Are you worshipping besides Allaah other gods which cannot benefit you at all nor harm you?” 14
Ayat yang mengutip pernyataan permusuhan Ibrāhīm terhadap kaumnya dan terhadap apa yang mereka sembah selain Allah:
The verse quoting Ibraaheem’s declaration of enmity to his people and what they worshipped instead of Allaah:
"Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada (diri) Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: 'Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian selama-lamanya, sampai kamu beriman kepada Allah saja,'" 15
“There is an excellent example for you in Abraham and those with him, when they said to their people, ‘We are clear of you and of whatever you worship besides Allah; we have rejected you, and there has arisen, between us and you, enmity and hatred forever, unless ye believe in Allah alone,’ ” 15
…diturunkan di Madinah, setelah kaum Muslimin bertahun-tahun menjalani dakwah yang sabar dan penuh argumentasi dengan kerabat mereka di Makkah. Orang-orang kafir Makkah membalas argumentasi yang bernalar itu dengan penganiayaan dan kekerasan. Mereka mengusir kaum Muslimin dari rumah-rumah mereka, dan terjadi keadaan konflik bersenjata antara kedua pihak. Oleh karena itu, tidak termasuk sunnah bagi seseorang yang baru memeluk Islam untuk membaca ayat ini lalu mencoba menerapkannya terhadap keluarga dan kenalannya.
was revealed in Madeenah, after the Muslims had practiced years of patient argument with their relatives in Makkah. The disbelievers of Makkah had met reasoned argument with persecution and violence. They had driven the Muslims from their homes, and a state of armed conflict existed between the two sides. It is not, therefore, Sunnah for a person to accept Islaam, read this verse and try to apply it on his family and acquaintances.
3. Sīrah:
3. Seerah:
Sebagian besar peristiwa penting dalam kehidupan Nabi telah dicatat dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Dengan demikian, dengan mengetahui urutan turunnya ayat-ayat tersebut, dimungkinkan untuk menyusun sebagian besar biografi Nabi ﷺ.
Most of the most important events in the Prophet’s life have been recorded in various verses of the Qur’aan. Thus, by knowing the order in which the verses were revealed, it is possible to piece together a large portion of the biography of the Prophet (ﷺ).
11 Surah al-Baqarah (2):219.
11 Soorah al-Baqarah (2):219.
Surah An-Nisa' (4):43
12 Soorah an-Nisaa’ (4):43
13 Surah Al-Ma'idah (5):90.
13 Soorah al-Maa’idah (5):90.
Surah al-Anbiyā' (21):66.
14 Soorah al-Ambiyaa’ (21):66.
15 Surah al-Mumtahanah (60:4).
15 Soorah al-Mumtahinah (60:4).