14 Bentuk Sastra Al-Qur'an
14 Literary Form Of The Qur’aan
Sekilas pandang pada beberapa bagian Al-Qur'an segera memperlihatkan bahwa dalam kitab ini telah digunakan berbagai bentuk sastra. Penggunaan beragam bentuk sastra itu bukan sekadar menghadirkan penyajian yang indah dan berlebihan yang memukau pembaca atau pendengar, melainkan menyampaikan pesan Al-Qur'an yang unik dengan cara yang paling efektif. Sebagaimana telah disebutkan dalam bab sebelumnya, tujuan Al-Qur'an pada dasarnya adalah membimbing manusia dalam tiga ranah: dalam hubungannya dengan God, dengan dirinya sendiri, dan dengan masyarakat manusia tempat ia hidup. Tujuan ini meresapi setiap ayat dan surah, dari awal Al-Qur'an hingga ayat terakhir surah terakhirnya, yaitu surah nomor seratus empat belas. Dengan demikian, berbagai bentuk sastra digunakan untuk menyampaikan pesan ini kepada pembaca tanpa membuatnya monoton atau tampak berulang-ulang.
A brief glimpse through a few of the Qur’aan’s passages immediately reveals that a wide variety of literary forms have been employed in it. The utilization of a variety of literary forms does not simply provide a flowery or elaborate presentation which dazzles the reader or listener, but conveys the unique message of the Qur’aan in the most effective way. As was mentioned in a previous chapter, the aim of the Qur’aan is essentially the guidance of man in three spheres: in his relationship with God, with himself, and with the human society in which he exists. This aim permeates every verse and chapter from the beginning of the Qur’aan until the last verse of its last chapter, number one hundred and fourteen. Thus a variety of literary forms were used to bring this message home to the reader without being monotonous or seemingly repetitious.
Banyak dari bentuk-bentuk ini bersifat khas bahasa Arab dan konstruksinya, sementara yang lain sangat rumit dan hanya dapat dihargai sepenuhnya oleh para ahli sastra dan bahasa. Dalam bab ini kita akan secara ringkas membahas empat bentuk sastra yang lebih mendasar dan digunakan di seluruh Al-Qur'an: al-matsal (perumpamaan, peribahasa, dan metafora), al-qasam (sumpah), al-jadal (perdebatan), dan al-qishshah (kisah).
Many of the forms are unique to the Arabic language and its constructions, while others are very intricate and appreciable only to literary and linguistic experts. In this chapter we will briefly explore four of the more basic literary forms employed throughout the Qur’aan: the mathal (simile, proverb, and metaphor), the qasam (oath), the jadal (debate), and the qissah (narrative).