8.2 Dekorasi Teks
8.2 Decoration Of The Text
Pada abad ketiga Hijriah (abad ke-9 M), para kaligrafer mulai saling berlomba dalam memperindah Al-Qur'an. Sejumlah gaya tulisan yang berbunga-bunga berkembang, dan berbagai tanda pembeda pun bermunculan. Pada masa inilah tanda “ ّ ”, yang menunjukkan konsonan ganda (tasydid), pertama kali digunakan.
In the third century after the Hijrah (9th century C.E.), calligraphers began competing with each other in the beautification of the Qur’aan. A number of flowery scripts evolved and a variety of distinguishing marks appeared. It was during this period that the sign “ ّ ”, indicating a doubled consonant (tashdeed), first came into use.
Setelah itu, para kaligrafer mulai menuliskan nama surah dan jumlah ayatnya di awal setiap surah. Karena Nabi (ﷺ) hanya menyebut sebagian surah dengan namanya, dan para sahabat biasa memberi nama surah berdasarkan kalimat pembukanya (misalnya Surah Ara'ayta kini dikenal sebagai Surah Maa'oon), maka menjadi umum bahwa satu surah memiliki berbagai nama. Pada masa ini juga ditambahkan ke dalam teks tanda-tanda penanda awal dan akhir ayat, tanda-tanda yang menunjukkan pembagian Al-Qur'an menurut juz' (salah satu dari 30 bagian), hizb (setengah juz'), atau rukū', serta berbagai tanda baca.